
Sonya di bawa ke rumah sakit bersalin. Aryo menunggu istrinya dalam keadaan gelisah. dia mondar mandir di luar ruangan.
Putri d an Vanessa sudah ada. mereka duduk di kursi menunggu dengan hati gelisah juga.
Nadin pun datang bersama suaminya. Karena sangat terburu-buru mendengar cucunya mau lahiran.
"Mbak. gimana keadaan mantu dan calon cucuku.?' Tanya Nadin mendekati Vanessa.
"Oh. masih dalam ruangan. belum ada kabar mbak. doakan moga keduanya selamat dan sehat selalu.." Saran Vanessa yang di anggukan Nadin.
Mereka pun duduk menunggu dengan hati berdebar. tak lama keluarlah dokter wanita yang cantik tersenyum pada mereka.
"Selamat ya pak. anaknya laki-laki." Ucap dokter tersebut senang.
"Alhamdulillah. Amin.." Jawab semuanya serentak, dengan rasa syukur.
Karena dengan bersyukur, seseorang akan semakin merasa dekat dengan Allah dan meningkatkan keimanan. Mengurangi rasa tidak puas: Ketika seseorang selalu merasa kurang dan tidak pernah merasa cukup, ia akan mudah merasa tidak puas dengan hidupnya.
Makanya kita perlu bersyukur, Karena Bersyukur merupakan salah satu kegiatan positif yg akan membawa kebahagian dan ketenangan dalam hati. waktu kita bersyukur makan tubuh kita akan dialiri perasaan positif. sehingga pikiran kita akan jauh lebih jernih, membuat kita jadi lebih menghargai hayati serta mengurangi beban pikiran.
Saat bersyukur, bukan hanya hidup kita jadi lebih baik, tapi hidup orang lain juga akan jadi lebih baik. Terakhir, dengan banyak bersyukur, kita juga akan semakin dekat dengan Allah SWT. Orang yang hidupnya dekat dengan Allah SWT, maka bukan hanya urusan dunianya yang terjamin, tapi juga akhiratnya.
Aryo sampai bersujud setelah mendengar kabar bahagia tersebut. dia memeluk mamanya yang berdiri di sampingnya.
"Ma. aku jadi papa beneran. Aku bahagia sekali ma. moga Hani senang dapat adik laki-laki ya ma." Ucap Aryo yang di dengan Vanessa. Ia senang ternyata Aryo tidak melupakan Hani anak sambungnya di saat ia bahagia mendapatkan anak kandung.
"Tentu saja. berarti ia harus kakak yang baik. bisa jaga adiknya.he...he...ya kan Mbak..?" Jawab Nadin tertawa.
"Oh. tentu saja... aku senang. kalian tetap menyayangi Hani.." Jawab Vanessa tersenyum.
__ADS_1
"Tentu lah mbak. Hani itu cucu pertama aku. ini udah pas. ada cucu perempuan dan laki-laki. nanti kita adakan syukuran serta aqiqah ke duanya. Hani belum aqiqah kan mbak..?" Tanya Nadin dan di gelengkan Vanessa.
Karena hidup Sonya sangat memprihatikan saat bersama Arjuna. padahal mereka masih hidup dalam usaha suaminya. Namun bagaimana lagi.
"Ide bagus ma. setelah empat puluh hari. nanti kita adakan." Jawab Aryo mantap.
Ia berencana. akan mengadakan syukuran besar-besaran di sebuah hotel. dan mengundang anak yatim dan anak panti. Karena doa mereka. pasti sangat makbul.Pikir Aryo dalam hatinya.
Kebahagiaan keluarga tersebut terpancar dari wajah mereka yang tak berhenti tersenyum. Aryo mencium istrinya setelah di perbolehkan masuk.
"Makasih ya sayang. mau menanam benih anak ku. dan terimakasih mau jadi ibu anak-anak ku. aku bangga pada mu." Ucap Aryo tak henti mencium istrinya.
"Mas. udah ah. malu..." Jawab Sonya. ia malu karena ada orang tua mereka.
Semuanya tertawa melihat adegan romantis tersebut. Vanessa bersyukur. karena terlihat sekali Sonya merasakan keluarga yang sempurna.
****
"Eh anak Badung. kamu tu pergi-pergi, kamu tinggal anak dan istri mu. Sonya kan belum kuat apa-apa." Ucap Nadin yang juga kukuh membawa ke rumahnya. Ia bahagia dapat cucu baru dan belum mau berpisah.
"Ada ART yang biasa bantu kita saat siang hari. Jadi bisa dong ma. Aku kan kerja nggak harus pagi atau harus pulang laut. di apartemen ku aja ma." Jawab Aryo pun tak mau kalah.
Di mobil tersebut tidak ada yang mau ngalah. Tiba-tiba Sonya menyeletuk kan usulan. " Kalau aku mau tinggal sama bunda aja." Jawabnya membuat keduanya terdiam. Mereka saling pandang dan melongo.
"Ya.. aku mau pulang ke rumah bunda. nanti pas empat puluh hari baru ke rumah mama Nadin. seminggu kemudian baru kembali ke Apartemen. Gimana adil nggak.?" Tanya Sonya.
Keduanya mengangguk. tidak berkata lagi. Mereka akhirnya pulang ke rumah Vanessa. Vanessa yang sudah sampai rumah, kaget. karena ada mobil mantunya datang.
"Ma.." Ucap Sonya membuka layar kaca. Tentu saja Vanessa dan Hani bahagia. Karena Hani tinggal tidak selalu menetap. Kadang dengan mamanya. kadang dengan Nenek.
__ADS_1
"Adek tinggal di sini Oma.?" Tanya Hani yang melihat adiknya di gendong Omanya.
"Ya Han. kata adek nya mau bobok sama nenek dulu. baru pindah empat puluh sama Oma dan tinggal menetap sama papa sesudahnya." Jawab Nadin yang menjelaskan ucapan Sonya.
Karena Nadin tidak mau Sonya ster. Di masa siap melahirkan itu hati harus gembira. Sedangkan Aryo hanya mengedipkan mata tanda setuju.
Tentu saja Vanessa bahagia sekali."HM! Makasih ya mbak. dan kamu juga nak Aryo. mau mempercayakan Sonya pada Bunda." Ucap Vanessa bahagia.
"Ya Bun. yang penting Sonya nyaman Bun." Jawabnya sungkan. dan mencium tangan mertuanya karena belum sempat salaman.
"Mari masuk. tapi bunda belum siapkan apa-apa untuk penyambutan.' Ucap Vanessa merasa nggak enak.
Sonya berjalan di bantu suaminya. tersenyum. " Telpon adek aja bund. aman tuh semuanya. Kalau acara dadakan. mereka berdua kan ahlinya." Jawab Sonya mengingatkan
"Oh ya. bunda lupa. Ya deh bunda telpon dulu ya. yuk mbak.. hati-hati." Ucap Vanessa dan membantu Nadin masuk.
"Mbak. aku tadi udah siapkan acara penyambutan si kecil. Tapi karena ke sini jadi dari pada di buat lagi. gimana kita pindahin aja makanannya." Usul Nadin yang tak mau besannya tersinggung.
"Wah. ide bagus mbak. boleh tu. nanti kalau kurang kita nambah aja di kafe Putri." Ucap Vanessa merasa bahagia.
Sonya akhirnya menelpon anaknya. tentu saja ia bahagia. nggak cukup setengah jam. Putri datang bersama suaminya.
"Wah... baby mama ganteng sekali... Selamat ya mbak dan mas Aryo." Ucap Putri mencium si kecil yang pangkuan Sonya karena sedang menyusuinya.
"Makasih dek. sikembar dan Gian mana? kok nggak di ajak.?" Tanya Sonya.
"Tenang mbak. bentar lagi datang. Oh ya Tante.. maaf ya. Kalau Putri nggak bisa sering datang ke rumah sakit." Ucap Putri pada mertua kakaknya.
" It's Ok Put. Tante ngerti kok. Oh ya nggak apa kan kalau drop yang sudah Tante siapkan di bawa ke sini." Tanya Nadin merasa nggak enak.
__ADS_1
"Wah. nyantai aja Tan. malah kami merasa senang. akhirnya kakak ku dapat keluarga baru yang sangat menyayanginya." Jawab Putri tersenyum.