
Malamnya, Putri resah, ia tidak bisa tidur, Lutfi yang melihat keresahan istrinya pun kasihan. " Sayang.. kenapa. ada yang sakit. atau ada yang mau diinginkan.? " Tanya Lutfi lembut.
Ia mengusap punggung istri lembut.
Putri hanya diam, saat tangan suaminya menggosok punggungnya. Lutfi berhenti dan duduk. ia menatap istrinya yang kebetulan balik menatapnya.
" Kenapa di henti kan kak.. " Rengek Putri kecewa. Lutfi tentu kaget.
" Sayang.. maaf ya, sini kakak gosok punggungnya. kakak nggak tahu kalau ini membuatmu nyaman." Ia pun mengambil minyak Zaitun, agar terasa terapi.
Dengan sabar Lutfi menggosok punggung istrinya sampai tertidur. setelah istrinya nyaman baru ia tidur.
***
Vanessa sudah datang membantu anaknya. karena, Lutfi sedang sibuk. makanya diminta mamanya lebih cepat datang, sebab Lutfi nggak mau meninggalkan istrinya sendiri di rumah. Walau sudah ada pembantu. namun hanya untuk siang saja.
Delapan bulan lebih seminggu. Putri pagi itu mengerang kesakitan, padahal masih ada tiga minggu lagi. namun kontraksi yang di alami Putri seperti mau melahirkan.
untung suaminya belum ke kampus, hingga ia bisa mengantar istrinya ke rumah sakit.
__ADS_1
Putri melahirkan normal dengan berat anaknya yang agak kecil. jadi harus masuk Incubator. alat penghangat bayi yang kurang berat badannya.
Lutfi sangat bahagia, melihat kelahiran kedua anaknya. " Assalamu'alaikum anak papa. selamat datang nak.." Ucap Lutfi lirih menatap kedua anaknya yang ada dalam incubator.
Hatinya sangat bahagia, ia pun mengambil gambar dan mengirim ke SW nya. karena ia mungkin belum sempat menelpon keluarga satu persatu. maka itulah caranya. agar mereka semua tahu.
Benar saja. baru saja ia mengirimnya, banyak chat yang masuk. namun belum bisa ia lihat. ia sibuk dengan kondisi istrinya yang masih lemah.
" Sayang.. terimakasih ya, cepat sehat. agar kamu bisa melihat mereka berdua." Lutfi mencium kening istrinya yang masih lemah.
Putri berusaha tersenyum walau keadaan lemah. mungkin karena ia mengejan anak dia kali. hingga tenaganya terasa terkuras.
Walau terasa malas dan belum nyaman. Putri berusaha menyenangkan suaminya.
" Ya suami ku.. " Jawabnya lambat.
lutfi mengusap kepala istrinya lembut. maaf ya. membuatmu sakit.." Ucap Lutfi mencium kening istrinya
Keluarga kecil tersebut bahagia dengan kelahiran anak mereka,namun tidak dengan rumah tangga Sonya dan suaminya Arjuna.
__ADS_1
Arjuna kesal sendiri melihat SW nya Lutfi.
" Sombongnya.. " Ucapnya kesal.
Sonya hanya sibuk dengan anaknya yang sudah mulai mengangkat ekornya. seolah mau duduk.
" Cantik mama.... adik kembar mu sudah lahir. mama penasaran dengan mereka... " Ia cerita seolah anaknya paham.
Si kecil Sonya yang bernama Jihan tersebut tengkurap. membuat Sonya tertawa lepas. Arjuna memperhatikan istrinya yang bahagia ia pun mendekatnya.
" Ada apa. kok bahagia sekali..? " Tanya Arjuna penasaran.
" Lihat, Tingkah Jihan sangat lucu..." Sonya tertawa sambil menunjuk anaknya yang tengkurap tapi ekornya nungging ke atas.
Arjuna pun tertawa melihat nya.
Dalam hati Sonya senang, walau suaminya tidak mencintainya, namun jika ia bicara tentang anak mereka Arjuna langsung respon. itu sudah membuat Sonya bahagia.
Bagi kebahagiaan anaknya yang utama. ia tak peduli dengan dirinya. apalagi sekarang adiknya sudah melahirkan si kembar, tentu mereka makin sibuk masing-masing.
__ADS_1
" Mudah-mudahan ini berakhir.." Liriknya dalam hati.