Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Ungkapan Aryo


__ADS_3

Hidup segan mati tak mau atau hidup segan mati enggan adalah peribahasa Indonesia berupa sindiran untuk menggambarkan seseorang yang tidak berbuat apa-apa karena tak memiliki tujuan hidup.


Pribahasa ini cocok di berikan pada seseorang yang sudah putus asa. Karena tidak punya tujuan hidup. Tidak punya gairah dan semangat dalam menjalani hidup. Hampa, monoton, tidak bisa melakukan perubahan.


Itu yang di rasakan selama ini oleh Sonya. saat ia menjalani hidup bersama dengan Arjuna. Walau ia berusaha untuk tersenyum, namun karena perlakuan Arjuna padanya membuat hatinya membeku.


Namun kehadiran Aryo mampu membuat Sonya tersenyum, tertawa. Padahal mereka hanya bercerita masa lalu yang tidak penting.


"Kring....kring.." Handphone Sonya berdering, ada panggilan masuk. ia segera melihat, matanya melotot. karena ia tidak menyangka. Orang yang ada dalam pikirannya beberapa hari ini menghubunginya. Dan segera mengangkatnya.


"Halo.. Assalamualaikum. Yo." Ucap Sonya memberi salam.


"Hm!" Waalaikumsalam. kamu sibuk? Lama mengangkatnya.?" Tanya Aryo di seberang.


"Oh sedikit. tumben kamu menghubungi ku.ada apa Yo.?" Tanya Sonya yang menyembunyikan ke gugupannya.


"Jika kamu ada waktu. bisa nggak kita makan siang hari ini.?" Tanya Aryo to the points.


Sonya terdiam, ia kaget sekali mendengar ajakan Aryo.


"Jika kamu sibuk. lain kali aja..." Ucap Aryo agak kecewa.


"Eh. ah. nggak. aku ada waktu. dimana lokasinya?. kita bertemu di tempat saja." Jawab Sonya cepat. takut Aryo membatalkan.


"Kafe di depan butik mu saja, 15 lagi aku sampai." Jawab Aryo mematikan panggilan mereka secara sepihak, dan mengagetkan Sonya lagi.


Sonya mengambil nafas dalam. jantungnya kenapa berdetak begitu kencang. " Apakah aku jatuh cinta. Rasa ini baru kali ini aku rasakan. saat bersama Arjuna dulu.. belum pernah aku rasakan." Ucap Sonya lirih.


Ia pun segera bersiap-siap ke kafe di depan butiknya. Karena mereka janjian di sana.


"Hai. apakah kamu sudah menunggu lama.?" Tanya Aryo yang melihat Sonya baru duduk


"Oh. baru saja sampai. ayok.!" Ajak Sonya salah tingkah.

__ADS_1


Aryo pun duduk bersebrangan dengan Sonya. Ia memandang wajah wanita yang ada di depannya. sudah Tiga tahun ia menduda semenjak istrinya meninggal saat kecelakaan bersama anaknya. membuat ia menutup diri.


Namun pertemuannya dengan Sonya beberapa bulan yang lalu, dan pembicaraannya saat ulang tahun perusahaan Lutfi, mampu merubah prinsipnya. yang ingin menikah hanya sekali.


"Kenapa kau memandangku seperti itu.?' Tanya Sonya berpaling.


Aryo tersenyum."Maaf. kamu makin hari makin cantik saja. membuat aku pangling." Jawab Aryo.


"Pandai juga kamu gombal Yo. eh kita ke sini mau makan atau ngobrol.?' Tanya Sonya basa basi.


"Dua-duanya." Jawab Aryo terkekeh.


Sonya hanya menggelengkan kepalanya saja. takut ia salah menilai. ia tak mau terlalu berharap. Seperti yang telah ia berikan harapan pada mantan suaminya dulu.


Karena dulu dengan Arjuna, ia sangat kagum dengannya. namun lambat laun, ia memperlihatkan sikap aslinya setelah Hani lahir.


Sekarang laki-laki yang ada di depannya pun seolah memberi harapan. namun ia tidak mau cepat terpancing.


Ia akan berencana memegang tangan Sonya. ia tidak ingin menahannya lagi, rasa yang ada selama ini. Karena dulu pun, ia menyukai Sonya. namun dulu mungkin cinta monyet. sekarang rasa itu datang lagi. tapi bukan lagi cinta monyet. dan mungkin cinta orang hutan.he.e.he.. ( maunya athor).


"Nggak apa. oh ya makanannya datang. kita makan dulu ya." Ajak Sonya yang melihat waiters datang mengantarkan pesanannya.


"Oh. baiklah, Jawabnya singkat.


Aryo dan Sonya pun menikmati makanannya. Aryo tidak bisa. mengganggu kenyamanan Sonya. ia biarkan mereka selesai makan.


"Oh ya. Sonya. Gimana kabar Hani? Susah ya membesarkan anak sendiri.!" Aryo memberikan pernyataan yang membuat Sonya kaget.


"Maksudnya. apa ya Yo.?" Tanya Sonya balik nanya.


Aryo terdiam. apakah Sonya tersinggung. pikirnya.


"Nggak. maksudku.. walau keluarga mu mendukung. hidup sebagai singel parent itu susah ya. apalagi kamu wanita, tentu butuh pendamping yang akan membantu mu." Ucap Arjuna mantap.

__ADS_1


Sonya menunduk. ia berusaha memahami maksud ucapan laki-laki di depannya.


"Emang tidak mudah bagi menghadapi semuanya. rasa kecewa yang di timbulkan masih berbekas di hati. untung keluarga ku selalu memberikan dukungan. Hm! Sejauh mana kamu mengetahui tentang aku.?" Tanya Sonya yang tidak ingin bertele-tele.


Aryo pun mendekati kursinya. itu membuat Sonya kikuk. "Aku tidak tahu banyak tentang mu. Namun aku akan menjadi pelengkap hidup mu. mau kah kau menjadi teman hidupku. mungkin ini terlalu cepat, namun aku sudah bertanya pada keluarga mu sudah lama, mereka menyetujui." Jawab Aryo.


Sonya sangat kaget. mendengar ucapan Aryo."Apa..? Keluarga ku..?" Pertanyaan Sonya di anggukan Aryo.


Sonya menarik nafas dalam. kenapa keluarganya menyembunyikan ini semua. apakah ini rencana Putri dan suaminya. apakah pertemuan di pesta itu di rencanakan.


Namun ia tidak bisa menyesalinya. hanya saja, ia merasa di prank. ia tidak tahu selama ini.


Aryo menggenggam tangan Sonya lembut." Aku bukan laki-laki idamanmu. Namun aku akan berusaha menjadi yang terbaik buat mu. aku akan selalu ada saat kau membutuhkan. aku akan menganggap Hani anak ku. kita besarkan bersama.mau ya.?" Mohon Aryo menggenggam tangan Sonya.


Sonya menarik tangannya. ia belum bisa menerimanya. ia perlu bicara dengan keluarganya dulu. terutama Hani.


"Maaf Yo. beri aku waktu..." Jawabnya singkat.


Aryo terdiam. ia menarik nafasnya dalam. "Baiklah. maaf jika aku terlalu terburu-buru. Sebenarnya bukan terburu-buru juga sih. ini sudah beberapa bulan. saat itu kita bertemu di kafenya Putri. aku sedang meeting. Namun kamu cepat pergi, jadi kita tidak jadi bertemu. dan aku bertanya langsung pada Putri. mereka lah yang mempertemukan kita." Jawab Aryo.


Sonya pun memahami. ternyata benar, adiknya yang buat rencana ini. Sonya merutuki kebodohannya.


"Aku sudah menduga.. aku harap kamu tidak kapok ya... aku masih butuh waktu untuk menetralisir semuanya. rasa sakit ku dulu, belum sepenuhnya hilang. walau aku merasa nyaman bercerita dengan mu." Jawab Sonya jujur.


Dia harus memulai suatu hubungan di awali dengan ke jujuran. cukup kegagalannya dulu.


"Baiklah. aku beri waktu seminggu. kebetulan aku ada urusan ke luar kota. doa kan ya semoga selamat. aku permisi karena sudah menghabiskan jam istirahatmu. takut menganggu waktu mu terlalu lama." Ucap Aryo sedikit formal.


Sonya mengangguk. rasanya sangat aneh saat Aryo berbicara formal begitu. Ia pun bangkit kembali ke butiknya. Setelah kepergian Aryo.


Entah rasa apa yang dia rasakan. saat Aryo pergi, ia merasakan kehilangan. padahal baru mereka berpisah.


Sonya mencoba menghubungi adiknya. namun sudah dua kali panggilan belum juga di angkat. mungkin ia harus menemuinya langsung ke kafe adiknya. Dan ia tidak jadi kembali ke butiknya. namunangsing ke kafe adiknya.

__ADS_1


__ADS_2