
Hari inii penuh canda tawa. Putri tetap cuek pada suaminya. membuat Lutfi makin penasaran.
Setelah mamanya pulang. Dan membereskan kerusuhan yang di ciptakan anak-anak mereka. Siangnya putri beranjak ke kamarnya untuk istirahat.
Diam-diam Lutfi mengikutinya. Karena tidak tahan didiamkan istrinya. Saat Putri menutup pintu, dengan cepat Lutfi masuk.
Putri mengerutkan keningnya melihat kehadiran suaminya yang tiba-tiba. " Kak.. ada apa.? " Tanya nya heran. Karena Lutfi menatapnya penuh curiga.
" Ah.. nggak hanya kangen saja dengar istri ku yang cerewet tiba-tiba berubah jadi pendiam. ada apa ya? Sarkas Lutfi menggoda.
Putri hanya mengerutkan keningnya, ia berlalu ke kamar mandi. Lagi-lagi Lutfi mengejarnya sampai ke dalam.
" Kak. ada apa sih. ih jangan bikin aku kesal deh.! " Kesal Putri. Namun Lutfi malah memeluknya dan menciumnya.
" Cerita lah sayang. ada apa. kamu nggak bisa menyembunyikan dari kakak.. " Ucap Lutfi lembut membelai rambut istrinya dan membawanya kembali duduk di sofa.
Putri menarik nafas dalam."Entahlah.. apakah segitunya ya. kekesalan ku, hingga kakak melihatnya..? " Tanya Putri menatap suaminya.
Lutfi mencium bibir istrinya sejenak." Iya sayang. sangat kentara sekali buat aku. Tapi orang lain mungkin nggak tahu, tapi suami mu ini tidak di bohongi.." Ucap Lutfi lembut.
" Kak.. tadi Ais dan Hani ribut masalah kamar mandi dengan Tama. saat aku sampai sudah ada kak Sonya. aku mencoba bertanya tapi di cuekin mereka. Kak Sonya mengajak Ais dan Hani mandi di kamarnya. dan di setujui. dengan santai Tama masuk kamar mandi. aku merasa di cuekin. aku kesal kak... " Adu Putri pada suaminya.
Lutfi tertawa mendengar cerita istrinya yang menurutnya tidak masalah. hanya istrinya saja yang terlalu berlebihan. Melihat suaminya tertawa Putri mencubit suaminya melepaskan kekesalan nya.
" Aduh.. sakit sayang.. " Sarkas Lutfi. menggosok tangannya bekas cubitan istrinya.
__ADS_1
" Habis aku kesal sama kakak, sudahlah aku mau mandi. pergi sana.." Usir Putri, Lutfi tidak mau melihat istrinya seperti itu. dengan cepat ia menggendong istrinya ke kamar mandi, dan memasukan ke dalam bathtub. Ia mengisinya dengan air hangat.
Tentu Putri makin kesal. pasalnya ia masih makai baju sudah basah ulah suaminya. " Ah.. sebel..aku kan jadi basah semuanya.." Putri merasa makin marah. ia pun menyemburkan air ke suaminya. hingga mereka basah-basahan berdua layaknya anak kecil. Setelah Lutfi tidak marah lagi. ia tersenyum.
" Mandilah sayang. atau mau kakak mandikan.. " Goda Lutfi, ia pun membuka bajunya yang sudah terlanjur basah.
" Eh kakak mau ngapain..? " Tanya Putri yang tidak menyadari kondisi suaminya yang sudah basah.
" Buka baju lah sayang. ini baju kakak sudah basah. atau kamu mau yang lebih..? " Goda Lutfi mendekati istrinya.
Putri jadi malu. mukanya memerah di goda suaminya. " Ih dasar mesum. udah punya anak masih saja mesum.." Lirih Putri membelakangi suaminya.
Tentu saja Lutfi makin senang menggoda istrinya. Ia mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.
Putri menyadari kondisi. ia rencana berbalik. tapi kalah cepat, Lutfi sudah masuk kedalam bathtub dan tanpa bisa di tolak Putri, mereka menikmati mandi bersama serta plus-plusnya.
**"*
Kekesalan, kemarahan antara suami istri jika di pecahkan dengan hati dingin. apalagi mendingin kan hati keduanya, maka permasalahan akan selesai.
Terbukti, malamnya Arjuna yang datang. karena sudah janji dengan anak dan istrinya. makanya saat ini ia pun berkumpul di ruang keluarga. dimana ada Putri dan Suaminya serta si kembar.
"Halo. Tama dan Ais. kenalkan om ini ayahnya Kak Hani.." Ucap Arjuna memperkenalkan diri.
Tama mengangguk saja. sedangkan Ais sangat heboh." Oh.. kita pernah kenalan om. hanya saja jarak jauh.. ha.. ha.... " Ucap Ais sambil tertawa.
__ADS_1
Semuanya oun tertawa, Putri hanya tersenyum. karena ia tidak mau suaminya nanti akan salah paham.
" Iya. Om sampai lupa. tapi om senang deh, ternyata Ais lebih cantik jika di lihat nyata.." Goda Arjuna mencubit pipi gembul nya Ais.
Hani memeluk lengan ayahnya. Arjuna pun memangku nya, mungkin anaknya cemburu.
" Anak ayah juga cantik... " Pujinya membuat Hani oun tersenyum.
Sonya pun tersenyum, ternyata suaminya sudah bisa memuji anaknya. walau tadinya ia juga kecewa. karena baru datang bukan anaknya yang di sapa. tapi si kembar.
" Makasih ayah.. " Jawab Hani senang.
Arjuna menggelitik anaknya. membuatnya tertawa geli.
" Jangan Ayah, aku geli.. " Sarkas nya menjauhkan tangan ayahnya dari tubuhnya.
Putri beranjak ke belakang. karena ia melihat bundanya yang menuju dapur.
" Ada yang mau aku bantu bund..? " Tanyanya.
" Hm. ini bunda siapkan cemilan untuk anak-anak. pasti mereka suka." Jawab Vanessa mengeluarkan buah du kulkas.
Putri membantu bundanya mengupas buah. dan menyusunnya di piring besar.
Vanessa membuat minuman untuk semuanya.
__ADS_1