
Tak terasa hari berlalu jika melaluinya dengan orang yang kita sayang. Hari-hari terasa indah. begitulah Lutfi. Setiap hari ia harus bolak-balik ke kampus dan kantor cabang papanya bagian properti.Rasa letih terobati, saat sampai di rumah. Satu tahun tak terasa, sekarang mereka sudah pindah ke Italia.
Lutfi benar-benar memboyong istrinya pindah, karena ia tidak mau hidup isi tertekan dengan kehidupan masa lalunya.
" Sayang.. bagaimana kondisi nya, jika rasanya capek. nggak usah masuk, apa masih pusing..? " Tanya Lutfi khawatir. melihat kondisi istrinya dari semalam lemah tak berdaya.
" Lumayan, namun.. kayaknya aku izin hari ini nggak apa kak..? "Tanya Putri ragu.
Lutfi mendekati istrinya yang masih malas-malas an di kasur. " Kita ke dokter ya. aku nggak yakin meninggalkan mu di rumah sendiri." Lutfi menarik lengan istrinya lembut.
" Tapi aku malas sekali mandi.. malu nanti tercium dokter. malu.. " mukanya memerah menahan malu. membayangkannya saja, sudah begini.
Lutfi menggendong tubuh istrinya ke kamar mandi. " Jika nggak mau, bersih-bersih saja. sendiri atau kakak yang bantu...? " Goda Lutfi gemes.
Semenjak mereka pindah enak bulan yang ke Italia, pelan-pelan Putri sudah bisa menerima kehadiran suaminya secara utuh.
"Sana. mesum, istri lagi begini masih aja mesum.." Kesal Putri mengusir suaminya keluar. Lutfi terkekeh keluar, ia pun menyiapkan pakaian istrinya.
__ADS_1
Mereka berdua menunggu antrian untuk di periksa, sampai giliran mereka terpanggil.
" Dengan Nyonya Putri Aksara Lutfi." panggilan dari seorang perawatan.
" Yuk sayang.." Lutfi pun mengajak istrinya masuk ke ruangan dokter umum. Lutfi menggandeng tangan istrinya berjalan menuju ruangan dokter.
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter tersenyum, pada pasangan muda yang di depan nya.
" Bahasa keadaan istri saya dokter.? " Tanya Lutfi khawatir..
" Apa kata dokter, istri saya hamil..? " Tanya Lutfi tidak percaya. Spontan Lutfi mencium istrinya tanpa menoleh sekitar nya. dokter dan perawat di sana hanya tersenyum. ikut merasakan kebahagiaan pasangan yang di depan mereka.
"Saya rekomendasi ke dokter kandungan, biar jelas kondisi kandungan ibu ya.." ucap dokter senang.Keduanya mengangguk senang.
Sampai di rumah, Lutfi mengajak istrinya ke kamar. " Sekarang kamu istirahat ya sayang, hari ini aku izin ke kampus dan kantor. aku ingin menikmati hari bahagia ini bersama istri ku. ini.. "
" Hm. baiklah.. " Jawab Putri lemas.
__ADS_1
Lutfi memperhatikan ekspresi istrinya yang kecewa.
" Kenapa.. nggak suka kakak menemani mu hari ini di rumah..? " Tanya Lutfi menyelidiki.
Putri menggeleng. " Bukan begitu kak. aku mikir kan kuliah ku pasti akan terbengkalai." Jawabnya sedih.
Lutfi menatap istri tak berkedip." Kamu kecewa, saat ini kamu mengandung anak ku..? " Tanya Lutfi berat.
Putri kembali menggeleng, Namun Lo belum puas, jika belum mendengar kan langsung alasannya.
" Kenapa. apa alasan kesedihan mu sayang..? " Tanya Lutfi ingin kepastian. Jika Putri sedih dengan kehamilan nya, ia kecewa. berarti Putri belum sepenuhnya menerima dirinya.
" Aku merasa belum mantap menerima amanah ini kak. gimana kalau nanti aku jadi ibu yang tidak baik buat anak kita.." Jawab Putri gamang. Lutfi memeluk dan mencium kepala istrinya lembut.
" Kita bekerjasama membuatnya, jadi kita juga kerjasama pula membesarkannya. Jangan bilang kamu berpikir kalau kakak menjadi suami dan ayah menang sendiri. Dan membiarkan ibu anak ku ini lelah sendiri." Jawab Lutfi membuat Putri terharu.
" Makasih kak, bimbing aku terus bagaimana menjadi istri dan ibu yang baik.." Ucap Putri tersedu... Lutfi memeluk istrinya terharu. Hari yang bahagia. ia akan memberitahu keluarga nya. terutama orang tuannya. mama dan papanya pasti bahagia. begitu juga orang tua istrinya.
__ADS_1