Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Bahagia


__ADS_3

Acara Rekreasi dengan keluarganya berjalan lancar. Lutfi ikut bahagia melihat keceriaan anaknya bermain bersama teman yang mereka temui di taman. Begitu juga Putri.! yang biasa sibuk dengan rutinitasnya sebagai ibu dari anak-anaknya, Merasa bahagia dan refres Karena sudah lama ia tidak keluar rumah seperti ini semenjak ia pindah lagi ke Indonesia.


Menurut ahli, Manfaat dari Agenda Family Gathering atau Acara libur keluarga bukan hanya sekedar untuk mengusir kebosanan dari rutinitas kegiatan sehari-hari saja, namun juga dapat menjadi momen yang sangat berharga untuk membangun dan menjalin hubungan yang lebih erat dan harmonis dengan seluruh anggota keluarga. Apalagi bila agenda liburan tersebut, dilakukan besama dengan rombongan keluarga besar.


Bertamasya bersama keluarga tidak harus mahal atau berbiaya besar, meski singkat dan sederhana, setiap agenda berlibur, tentu akan memberikan keceriaan. Apalagi bila dilakukan dengan orang-orang yang kita cintai.


Berbagai keceriaan yang terjadi selama kegiatan rekreasi bersama keluarga yang kita cintai tentunya akan memberikan banyak manfaat.


" Kak. makasih ya untuk hari ini." Ucap Putri saat mereka pulang.


"Sama-sama sayang. maaf, baru sekarang terujud. kapan-kapan aku akan sediakan waktu untuk kita liburan." Ucap Lutfi tersenyum.


Putri pun tersenyum. ia sedang memeluk Rafiq yang sudah tidur di pangkuannya.


****


Hari ini ada undangan dari sekolah sikembar. benar saja, Pak Angga sebagai ketua komite langsung memberikan undangan tersebut ke rumah Lutfi yang kebetulan rumahnya beda dua gang dari rumahnya. Bahkan jika Pak Angga keluar dari komplek harus melewati rumah mereka dulu.


" Sayang. udah siap belum. nanti kita telat, kasihan si kembar." Ucap Lutfi yang melihat istrinya masih mondar mandir yang nggak jelas.


" He..he.. sudah pa." Ucap Putri pada suaminya yang sedang menggendong Rafiq. Semenjak Rafiq mulai bisa membeo. Apapun yang di dengar dan di lihat akan langsung ia tiru. Maka Putri dan Lutfi terpaksa merubah panggilan mereka. B gitu juga pada si kembar. Abang dan mbak.


Dian sudah menunggu di ruang tamu. ia sudah siap dari tadi, namun ia tidak berani untuk memaksa cepat datang. Karena kebiasaan Putri selalu rempong kalau bepergian membawa anak-anak.


Mereka pun akhir sampai di sekolah si kembar, saat acara akan mulai. Si kembar yang melihat kedua orangtuanya datang. Langsung berlari mengejarnya.


" Aku suka. akhirnya mama papa dan nenek datang juga." ucap Ais bahagia.


" Adek Rafiq juga." Sambung Abiyan mencubit pipi gembul adiknya yang sudah di duduk di pangkuan papanya.


" Ya mbak Ais, kami ingin menyaksikan Abang sama mbak Ais tampil." Ucap Putri menirukan suara anak kecil.


" Ha .ha .Ais tertawa mendengar ucapan mamanya.

__ADS_1


" Sudah ya nak. duduk lagi di sana, acara mau di mulai. Oh ya papa Kembar. kami ingin bapak mewakili dari wali murid untuk memberikan sepatah kata sambutan.' Ucap salah seorang guru yang bernama Lilis datang menghampiri mereka.


Lutfi melihat istrinya. Putri mengangguk kan kepalanya setuju. " Tapi saya belum paham acara ini. beri saya gambarannya." Ucap Lutfi yang tidak mau langsung mengiyakannya.


" Oh. ini sebenarnya acara pendalangan dana. untuk pemberian santunan pada siswa yang kurang mampu dan anak yatim piatu." Ucap Bu Lilis menjelaskan.


" Oh. baiklah." Ucap Lutfi antusias.


Kemudian Bu Lilis pun tersenyum senang. ia pun kedepan. dan berbisik pada seseorang yang lebih tua darinya. dan mungkin ia kepala sekolah SD swasta ini.


"Mama rasa. acaranya cukup bagus juga konsepnya. namun coba kita lihat nanti ya." Ucap Dian tersenyum.


Acara pun di mulai oleh pembawa acara. kemudian berlanjut kata sambutan dari yayasan.komite, yang di wakilkan oleh pak Angga yang Lutfi di taman. sampai giliran Lutfi di panggil.


Lutfi pun kedepan di mulai dari salam.dan sedikit kata pembuka." Sebelumnya saya mohon maaf. saya tidak pantas berdiri di sini, karena saya pertama kali datang ke sekolah anak saya si Kembar yang sudah sekolah hampir satu tahun ini. maklumlah, namun saat ketemu pak Angga di taman. beliau membuka hati saya, hingga saya pun tersentuh untuk datang." Cerita Lutfi yang mengundang tawa.


" Mengenai acara amal ini. Saya senang. Dan saya bersedia jadi salah satu donatur bagi anak yatim piatu ini. mudah-mudahan bermanfaat." ucap Lutfi menutup kata sambutannya dengan salam.


Kemudian acara beralnjut dengan acara hiburan.Si kembar ternyata dapat jatah membaca puisi.


Si kembar ke depan, berdiri tenang. Putri tidak pernah melihat anaknya menghapal puisi. bahkan tidak pernah cerita kalau mereka baca puisi di acara ini.Ia terharu sekali. saat anaknya tampil tenang di depan.


" Assalamualaikum semua." Ucap sikembar bergema.Yang juga di jawab dalam semuanya.


Ais maju selangkah dan membacakan puisinya, bergantian dengan Abiyan.


Isi puisinya.


Bangkitkan rasa berbagi


Ulurkan tangan saling memberi


Bahagia akan menanti

__ADS_1


Karena semua tak abadi


Enggan berbagi


Kemana rasa peduli


Kemana rasa saling mengasihi


Di negeri ini masih banyak jelata


Yang berharap ada yang berbagi.


Suara tepuk tangan bergema. setelah keduanya membaca salam.Putri sangat terharu sekali sampai ia menitikkan air matanya. Sedangkan Lutfi ia tak sadar berdiri memberikan tepuk tangan buat anaknya. dan akhirnya di ikuti yang lain.


Dian tersenyum bangga. " Kalian meniru papa kalian yang berani." Lirih Dian tersenyum bangga.


Acara pun berakhir yang ditutup dengan nyanyi bersama. oleh anak kelas Enam.


Semua acara berjalan lancar. Ditutup dengan acara makan bersama. Yang telah di sediakan oleh pihak sekolah. Yang di ambilkan dari iuran sukarela anak-anak setiap pagi selama satu bulan ini.


" Wah. saya senang, akhirnya bapak mau bergabung dengan acara ini." Ucap Pak Angga yang sengaja mendekati Lutfi.


" Terimakasih pak. atas sarannya. Maaf kalau sikap saya kurang berkenan." Ucap Lutfi merendah.


" Oh tidak Pak. malah saya sangat mengucapkan terimakasih atas kesediaan bapak. rencana saya kalau bapak nggak hadir, langsung kerumah bapak untuk nagih." Canda pak Angga sambil tertawa.


" Ah bapak bisa saja. Namun kehadiran bapak tidak akan kami tolak, pintu selalu terbuka buat bapak." Jawab Lutfi membalas candaan pak Angga.


Mereka pun akhirnya ikut antrian mengambil makanan yang tersedia. Makanan itu dari kateringnya pak Angga. Restoran yang ia kelola. Ia memberikan diskon untuk semua guru dan pengurus. Tentu saja itu membuat Pihak sekolah senang.


" Silahkan nikmati ya pak. moga bapak suka dengan masakan restoran saya." Ucap pak Angga saat mereka sudah duduk berdampingan untuk makan.


" Hm. dari tampilannya sangat menggiurkan" Jawab Lutfi yang membuat pak Angga terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2