Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Lamaran Dadakan


__ADS_3

Esoknya. Dian mengajak Putri untuk jalan-jalan ke puncak. mumpung lagi ada di Bandung.


Putri berjalan beriringan dengan Dian. mereka asyik bercerita kemana-mana. Sedangkan Lutfi mengekor di belakangnya. Untung ia bawa adik Perempuan Hani yang kecil masih SD, yang bernama Rani. Rani bergelantungan manja dengan Lutfi.


"Om.. aku mau pipis.. temani dong.." ucap Rani pada Lutfi.


Dian yang mendengar kan. menoleh.. " Biar sama oma aja ya, mana boleh om masuk ke toilet perempuan.." Dian membujuknya.


"Ok oma.." Mereka berdua pun pergi meninggalkan Putri dan Lutfi.


Putri yang masih malu, ia menghindari Lutfi, Karena tidak memperhatikan jalan yang cukup menanjak ia pun hampir saja jatuh. untung Lutfi dengan cekatan membantunya dari belakang.


Kalau di lihat seperti pasangan yang sedang mabuk cinta berpelukan mesra. Lutfi menggunakan kesempatan mencium rambut Putri yang harum.


" Kenapa dari semalam menghindari ku.. apa salahku..? " Tanya Lutfi berbisik di telinganya.


Putri yang menyadari posisinya segera berdiri. ia pun rencana menjauh dari Lutfi. karena ia merasa nggak nyaman. Ia bisa merasa detak jantung Lutfi yang keras. dan ia pun merasakan tonjolan di bawah sana. makanya ia menghindar.


Lutfi bernafas berat. Entah kenapa, akhir-akhir ini, ia tidak mengontrol dirinya. mungkin efek dirinya yang sudah berumur. Ia harus bicarakan ini pada mamanya. Takut nanti khilaf.


Setelah kedatangan Dian dan Rani. keduanya diam seperti bermusuhan. Dian yang melihatnya mengerutkan kening. apa yang terjadi saat kepergian nya.


Dian sengaja mengajak mereka berfoto, Putri selalu menghindari Lutfi yang kadang berdiri di sebelah nya. Tak sengaja Rani terpeleset hingga Putri yang berdiri di sebelahnya terdorong dan hampir jatuh ke jurang, Lutfi respek meraih tangannya dan memeluknya. wajahnya pucat. Putri yang masih takut tak kunjung melepaskannya. Dian pun mengabadikannya.


" Aku seperti nya, harus bicara dengan mbak Vanessa. sepertinya harus di percepat di halalkan. aku rasa mungkin hal ini yang membuat mereka tadi terasa canggung.


" Tante, om.. maaf.. Rani tak sengaja.. hi.. hi.. " Tangis Rani menyadarkan ke duanya. dan melepaskan diri.


" Ah. nggak apa. namanya aja kecelakaan. oh apa Rani ada yang sakit..? " Tanya Lutfi melihat kondisi ponakannya. Ada goresan di kaki Rani. Lutfi menggendongnya hingga ketempat posko bantuan.

__ADS_1


****


Sorenya, mereka pulang ke Jakarta, Putri hanya diam saja. Dian memberi pesan pada Vanessa.


" Mbak.. Sonya sudah pindah ke Yogyakarta. gimana kalau Putri kita nikahkan saja dulu. biar Lutfi bisa sepenuhnya menjaganya. Lagian Lutfi sudah matang untuk menikah.."


Vanessa yang mendapat pesan dari calon besannya memberitahu kan pada suaminya. Johan pun menyetujuinya, sebab dari awal ia sudah setuju untuk menikahkan Putri dengan Lutfi. ia pun. menelpon Ginanjar yang sedang bertugas di luar kota. Ginanjar pun menyetujui. Karena Dian juga sudah memberitahu kan nya.


Putri tertidur di perjalanan, karena hari sudah larut. menjelang pagi mereka sampai di Jakarta. Dian menyarankan agar langsung pulang mengantarkan Putri ke rumahnya.


Saat sampai di rumah. Putri masih tidur, Johan meminta Lutfi mengantarkannya ke kamar.


" Maaf Mbak, mas. kami baru sampai.." Ucap Dian sungkan.


" Nggak apa-apa mbak.. selamat saja sampai rumah itu sudah Alhamdulilah."


" Menurut saya, sebaiknya kita adakan pernikahannya. minggu depan.? " Johan bicara serius.


" Tapi pa. apa nggak kita bicarakan dulu dengan Putri. mama takut nanti Putri kecewa." Usul Vanessa.


" Maksud Tante..? " Tanya Lutfi yang baru datang. Ia kecewa dengan usulan Tante Vanessa mamanya Putri.


" Duduklah nak.. sini kita mau tanya dulu dengan kamu. apakah kamu serius dengan Putri...? " Tanya Dian lembut.


Lutfi memperhatikan ketiga orang dewasa yang dia hargai dari dulu. hubungan mereka dari dulu sangat dekat. bahkan ia pun sering menginap di rumah Putri saat ia sekolah dulu. tapi kenapa sekarang merasa jauh.


" Aku mencintai Putri dengan tulus ma. dan itu mama pasti tahu. aku tidak ada niat untuk menyakitinya. Dia cinta pertama dan terakhirku.. " Jawab Lutfi mantap.


Putri yang mendengar kan dari pintu kamarnya menangis.." Tapi aku tidak mencintai mu kak.... hati ku masih di bawa orang lain.." Tangis Putri terisak. ia terbangun saat Lutfi menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


Semuanya menoleh ke arah tangisan tersebut. Lutfi mengejarnya ke. bali ke atas. ia memeluknya dan mencium kepalanya dengan lembut.


" Aku akan membuat kamu jatuh cinta dek.." Jawab Lutfi sendu. hatinya sakit melihat kondisi gadis kecil yang cintai terluka.


Johan yang menyaksikan tak bisa berbuat banyak, Vanessa tersedu melihat kondisi anaknya. Vanessa berusaha menenangkan.


" Menikahlah dengan ku. kakak tidak akan menuntut mu melayani kakak sebagai istri sesungguhnya. jika kamu belum mengizinkan. Biar kakak lebih leluasa menjagamu. dan juga hatimu. agar tidak larut dengan luka.


Putri melepaskan pelukannya, ia berjalan ke bawah dimana orang tua mereka berkumpul. Semuanya diam, dan tidak ada yang berani bicara. Johan pun hanya memandang sendu pada anaknya.


" Pa.. bagaimana menurut papa..? " Tanya Putri yang bersimpuh di depan papa nya.


Johan memeluk anaknya kuat. ia benar gagal menjadi seorang ayah. ia tidak bisa memberikan ke bahagian pada anaknya. malah menoreh luka. ia tidak tahu sebelumnya. Kalau Putri pacaran dengan Arjuna. karena saat kejadian situasinya kacau. hingga ia tidak memikirkan perasaan anaknya yang lain. hingga Putri terluka.


" Menikahlah dengan Lutfi nak. lebih baik kita hidup di cintai dari pada mencintai. walau pun hidup saling cinta sangat baik. Tapi papa percaya, kamu akan bahagia dengan Lutfi nak. lupakan lah yang telah terjadi. mungkin Lutfi jodoh mu yang di izinkan Allah. " Nasehat Johan dan membelai rambut anaknya.


Putri kembali menangis, ia tersedu-sedu memeluk papanya. dan mengangguk.


Lutfi sangat bahagia mendapat jawaban dari Putri. walau saat ini gadis itu belum mencintainya.


Putri pun duduk di samping papanya. " Oh ya tadi Ginanjar sudah menuju kemari. dari Surabaya ia langsung ke sini." Ucap Johan saat menelpon tadi.


Tak lama. Ginanjar pun sampai. ia langsung di sambut istrinya dan mereka pun duduk berhadapan.


" Maaf. kalau situasinya mendesak. karena saya sudah ada di sini. jadi saya sebagai orang tuanya Lutfi meminta pada Mas Johan untuk meminang Putri untuk jadi menantu kami... " Ucap Ginanjar tenang.


Johan tersenyum." Maaf juga Mas.. kita juga tidak memberikan pelayanan yang bagus. malah kondisinya bangun tidur. ha.. ha.. . Namun lamaran Mas Ginanjar kami Terima dengan senang hati.." Jawab Johan semangat.


Semuanya mengaminkan. Putri menunduk kan kepalanya. Perasaan nya saat ini tidak karuan. ia bingung. apakah ia akan bahagia atau sedih. Namun ia akan berusaha menerima kenyataan dengan lapang dada.

__ADS_1


__ADS_2