
Dian tidak senang dengan berita yang di dengarnya. ia langsung menelpon adiknya Andin.
"Halo mbak yu. apa kabar.?" Tanya Andin ceria. ia tidak tahu permasalahannya.
"Dian. bilang sama Jeni ganggu Nino terus. Kan sudah mbak Yu peringatkan. Kenapa masih ganggu saja.!" Gertak Dian pada adiknya.
Andin sendiri bingung. ia tidak mendapat kabar dari siapa pun. kalau cucunya itu selalu mengganggu Nino calon mantu mbak yu nya.
"Tapi mbak Yu. dari mana mbak yu tahu, kalau Jeni mengganggu Nino.?" Tanya Andin heran.
Dian pun meminta kejelasan dari cucunya. di mana Ais dapat berita tersebut apa hanya di buat saja. Namun Dian meledak setelah melihat foto yang ada handphone nya Ais. yang di kirim Jeni pada Ais. Ia ingat waktu itu Jeni minta nomor telpon Ais. katanya mau cerita atau mendekatkan silaturahmi.
"Kamu sudah lihat kan fotonya ?" Tanya Dian pada adiknya setelah mengirimkan foto tersebut.
Alangkah kagetnya Andi mengetahui kelakuan cucu dan anaknya. Dian pun akhirnya membeberkan kelakuan anaknya yang merupakan papanya Jeni. Andin sangat syok mendengar semuanya. Bagaikan petir yang menyambar di siang bolong. Anak dan cucunya telah menghancurkan hubungannya dengan saudaranya yang baru akan membaik. Setelah peristiwa dulu.
"Andin. dulu aku diam saja. sekarang ini masalahnya cucuku. Aku tidak akan mengalah.ingat itu.!" Ancam Dian pada adiknya.
Dian terdiam kaku. dulu.. waktu kakaknya punya kekasih, dia. datang berkunjung. Namun sang kekasih kakaknya telah salah peluk. saat datang tidak melihat wajahnya. yang waktu itu memakai baju kakaknya. Ke Salah pahaman tersebut sempat membuat renggang antara dia dan kakaknya Dian. Semenjak peristiwa tersebut Dian memutuskan kuliah ke kota. Setelah tamat baru ia kembali dan membuka kafe yang dibantu orang tua mereka.
walaupun Dian telah kembali ke kotanya. Tapi sangat jarang pulang. Dian tidak mau mengenal cinta. dan akhirnya di jodohkan dengan anak sahabat papanya yang menyukai sosok Dian yang cuek ke padanya. hingga akhirnya Dian jatuh cinta pada suaminya. mereka menetap di Jakarta.
__ADS_1
Andin berusaha menolak. karena ia tidak berselingkuh dengan pacar kakaknya. namun sang pacar kakaknya itu hanya diam saja. membuktikan kalau itu bukan tak sengaja tapi di sengaja. pikir Dian. Hingga Andin pasrah.
Sekarang hal tersebut terjadi lagi. tapi unsur kesengajaan dari anak dan cucunya. Andin tidak mau kakaknya kecewa lagi. Andin merasa bersalah yang berkepanjangan. Karena ia akhirnya menikahi pacar.
"Ya mbak yu. aku yang akan menghukumnya." Andin pun tidak mau kakaknya kecewa lagi.
"Aku tunggu usaha mu. Jika tidak! kamu tahu akibatnya.!" Ancam Dian pada saudaranya.
Sementara semua orang yang tadinya ceria menyambut kedatangan anak mereka. Terdiam membeku mengingat peristiwa yang telah di ceritakan Dian permasalahan sebenarnya.
Dian sengaja menceritakan semuanya. agar tidak terjadi salah paham lagi. " Kalian semua ingat! jangan langsung percaya dengan apa pun yang terjadi. kalian harus tenang dulu dan cari informasi. jangan langsung di putuskan secara cepat. banyak orang yang tertawa saat kita jatuh. namun banyak orang yang mencibir saat kita maju. tidak semua yang baik aslinya pada kita. Kadang mereka pura-pura baik pada kita karena ada maunya. Padahal di belakang kita sangat ingin menjatuhkan dan menghancurkan kita." Nasehat Dian lada anak dan cucunya.
Mereka tidak tahu. kalau Dian sang mama dan Oma yang selalu ceria ternyata menyimpan luka yang begitu dalam di masa lalunya.
Dian tersenyum malu dengan suaminya.Ia malu dengan ke bucinan nya. Abiyan terkekeh mendengar cerita opanya.
"Oh. sekarang mama juga begitu Opa." ledek Abiyan pada Mamanya. Putri yang di sindir langsung mencubit lengan anaknya yang duduk di dekatnya.
Abiyan mengerang kesakitan. tapi menimbulkan tawa pada semua orang. suasana kembali cair tidak tegang seperti tadi. Nino pun bangga pada keluarga kekasihnya yang selalu terbuka satu sama lain. Beda dengan keluarganya. akibat salah paham ia pun menjadi korban, dari ke salah pahaman itu membuatnya di benci keluarga papanya sampai sekarang.
Perkumpulan tersebut di akhiri dengan makan-makan yang sudah di persiapkan tadi. namun karena peristiwa dadakan acara penyambutannya di tunda.
__ADS_1
"Oh ya begini. Oma mengundang Nino langsung datang ke sini sama kalian. karena Oma ingin kalian berdua tunangan dulu." Dian berdiri dan mengambil sebuah kotak beludru yang Telah di siapkannya.
"Maaf kan saya mbak. Putri dan anak mama Lutfi. entah kenapa. mama ingin mereka berdua tunangan dulu atau kalau boleh nikah siri dulu. Karena mama merasa tidak bisa menghadiri pernikahan mereka." Dian menyerahkan kotak kecil tersebut pada Lutfi.
"Apa maksud mama. jangan bikin kami cemas ma." Lutfi menatap mamanya intens.
"Bukan maksud kamu menyembunyikan semuanya nak. mama mu sakit. Ada pembengkakan di dekat hatinya mama." Jawab Johan bergetar.
mereka berdua telah cukup lama menyembunyikannya. makanya ia kekeh ingin istirahat biar bisa menemani istrinya kemana pun. walau kadang ia tidak mau di temani.
"Ma. ini tidak benar kan?" Berondong Lutfi yang tidak percaya.
Ais dan Hani yang duduk diantara Johan menangis tersedu-sedu dalam dekapan opanya. Abiyan pun memeluk Dian yang tergugu menunduk sedih.
"Oma. jangan tinggalkan kami. kami belum siap hidup tanpa mu." Abiyan menangis di pelukan. Omanya.
"Hidup dan mati seseorang tidak bisa kita yang tentukan nak. cepat atau lambat kita semua akan mati. hanya menunggu giliran kita. Oma telah ceritakan ini lada Nino. agar ia bersedia menerima permintaan Oma. Namun mama tidak berani bicarakan pada mu Lutfi." Isak tangis Dian.
Isak tangis mewarnai ruangan yang tadinya ceri. kembali berduka. bahkan lebih parah dari ke adaan semula.
Lutfi pun bersimpuh di kami Dian. setelah Abiyan melepaskan pelukannya. " Ma. apakah mama anggap aku tidak penting. hingga masalah seperti ini mama sembunyikan dari ku. aku bagai bagai orang asing di sini ma." Kecewa Lutfi pada mamanya.
__ADS_1
Ia pergi meninggalkan ruangan tersebut dan masuk ke kamarnya. Langkahnya sangat cepat. Putri ingin mengejarnya. namun di tahan Vanessa. Vanessa sudah tahu penyakit besannya. karena ia pernah menemani untuk kontrol akhir-akhir ini. Makanya sat di ajak ke Surabaya ia langsung mau di ajak Dian. Takutnya nanti pulangnya Dian pulang sendiri dari Surabaya.