
Jodoh, rezeki, maut. Kata orang tidak bisa kita tentukan. yang penting usaha dan berserah diri. Teman kecil jadi jodohnya Putri. siapa sangka, orang yang dari dulu selalu mengganggu dan sering membuatnya menangis. jadi suaminya.
Siang ini pernikahannya dengan lelaki yang jadi musuhnya dulu. sekarang akan jadi suaminya. sedangkan kekasih hatinya menjadi musuhnya. memang dunia ini penuh teka-teki. Pikir Putri.
Putri sudah didandani dengan cantik. Sonya dan Arjuna datang juga. rasanya sangat aneh jika mereka tidak hadir.
Sonya masuk ke kamar adiknya. ia melihat adiknya yang sudah di dandani. " Hm. cantiknya adik kakak." Godanya. walau agak terasa canggung.
Putri menoleh ke arah suara. ia melihat kakaknya yang agak kurusan. dua bulan lebih mereka tidak bertemu. rasanya sangat rindu.
Putri berdiri dan memeluk kakaknya, mereka menangis tersedu, Siska yang menemaninya dari tadi ikut menangis.
" Maaf kan kakak! . kakak bukan yang terbaik buat mu. kakak salah dek.. " Ucap Sonya di isak tangisnya.
Putri makin memeluk kakaknya. " Ini sudah takdir kak.. apakah kakak bahagia.. kok kakak makin kurus..? " Tanya Putri saat ia melepas pelukannya.
Sonya hanya diam. dia tidak ingin lagi memberi kesedihan pada adiknya. dan juga orang tuanya. ia akan tanggung sendiri masalahnya. Sonya mencoba tersenyum.
" Eh jangan pikirkan aku. kamu tuh yang seharusnya. Tapi kakak yakin. Lutfi pasti bisa membahagiakan mu, karena dari dulu ia mencintai mu. makanya kakak menolak saat orang tua kita menjodohkan kami." Sonya menjelaskan membuat Siska terkejut.
" Jadi Pak Lutfi dari dulu mencintai Putri sebelum.... " Ucapan Siska terhenti saat ia teringat sesuatu.
" Benar..." Jawab Sonya menyadari apa maksud Siska. Ia tidak bisa pungkiri. dua lelaki tersebut masih mencintai adiknya. terbukti saat Sonya mau mencuci pakaian kotor suaminya.
Flashback.
Saat Sonya akan mencuci pakaian kotor suaminya tiba-tiba ada dompetnya terjatuh, dan terlihat foto Putri yang tersenyum. Sejak itulah Sonya makin merasa bersalah. namun apa boleh buat. semuanya sudah terjadi.
Sonya tidak berani bertanya pada suaminya. karena pernikahan nya dengan mantan adiknya bukan atas dasar cinta.
Semenjak itulah ia pendam sendiri hingga ia menyadari ada benih di rahimnya. ia sering muntah. apalagi kalau perjalanan jauh.
****
__ADS_1
Sonya yang sedang jamil muda jika mencium bau parfum, ia muntah-muntah, dengan cepat ia lari ke kamar mandi adiknya. Putri mengejar kakaknya.
" Ada apa kak.. kakak Ok..? " Tanya Putri penasaran.
Sonya pun keluar. Ia menggosok perutnya yang masih rata. Putri pun menyadarinya. " Kakak hamil..? " Tanya nya tak percaya.
" Ya.. sudah dua bulan lebih, awalnya Arjuna tidak mau ke sini melihat kondisi kakak yang sering muntah. makanya kami telat, sebab sering berhenti." Ucap Sonya menjelaskan.
Putri kembali memeluk kakaknya. " Selamat ya kak. sebentar lagi kakak akan jadi ibu.." Putri sangat terharu. Siska pun ikut memeluk kedua saudara tersebut.
Sedangkan yang di lantai bawah sedang di repot kan dengan hantaran yang di bawa Dian untuk menantunya, karena waktu lamaran sebelumnya dengan tangan kosong.
Setelah membereskan hantaran buat pengantin perempuan , Mereka pun akhirnya duduk di tempat yang telah di sediakan.
MC pun memandu acara pernikahan Putri dengan Lutfi. Lutfi sangat wibawa dengan setelahnya yang senada dengan Putri.
Ia melihat ke atas, arah pintu kamar pengantin. pintu terbuka. ia merasa gugup saat Putri turun di dampingi Siska dan juga Sonya.
Ia terpaku menatap calon istrinya, ada rasa bahagia. karena gadis kecil yang cintai dari dulu sekarang bisa ia miliki.
Arjuna yang melihat kedatang pengantin pun terpana, ia tidak menyadari kalau Sonya juga memperhatikannya. Ada rasa kecewa di hatinya, namun apa daya.. ia tidak mampu melawan keadaan, ada calon anak di rahimnya.
MC, terus memandu acara. sampai acara akad yang di pimpin oleh penghulu. Johan sebagai wali nikah menggenggam calon mantunya dengan erat. Hingga ijab kabul pun berjalan sukses.
Setelah sesi akad. MC pun memandu untuk memasangkan cincin yang sebelumnya sesi salaman dan ciuman.
Saat putri memasangkan cincin pada suaminya, ia merasa gugup, tangannya dingin sekali. " Sayang.. aku tak akan memakan mu sekarang. santai saja.. " Bisik Lutfi membuat Putri menengok suaminya kesal.
Dalam keadaan begini, suaminya masih bercanda. apa ia tidak gugup. " menyebalkan. awas.." Bisik Putri balik. Lutfi tersenyum, melihat istri nya yang lagi gugup.
Setelah pernikahan, di lanjutkan pesta yang cukup meriah. walau semuanya dadakan, tapi semua berjalan lancar. untung ada teman Dian yang mau membantu semuanya ke butuhkan pesta anaknya.
Hari sudah larut. acara pernikahan yang sederhana tapi tak kunjung selesai, karena banyak tamu yang datang menghadiri. tetangga pun berdatangan. ingin menyaksikan pernikahan Putri. walau hanya melalui undangan WA yang di bantu Pak RT. . Karena kebetulan Johan adalah Pak RT di komplek tersebut.
__ADS_1
Setelah keluarga Lutfi pulang. dan hanya tinggal keluarga pihak Putri yang menginap. itu pun sebagian di hotel. karena nggak muat. Mereka pun masuk ke kamar masing-masing karena lelah. Kehamilan Sonya belum di beritahu. ia tidak ingin merusak momen ke bahagia adiknya.
Sonya sudah duluan masuk kamarnya. karena pinggang nya terasa capek. karena lama berdiri. Arjuna masuk ke kamar menyusul Sonya. Hari ini pun lelah, lelah melihat mantannya menikah.
Sementara Putri yang di kamarnya pun merasa canggung. ia masih gugup, karena Lutfi terus memandangnya saat ia membuka sanggul dan jepitan rambutnya.
Lutfi pun mendekat, saat ia melihat istrinya yang kewalahan melepas jepitan rambut.
" Sayang.. kalau nggak bisa tuh minta bantuan, jangan diam saja." Ucap Lutfi mencoba membantu.
Putri menengok suaminya dari pantulan kaca yang ada di depannya. ia mengerucut kan bibirnya kesal. Lutfi terkekeh melihat istrinya yang kesal.
" Bibirnya bisa kondisikan. nanti aku khilaf jangan marah.." Goda Lutfi. Putri pun merapatkan bibirnya. Lutfi terkekeh melihat ekspresi istrinya yang lucu baginya.
" Sepertinya pak dosen bahagia sekali melihat saya kesal.." Sungut Putri sebel.
Lutfi pun mencium kepala istrinya setelah menyelesaikan jepitan rambut. ia pun menyisir kan rambut istrinya dengan lembut.
" Sayang.. kita bulan madu yok.. " Usul Lutfi yang mengejutkan Putri.
"Katanya nggak nuntut, tapi kok ajak bulan madu..? " Tanya Putri curiga.
Lutfi kembali tertawa, ia memeluk istrinya dari belakang. " Sayang.. bulan madu tuh bukan satu tujuan saja. tapi banyak tujuan. apalagi tugas ku masih berat.. " Lutfi kembali mencium kepala istrinya.
" Tugas berat..? " Tanya Putri bingung..
Lutfi memutar badan istrinya, ia bersimpuh di depan istrinya. dan memegang kedua tangan istrinya lembut dan menciumnya. Putri pun tidak menolak perlakuan suaminya.
" Sayang.. aku punya tugas berat. yaitu mengajarkan mu untuk jatuh cinta padaku.." Jawab Lutfi menatap istrinya sendu.
Putri terdiam ia tidak pungkiri. kalau saat ini ia belum mencintai suaminya!, namun ia nyaman menerima perlakuan suaminya.
" Maaf... " Jawab Putri lirih.
__ADS_1
Lutfi meraih pundak istrinya, ia pun mencium lembut bibir istrinya. Putri tidak menghindar sedikit pun. Dan Lutfi pun melepaskan ciumannya, karena tidak bersikap gegabah.
" Aku mandi dulu. kita sholat jamaah, dan istirahat." Ucap Lutfi menghindari gejolak di hatinya. Ada sesuatu yang menuntut hak nya yang di bawah. namun ia belum bisa melakukannya. Karena ia telah berjanji pada Putri saat ia meminang dulu.