Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Pertemuan lagi


__ADS_3

Ternyata benar. suami Mis Ana sudah siap menunggu dengan bermacam makanan. karena hobi suami mis Ana dari dulu masak-masak. Itu tak masalah bagi mis Ana yang menyukai makanan apa saja.


Di saat mereka menikmati makanan yang tersedia. tiba-tiba bel apartemen berbunyi. Suami mis Ana langsung membuka kan pintu buat tamunya.


"Oh. Nino silahkan masuk. kebetulan ada tamu." Ajak Hans suami Mis Ana.


"Terimakasih mister Hans. apakah kehadiran saya tidak tepat?" Tanya Nino yang tak enak hati.


"Oh tidak. silahkan masuk." Ajak Mister Hans pada Nino yang merasa canggung. karena di dalam ada Ais dan mungkin keluarganya.


Mis Ana yang mengetahui kehadiran Nino pun mendekatinya. " mari duduk di sini. bergabung bersama kita. letakkan dulu tugasnya di sana." Perintah Mis Ana. yang merupakan Dosen pembimbing Nino menyelesaikan tugas akhirnya.


Nino merasa salah tingkah." Silahkan duduk di sini Bruder Nino" Ajak Abiyan yang menyadari kalau Nino tidak enak hati.


"Oh. terimakasih. maaf saya mengganggu." Ucap Nino tersenyum kikuk. Sementara Ais hanya cuek saja memakan masakan mister Hans.


"Pa.ma. kenalkan. ini ketua senat kita, salah satu calon mantu papa mama." Ucap Abiyan membuat Nino melotot.


Lutfi terkekeh mendengar ucapan anaknya." Oh.. perkenalkan. saya papanya Ais dan Hani. kamu suka anak saya yang mana.?" Tanya Lutfi langsung yang membuat Nino makin kaku.


"Anak gadis kecilmu itu. yang telah memporak porandakan konsentrasi anak didik saya. ini sudah ketiga kalinya ia memperbaiki tugas akhirnya. selama ini ia tidak pernah mengecewakan saya sebagai dosen pembimbingnya." Jawab Mis Ana. membuat Nino makin tak berdaya. ia takut akan berdampak jelek dan dapat tendangan dari mantan dosen tempat ia kuliah.


"Ha..ha.." Lutfi tertawa.


"Oh. ya siapa namanya nak.?" Tanya Putri lembut.


"Hm! saya Nino Mis." Jawab Nino singkat.


Putri memperhatikan sikap Nino yang tidak tenang. kedua tangannya di remas. seperti seorang gadis yang di tanya calon mertua.


Putri pun terkekeh." Aneh ya pa. anak kita mampu membuat seorang Nino grogi. sementara ia tuh cuek saja makan dengan lahapnya. tanpa menoleh sedikit pun atau ber basa basi." Ucap Putri melihat anak gadisnya dan Nino bergantian.


Semua mata tertuju pada Putri yang asyik memakan makanan yang ada. tanpa perduli dan terusik.


Hani menyenggol gadis adiknya yang tidak ramah sedikit pun. bahkan bersikap jaim dekat laki-laki. walau tubuh nya kecil. tapi selera makannya cukup kuat.

__ADS_1


"Apaan si mbak ganggu makan ku saja." Ucap Ais menatap Hani yang menegurnya.


"Tuh. calon suami mu datang berkunjung." Ledek Abiyan yang gemes dengan adiknya. yang acuh saja.


"Oh.." Jawabnya singkat.


Putri dan Lutfi melotot mendengar jawaban anak gadisnya yang singkat. hanya Oh. apa berarti benar kata Mis Ana. kalau anak gadisnya telah merusak jiwa anak orang yang terlihat sangat pintar.


"Yang sopan dikit nak. dia kan kakak tingkat mu." Ucap Lutfi menasehati.


"Aku tahu pa. tapi sombong. aku mana suka dengan laki-laki sombong. yang sok hebat seolah dia yang paling pintar." Jawab Ais cuek.


Nino mati kutu. wajahnya memerah menahan malu. ia mendapat penilaian di dekan orang tua gadis itu langsung


"Lihat kan sobat. anak mu. bikin aku gemes tahu nggak." Ucap Mis Ana yang geleng- geleng kepala.


"Ha..ha.. maaf kan anak kami ya Nino. kalau kamu memang suka. ya kamu berusaha sendiri untuk mendapatkannya. tapi ingat! kamu jangan sampai merusaknya. Dan jangan lupa fokus dengan tugas akhir mu. Kalau bagi saya sih, siapa saja bisa jadi calon mantu saya." Ucap Lutfi yang memberi semangat.


"Makasih Om. Tante atas kepercayaannya." Jawab Nino seperti dapat semangat baru.


"Ha..ha.. sorry ya mis Ana. harap maklum ya anak kami." Bela Putri yang merasa tak enak sikap anaknya.


"Tak apa. santai saja sobat." Ucap Mis Ana yang di iringi. tawa.


Akhirnya mereka makan bersama. Nino mencuri pandang pada gadis kecil yang duduk di depannya. gadis tersebut acuh saja. menikmati cemilan yang di buat pelengkap makanan.


****


Selama. Putri dan Lutfi di sana. Ais merasa bahagia. Karena makanan ke sukaannya dapat ia nikmati.


"Ma. besok bikin aku ikan gulai tu Lo ma. kata bang Kinan rasanya enak." Ucap Ais meminta mamanya antusias.


"Oh. kalau begitu supermarket beli bahannya." Jawab Putri juga semangat.


" Ok.!" Jaaba Ais girang.

__ADS_1


mereka berdua pun ke supermarket. yang kebetulan hanya mereka berdua di rumah. yang lainnya pada sibuk kuliah.


Biasanya mamanya ngikut kemana Lutfi pergi. ini kebetulan Ais tidak ada kuliah. jadi bisa jalan-jalan bareng.


Putri dan anak gadisnya. ke supermarket dengan menaiki Taxi. sampai di sana,Ais buru-buru cari ikan segar untuk di buat gulai.


"Ma. ikan mas bagus-bagus. ini aja ya ma. aku pengen beli lebih. mana tahu besok mama nggak ada aku bisa bikin sendiri. ajarin ya ma." Ucap gadis tersebut heboh. kalau soal makanan.


Karena saking semangatnya. Ais Lompat-lompat seperti anak kecil. hampir saja ia terjatuh tersandung kaki seorang laki-laki. untuk dengan cekatan laki-laki tersebut memeluknya. hingga Ais tak jadi jatuh.


Laki-laki tersebut. melotot saat. ia melihat gadis yang ada dalam pelukannya. " Ais." Ucap laki-laki yang tak lain adalah Nino.


Dengan cepat Ais berdiri dan melepaskan diri dari pelukan Nino. " Maaf. tak sengaja menginjak kakinya." Ucap Ais dan meninggalkan Nino yang masih bengong.


Ais mencari mamanya yang sudah pindah ke rak lain. Ais menemukan mamanya yang asyik memilih bahan makanan yang bisa di simpan anaknya di kulkas.


Nino pun m ngikuti gadis tersebut. ia takut terjadi apa-apa pada gadis tersebut. " Oh ternyata bersama mamanya." Lirih Nino.


Nino pun hendak pergi tapi keburu Putri melihatnya." Eh Nino... apa kabar..?" Tanya Putri antusias.


Ais pura-pura tidak tahu. dadanya gemuruh saat mereka berpelukan yang tak sengaja tadi. ia cuek saja memilih cemilan ke sukaannya.


"Ya Tante. " Ucap Nino. karena putri memintanya dengan panggilan tersebut. karena ia orang Indonesia.


"Kamu belanja apa?" Tanya Putri melihat keranjang Nino yang sudah penuh dengan bermacam-macam kebutuhan.


"Biasa Tante. kebutuhan sehari-hari di apartemen sudah banyak yang habis." Ucapnya sungkan.


"Oh.." Putri manggut-manggut, tersenyum melihat banyak juga bahan dapur di sana.


" Kamu masak sendiri?" Tanya Putri penasaran. Dan di anggukan Nino. Putri kagum dengan sosok Nino yang mandiri.


" Kamu tinggal sendiri?" Tanya Putri makin penasaran. Dan kembali di anggukan Nino.


Putri gemes dengan pemuda tersebut.

__ADS_1


__ADS_2