
Putri merasa bahagia karena kafe yang di jalaninya sangat rame. Ndak tidak pernah sepi pengunjung.
Ia sedang duduk santai di ruangannya. ia jarang ke butik. Dan ia ingin kakaknya yang mengurus butik orang tuanya tersebut. karena dari dulu hobi Kakaknya mendesain.
Untuk itu, dia rencana menelpon kakaknya. Putri bercerita pada kakaknya tentang kafenya. " Wah.! hebat kamu dek.. mbak bangga sama kamu dek." Ucap Sonya bahagia.
"He..he.. makasih mbak. oh ya mbak, gimana kalau mbak aja yang urus butik bunda. aku kurang hobi mbak di sana. mana tau kalau di tangan mbak, butik bunda makin maju." Ucap Putri memotivasi.
Sonya melotot, mendengar ucapan adiknya. " Yang benar. apa kamu nggak marah kalau mbak yang urus butik bunda. kan itu hak kamu.?" Tanya Sonya ragu.
Putri terkekeh melihat wajah kakaknya yang sangat kaget." Kok aku marah mbak. kan aku yang minta sama mbak.Tapi kalau mbak mau yah mau gimana lagi." Ucap Putri pura-pura sedih, karena ia tau kakaknya sangat ingin sekali.
Karena saat bundanya menyerahkan butik tersebut. Sonya nampak sedih. namun ia berusaha menyembunyikannya.
"Tapi..!" Ucap Sonya ragu.
"Kenapa mbak. kan mbak sendiri yang bilang, kalau mbak mau balik ke Jakarta lagi." Ucap Putri mengingatkan kakaknya.
Karena kakaknya sudah sering menangis mengadukan sikap Arjuna yang sering ringan tangan, saat ia pulang dalam ke adaan mabuk.
"Mbak. aku tak mau mbak terluka lagi. jika dia memang laki-laki bertanggung jawab. ia akan menyadari kesalahannya mbak. sudahlah, ajaklah Hani balik. aku tak ingin ponakan aku ikut kecewa menyaksikan ayahnya yang bejat." Ucap Putri sedih. ia sangat kecewa dengan sikap Arjuna yang sering menyakiti kakaknya.
Walau bagaimana pun, Sonya adalah kakaknya satu-satunya. hanya mereka berdua. Dan ia tak ingin Arjuna menghancurkan keluarganya.
"Baiklah. Minggu depan aku akan pindah. dan tolong uruskan sekolah Hani ya Putri. mbak minta tolong sama kamu, bantu mbak ya." Suara Sonya yang rapuh membuat Putri juga ikut merasakannya.
Ia tidak menyangka, Arjuna laki-laki yang pernah jadi kekasihnya dulu. dan akhirnya menikah dengan kakaknya. karena tragedi. mereka berdua.
"Baiklah mbak. mbak tenang saja, nanti aku bilang kak Lutfi untuk bantu. biar bunda punya temannya lagi." Ucap Putri memberi semangat.
__ADS_1
"Tapi. mbak juga minta, tolong rahasiakan ini dulu dengan Hani. bilang saja kalau ayahnya sedang sibuk dan sering bolak balik keluar daerah. jadi kita berdua takut di tinggal terus sama ayah. dan bisa jaga nenek yang sudah tua. Ya dek. agar alasan kita sama." Sarkas Sonya berharap.
"Ya mbak. istirahat lah. jaga diri kalian baik-baik. kabari kapan kalian berangkat." mereka pun menutup telponnya.
Sonya menangis tersedu-sedu. ia tak menyangka, padahal ia telah mengecewakan adiknya tersebut karena telah merampas kekasihnya. namun malah adiknya tersebut yang malah membantunya.
****
Malamnya Putri di jemput suaminya ke kafe. kali ini si kembar ikutan jemput, alasan mau main di kafe dulu sebelum pulang. begitu juga dengan si kecil Rafiq yang sekarang sudah kelas 2 SD. Dan Si kembar kelas 5 SD. sedangkan Hani sudah selesai ujian. makanya ia bisa pindah ke Jakarta untuk masuk SMP.
"Aduh. rame sekali pelanggan baru ini datang. apa perlu boking tempat dulu mas.?" Tanya Putri saat suaminya masuk bersama ketiga anaknya.
"Oh. tentu saja. pengennya tempat yang paling khusus di sini. dan tidak mau tempat yang lain." Jawab Lutfi malah di sambut tawa Siska yang kebetulan ada di sana.
" He..he.. aku nggak nyangka kalian pasangan absurt juga ya." Ledeknya. dan keluar di ruangan Putri. Karena ia juga sudah di jemput suaminya untuk pulang.
Siska tertawa melihat kedua pasangan tersebut. ia meninggalkan Putri dan keluarganya, dengan geleng-geleng kepala.
"Pa.ma. Rafiq mau main sana dulu ya." Ucap meminta pada orang tuanya.
" Oh. boleh. temani adik ya bang kakak. jangan sampai adik jatuh." Lutfi mengingatkan.
"Ya pa." Jawab si kembar yang akhir mengikutin adiknya.
Lutfi pun masuk ke ruangan istrinya. sampai di dalam ternyata Putri sedang duduk termenung. wajahnya di tekuk. Lutfi menghampiri istrinya.
"Ceritalah. jangan di simpan sendiri jika tidak mampu." Lutfi membelai kepala istrinya lembut.
Putri mendongakan wajahnya dan di cium langsung oleh Lutfi. Putri memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir suaminya pada keningnya.
__ADS_1
"Ceritalah. mungkin suami mu ini bisa bantu." Ucap Lutfi menatap istrinya intens.
Putri memeluk suaminya sejenak, dan ia menceritakan tentang kakaknya yang berencana pindah ke rumah bundanya. Dan juga mengurus butik bundanya.
Lutfi memposisikan dirinya di depan istrinya. ia menatap ke dalam bola mata istrinya." Kenapa kakak melihat ku seperti itu.?" Tanya Putri heran.
"Ah nggak. aku ada lihat malaikat di mata mu." Jawab Lutfi dan dapat cubitan dari istrinya.
"Ih sebel. orang lagi serius,masih di ajak bercanda." Sungut Putri kesal.
"Kakak nggak habis pikir cara kamu menanggapi masalah ini. kamu tahu nggak sayang. aku yang malah jadi keki sendiri. punya istri kok sebaik ini." Lutfi memeluk dan mencium pipi istrinya gemes
"Ah nggak penting.! Yang aku tanya. mau nggak kak bantu Hani masuk SMP. yang lokasinya dekat dengan rumah bunda lah. biar ia bisa pulang sendiri." Putri bercerita semangat sekali.
Lutfi kembali menatap istrinya tak berkedip. Andai ia di posisi istrinya, belum tentu ia bisa menghadapi kondisi ini. belum tentu ia mampu menerima bahkan membantu orang yang telah mengecewakannya.
"Hm! Kakak pasti bantu. oh ya.. Terus bagaimana dengan usaha ayah yang di pegang Arjuna jika mbak Sonya berpisah.?' Tanya Lutfi ingin tahu jawaban istrinya.
"Jual aja. kan kakak ku sudah pisah. nggak ada hal dia mengelolanya lagi. jika ingin hidup senang ya usaha dulu." Jawab Putri ketus.
"Ok. kebetulan ada teman kakak yang akan berbisnis pakaian batik tersebut. Jadi bisa kita jual sahamnya saja sebanyak 60 % Jadi Arjuna tidak berkutik lagi. karena kuasa penuhnya ada di tangan teman kakak. Jika nanti Hani berminat, masih bisa ia ambil kembali." Lutfi menjelaskan.
"Wah ide bagus kak. aku rasa bunda dan kak Sonya pasti setuju. dan bisa kak Sonya mengembangkan butik lebih baik lagi." Putri sangat bahagia mendengar penjelasan suaminya.
Dan Lutfi pun menelpon sahabatnya tersebut. Putri memberi kabar pada Bunda dan kakaknya besok. Tentang rencananya bersama dengan suaminya.
Sebenarnya Lutfi bukan meminta temannya membeli. hanya saja, ia membeli sendiri. atas nama nama temanya. agar tidak ada yang curiga. karena ia tidak mau lagi berurusan dengan namanya Arjuna. ia bagai parasit bagi keluarganya. terutama istrinya yang terlalu baik pada orang.
Ia ingin menyelamatkan harta keluarga istrinya dulu. karena telah di manfaatkan Arjuna selama ini. dan bahkan mertuanya pun sempat berpesan kalau ia harus menjaga keluarganya dari apa pun.
__ADS_1