
Lutfi pun masuk kamar, setelah ia menonton bola dengan anaknya. saat masuk kamarnya sudah remang-remang dan istrinya sudah tidur.
Lutfi merangkak mendekati istrinya. jari sudah hampir menjelang pagi. untung besok libur, jadi ia bisa istirahat.
Lutfi membelai istrinya. meminta di layani, Putri menolak karena masih kesal dengan suaminya. Karena menghindar. Lutfi merasa kecewa karena hasratnya tidak terpenuhi.
Semenjak kecelakaan, ia tidak berhubungan dengan istrinya. mungkin karena begadang jadi hasrat untuk itu. Namun istrinya menolak.
Entah kenapa, penolakan Putri membuatnya kesal. sudah dua hari ini mereka berdua seolah bermusuhan. hanya yang perlu+ perlu saja mereka bicara.
Sehingga anak-anak mereka tidak ada apa dengan kedua orangtuanya. Sebab Putri tetap saja melayani makanan mereka.
Hari yang di tunggu pun tiba, mereka akan pergi libur bersama ke puncak. Dengan tiga mobil mereka pergi berlibur.
Sampai di vila yang mereka miliki. Semua masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Hani yang kebetulan juga libur kuliah. ia pun ikut bergabung. Karena sudah setahun lebih ia tak pulang.Momen ini. telah lama di tunggu-tunggu.
"Eh. Kalian istirahat lah dulu. nanti malam kita akan barbeque. Jadi tidak alasan untuk ngantuk." Perintah Lutfi. dan di setujui semuanya.
Anak perempuan satu kamar. begitu juga anak laki-laki sekamar. dan para orang tua tidur dengan pasangan masing-masing.
karena ada lima kamar. jadi pas untuk mereka Putri sudah duluan masuk kamarnya, ia membereskan bawaannya.
Lutfi masuk langsung ke kamar mandi. Putri yang merasa tidak enak. dan bersalah karena telah menolak sang suami. Jadi ia berniat untuk minta maaf.
Setelah Lutfi keluar, Putri pun masuk kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum istirahat. Lutfi telah tidur, saat Putri telah selesai dari kamar mandi.
Putri meraih tangan suaminya dan meminta maaf. "Mas. maaf.. maaf.." lirih Putri mencium tangan suaminya.
Awalnya. Lutfi cuek saja. ia tak bergeming sedikit pun, hingga Putri kembali minta maaf sambil memeluk tangan suaminya.
"Maaf." Putri tersedu-sedu. karena di cuekin suaminya.
Melihat istrinya yang menangis tersedu-sedu. Lutfi pun tak tega. ia pun memeluk istrinya.
"Sayang. mas memang kecewa saat kamu tolak. jika kamu marah ada kesalahan mas yang tak mas ketahui tanya langsung. tapi jangan sampai menolak mas saat memintanya. Jika mas lelaki bejat. mungkin mas akan mencari pelampiasan pada wanita lain. Namun mas tidak mau seperti itu. Karena mas ingat kalian. Mas masih sayang sama kamu dan anak-anak." Lutfi memeluk istrinya dan mengungkapkan unek-uneknya.
Putri tak satu pun berbicara. hanya air mata yang tak henti keluar dari pipinya. Lutfi mengusap pipi istrinya yang basah.
__ADS_1
"Mas harap tidak lagi penolakan seperti itu. toh kita melakukannya tidak tiap hari." Goda Lutfi dan mencium bibir istrinya. Hingga mereka melampiaskannya pada sore itu
Menjelang magrib mereka sudah kumpul untuk sholat berjamaah. Jadi suasana senja itu sangat hangat.
"Mbak. Enak ya kuliah itu.?" Tanya Ais pada sepupunya tersebut.
"Hm! Ada enak dan tidaknya dek." jawab Hani apa adanya.
Abyan yang duduk bersama Rafiq dan Galuh. ikut terpancing mendengar cerita Ais dan Hani.
"Enaknya apa dan tidaknya apa?" Tanah Abiyan yang duduk di samping saudaranya.
Hani dan Ais yang tidak mengetahui kedatangan Abiyan menoleh bersama. Hani tersenyum.
"Enaknya. kita banyak teman dan suasana yang baru dan tidak berpakaian seragam, jadi kalau ke mana-mana nggak perlu di tutupi. dan tidak enaknya, banyak tugas yang dikerjakan. Apalagi dapat dosen yang kiler." Jawab Hani yang tak ingat kalau papa Lutfi dulu seorang Dosen.
"Siapa saja Dosen kiler nya mbak.?" Tanya Lutfi juga duduk bersama anak-anak.
"He..he.. maaf pa." Jawab Hani cengengesan.
Mereka pun tertawa, begitu juga dengan para orang tua yang juga mendengarkan karena para orang tua sibuk mengurus acara barbeque.
Ada yang sibuk mengurus yang akan di bakar. ada yang mengurus tempat pembakaran dan tempat duduk di pasang tenda dengan meja panjang dan kursi yang berjejer di sekelilingnya.
"Ya bund." Jawab mereka serentak.
Suasana barbeque Kini sangat heboh, karena selain makan-makanan mereka juga mengadakan kuis khusus anak-anak. jadi siapa yang salah langsung dapat tugas membakar.
"Huruf awalan A dari macam-macam buah?" Tanya Lutfi yang memimpin kuis.
"Anggur." Jawab Abiyan cepat.
"Alpukat tengah malam baru usai." Jawab Ais tak kalah.
"Apel." Jawab Rafiq cepat.
'Ah. Abang curang. aku kan tadi mau nyebut." Sungut Galuh Manja takut di suruh bakar-bakar.
Kekesalan Galuh membuat semuanya Tertawa, Galuh lari lada neneknya. Ia memeluk neneknya.
__ADS_1
"Nenek. kalau aku kalah,bantuin aku bakar-bakar ya " Rengek Galuh memeluk neneknya.
"Tentu saja sayang. Semangat ya." Ucap Vanessa menyemangati cucunya yang kesal.
Galuh pun mencubit abangnya yang merasa menang.
Lutfi kembali memberikan kuis setelah drama yang cukup menyita waktu. Dengan semangat mereka menjawabnya. Hingga tengah malam baru usai.
Mereka pun masuk kamar dengan perut kenyang dan kelelahan. Acara kali ini sangat berkesan bagi mereka semuanya. karena sebentar lagi,, anak-anak sudah pindah ke luar negeri mencapai cita-citanya.
Jadi acara tersebut di buat juga. selain untuk perkumpulan dan silaturahmi. juga sebagai acara perpisahan si kembar yang juga akan menuntut ilmu di negeri seberang.
Sonya dan Luthfi tidak merasa khawatir lagi. karena si kembar akan kuliah di tempat Hani. jadi tak perlu di was-was lagi
Siangnya setelah sarapan pagi. mereka kembali pulang dengan membawa kenangan selama acara semalam.
Lutfi dan Putri pun tak lagi marah, setelah kata maaf dan diakhiri dengan pergulatan panjang. mereka pun kembali seperti semula.
"Pa. kapan kita pindah ke rumah baru?" Tanya Ais yang ingat akan hal itu.
Lutfi melihat anaknya dari kaca spion dan tersenyum." Kenapa nak. kok tumben nanya?" Tanya Lutfi balik.
Lutfi bukannya menjawab malah kembali bertanya membuat mut Ais habis, ia merenggut. Putri melihat anak gadisnya yang merenggut menggosok punggung tangan anaknya.
"Hai. cantik, kenapa merenggut. kan biasa papa nanya. Oh. ya, kakak serius mau kuliah tempat mbak Hani. bukan karena ikut-ikutan kan.?" Tanya Putri mengalihkan pertanyaan.
"Nggak ma. Ais juga pengen sekali. lagian Ais kangen di sana ma. kan Ais lahir dan di besarkan di sana.!" Ucapnya mengingat temannya yang ada di sana.
"Oh. udah kangen sama temannya.?" Tanya Putri mengusap rambut anaknya. Ais mengangguk. Dan memeluk mamanya.
"Boleh ya ma.kakak kuliah di sana. lagian ada Abang dan Mbak Hani." Ais memohon pada mamanya. Karena izin dari mamanya yang belum di kantongnya.
Putri mengangguk dan tersenyum, tidak mungkin ia menghambat keinginan anaknya. Lagian di sana masih ada teman suaminya yang akan mengawasi.
"Oh. ya Kak. Minggu depan kita sudah pindah rumah, sekarang masih di renovasi sedikit bagian depan. mama kan suka ikan. Jadi mama pengen buat akurium lepas dan langsung ada pincurannya diatasnya ada jembatan kecil." Cerita Lutfi yang menceritakan.
"Oooh. " Aku juga suka ada ikan aquarium yang lepas gitu ma." Jawab Rafiq yang memang suka ikan.Ais hanya mengangguk mendengar ceritanya.
"Kalau begitu. kenapa kita nggak ke sana saja sekarang ma. lihat-lihat gitu." Ucap Abiyan yang juga penasaran.
__ADS_1
Lutfi pun akhirnya berbelok mengikuti Aryo yang jalan di depan mereka. karena rencananya mereka akan berpisah pas di persimpangan jalan. karena arah rumah mereka berbeda.
Putri menelpon mbaknya dulu. agar tidak kaget. karena belum ada perjanjian sebelumnya.Tentu saja Sonya senang. Mereka akhirnya menuju rumah Sonya serta melihat rumah baru mereka yang sedang di renovasi.