
Dua hari kemudian. Arjuna selesai magang. Pak Johan memanggilnya ke ruangannya. karena sebagai ketua rombongan. maka kesempatan buat Johan bicara pada mantunya agar tidak kentara pegawai nya.
" Duduklah. kapan kamu wisuda..? " Tanya Johan langsung saat menantunya duduk di depannya.
" Dua bulan lagi pa.. "
" Hm. begini.. papa ingin kalian berdua mengelola perusahaan papa yang di Yogyakarta.." Johan berdiri dan membelakangi menantu nya.
" Maksudnya papa..? " Tanya Arjuna kaget.
Johan kembali duduk di depan mantunya. " Begini.. papa tidak ingin ke dua anak papa kecewa. papa rasa kamu belum sepenuhnya melupakan Putri. dan ini tidak adil buat Putri. kejadian ini telah melukai nya. dan papa tidak ingin lukanya makin dalam... " Arjuna tertunduk.
Ia akui. seharusnya ini tidak terjadi. ia memang salah kehadiran Sonya membuat ia melupakan Putri.
" Putri sudah ada Luthfi. dan kamu harus akui itu. untuk itu papa ingin kalian menjauh, dan hidup sesuai keinginan kalian. Untuk dua bulan ini papa akan membiayai kebutuhan kalian. sampai kamu wisuda. Dan papa harap kamu jangan mencoba menemui Putri. karena itu akan membuat Sonya juga kecewa., papa tidak ingin kamu mengecewakan Sonya juga. " Johan menatap menantunya.
" Akan aku usahakan pa. Sonya akan bahagia bersama saya.. " Jawab Arjuna menunduk.
"Papa pegang janji mu. jika kamu sampai menyakiti Sonya. jangan harap kamu akan tenang.. " Ancam Johan.
Arjuna pun keluar dari ruangan mertuanya, hatinya kesal di ancam papa mertuanya. ia melangkah untuk kembali ke kampus. karena magangnya sudah selesai.
Kelompok Putri yang menang, karena Pak Luthfi sudah memberi tahu di group. dan hari ini mereka akan makan bersama sesuai janji dosennya.
Putri cukup senang karena kelompok nya menang. berarti usaha mereka tidak sia-sia. karena banyak yang bilang kalau mereka kelompok alai.
Putri, Siska dan Rama sampai di kafe yang di janjikan dosennya. mereka masuk. namun dari jauh. Pak Luthfi melambaikan tangannya.
Di meja tersebut sudah ada Dian mamanya Luthfi. entah kenapa Putri merasa canggung. Dian memanggilnya untuk mendekat.
" Sini sayang duduk dekat tante.. maaf ya mengganggu acara kalian
__ADS_1
tadi tante tidak sengaja bertemu di depan kafe saat tante mau pulang arisan dengan teman-teman Tante. nah Luthfi bilang kalau kamu akan datang. Jadi yah. Tante nggak jadi pulang. kangen sama kamu.. " Ucap Dian semangat.
Putri mengangguk. dia kurang suka saat tante Dian memintanya untuk duduk di samping dosennya itu. Namun ia tidak tega menolak.
Tante Dian berdiri di belakang antara anaknya dan calon mantunya. " Oh ya Maaf tante ganggu acara kalian. tante nggak tahu kalau kalian berdua juga hadir. tante kira ini acara mereka berdua.. " Ucap Dian. Siska dan Rama tersenyum kikuk. seolah tante Dian mengusir secara halus.
" Ma.. mama salah paham. aku di kampus mengadakan lomba. jadi kelompok siapa yang menang akan aku traktir. kebetulan kelompok ini yang menang.. " Sanggah Luthfi agar mamanya semakin tidak salah paham.
" Ooh. kalau begitu. nanti Putri ikut sama tante ke rumah ya. Tante buat puding model baru. kamu bantu tante menilainya. Soalnya kemaren tante titip kelupaan tuh ngasih.. " Sindir Dian pada anaknya. Putri mengangguk saja. agar semuanya selesai.
" Kalau begitu silahkan pesan kesukaan kalian... " Ucap Luthfi memotong pembicaraan mamanya yang sudah ngelantur kemana-mana.
Putri yang duduk di apit Dian dan Luthfi merasa canggung. ia banyak menunduk. Karena Siska sering mengedipkan matanya nggak jelas.
Selesai acara makan. Putri akhirnya ikut dengan Dian. karena Dian tak hentinya memohon.
" Rama. nanti tolong antar kan motor ku ya. ini kuncinya.." Putri menyerahkan kunci motornya. Siska pun pulang barengan Rama.
" Nggak tante.. sudah nggak sakit lagi. mungkin kemarin itu kelelahan.. " Jawab Putri seadanya.
Luthfi yang duduk mengemudi melihat kedua wanita yang asyik bercerita tanpa memperdulikan ke hadirnya. Luthfi mendesah berat.
" Kamu kenapa nak? dari tadi mendesah terus.. " Tanya Dian yang melihat anaknya mengeluh.
" Aku seperti sopir online yang sedang bawa penumpang. tidak di sadari kehadirannya.. " Jawab Luthfi kecewa. Dian tertawa mendengar keluhan anaknya.
" Siapa yang larang kamu bicara.. " Goda Dian.
" Ma.. " Suara berat Luthfi. akhirnya mereka sampai.
Dian dengan semangat nya membawa Putri masuk. Luthfi kembali mengekor kedua wanita yang sering buat ia pusing.
__ADS_1
" Kamu tahu nggak Put. Luthfi mencukur jambang. karena kamu bilang kayak bapak-bapak kemarin." Spontan Putri melihat Luthfi dan mereka pun saling pandang. Dian yang melihat nya tersenyum. pancingannya berhasil.
Putri yang di pandangi begitu merasa grogi. begitu juga Luthfi. dia sampai salah minum. hingga air cuci tangan akan ia minum kalau Dian tidak berteriak.
" Ha.. ha.. sampai segitunya jatuh cinta. air cuci tangan mau aja di minum.. " Goda Dian.. ia pun mengambil bobok an yang ada di tangan anaknya. Luthfi makin salah tingkah.
Putri yang mendengar ucapan tante Dian kaget. ia pun menunduk.
" Oh ya. tante ke kamar dulu cantik. ada yang mau tante ambil.. " Dian pun berlalu memberikan kesempatan pada anaknya.
Luthfi yang menyadari ke adaan. " Put. maaf sikap mama... " Ucapnya lirih.
" Nggak apa Pak. santai saja.. "Jawab Putri menyembunyikan kegugupannya.
" Tapi kalau itu benar. apakah kamu mau menerima saya yang sudah kayak bapak-bapak ini..? " Tanya Luthfi memberanikan diri.
" Maksud bapak..? " Tanya Putri kaget.
Luthfi pun berdiri. ia bercerita tentang masa lalu yang telah mereka jalani. hingga Luthfi kuliah di Italia.
" Selama aku kuliah di sana. tak satu gadis yang mampu menghilang rasa rindu ku pada gadis kecil yang telah mengusik ku selama ini... Hingga mama menelpon kalau antara kakek kita punya wasiat akan menjodohkan keturunan mereka. awalnya papa dan om Johan mempertemukan ku dengan Sonya, beberapa bulan yang lalu saat aku tamat kuliah. Tapi kami sama-sama tidak setuju. Dan aku dengan berani memintamu. itu di setujui semua orang. " Cerita Luthfi. Putri yang mendengarkan melotot tak percaya.
" Benar sayang.. Ini suratnya.." Dian memberikan surat wasiat yang sudah usang. Ia membaca dan menatap keduanya dengan mata berair. Dian pun memeluk Putri, gadis kecil yang telah mengusik hidup anaknya.
" Jika kamu keberatan dengan semuanya. aku akan mengalah. walau kita di jodohkan. tapi aku tidak ingin kamu terpaksa.." Ucap Luthfi. Putri memandangnya bingung.
" Kami memang sengaja mendiamkan nya. agar kamu nyaman. kami tak ingin kamu salah paham. Tante dari dulu memang sayang padamu. begitu juga Luthfi. tante sudah banyak mengenalkan nya pada anak teman tante. tapi tak satu pun menggoyahkan hatinya untuk melupakan mu.. " Dian menghapus lembut air mata gadis cantik didepannya.
" Tapi.. keluarga ku tak pernah cerita.. " Protes Putri.
" Aku yang minta. aku ingin meyakinkan diri dulu. apakah benar aku mencintaimu atau sekedar obsesi. Namun siapa sangka Sonya duluan menikah. dan maaf dengan pacar mu.."
__ADS_1