
Sudah seminggu Lutfi masih sibuk di dengan perusahaan papanya. Ia sampai bolak balik ke luar kota mencari bukti penyimpangan tersebut. Hingga ia lupa kalau dua hari lagi istrinya wisuda. Untunglah mamanya mengingatkan.
" Ada apa ma. apa putri dan anak-anak sehat ma.?" Tanya Lutfi saat mamanya menelpon.
" Alhamdulillah baik nak. kamu ingatkan Sabtu depan istri mu wisuda. jangan sampai nggak datang. bahaya buat kamu nanti.he..he.." Kekeh mama Dian di ujung sebrang.
" Oh. ya ma. makasih ya ma. Sudah ingatkan aku. besok aku berangkat. Tapi Daim saja dulu ya ma. biar jadi suprise." Mohon Lutfi pada mamanya. yang di setujui. Walau ia agak khawatir dengan Putri. Pasti ia akan ngamuk kalau sampai Lutfi terlambat.
***
Putri sudah menyiapkan pakaian untuk wisudanya. serta pakaian anak-anak dan keluarga lainnya.
Hari ini, mereka masih di butik mencoba pakaian. kalau masih ada yang akan di perbaiki.
" HM. cantiknya anak mama." Goda Dian pada mantunya.
" Ah. mama bisa aja. Oh ya ma. apa mama dapat kabar dari kakak? kapan ia akan kembali.?' Selidik putri. Karena sudah dua hari Lutfi tidak menghubunginya.
" Rencananya ada nak. semalam kamu sudah tidur. jadi Lutfi menelpon. Lutfi nggak mau membangunkan kamu, setelah melihat wajah istri dan anaknya." Ucap Viona lembut.
Ia tahu Putri saat ini butuh suaminya. selain akan wisuda, juga karena kehamilannya.
" Oh..." Jawab Putri singkat. karena ada rasa kecewa di hatinya. saat mengetahui kalau suaminya menelpon mamanya. sedangkan ia tidak. padahal kemarin itu ia masih mengirim pesan. tapi jawabannya Ok saja. saat Putri menanyakan apakah datang saat wisuda.
" Ah. sudahlah sayang Jangan terlalu sedih. tidak baik buat anak kalian." Nasehat Vanessa lembut mengalihkan suasana..
" Hai. bagus Lo kalau di tambahkan asesorisnya ini." Seru Dian melihat pita renda yang menarik menurutnya. Dan di sukai Putri dan Vanessa.
Setelah selesai. mereka kembali pulang, sebab Sonya tinggal di rumah bersama tiga anak yang lumayan nakal saat ini.
****
Di rumah ke tiga bocah telah menghancurkan rumah dengan bermacam mainan yang berserakan. Sonya bukan tidak melarang, namun ke tiganya mengaku belum selesai main. nanti di bereskan. makanya Sonya akhirnya membuat cemilan.
__ADS_1
Saat Sonya di dapur. Handphone berbunyi. dan terdengar oleh Hani." HM ada telpon dari ayah." Ia pun segera mengangkat setelah menekan tombol terima.
" Halo Ayah. Assalamualaikum." Seru Hani bahagia.
"waalaikumsalam. Halo cantik ayah. dimana bunda..?" Tanya Arjuna yang tak melihat istrinya.
Hani pun memberikan handphone pada bundanya, yang saat ini sedang sibuk.
" Assalamualaikum. Ayah apa kabar. apa ada perlu penting.?" Tanya Sonya penasaran.
Arjuna masih diam. ia melihat suasana apartemen Putri. bahkan ucapan Sonya tidak dihiraukan.
" Kenapa hanya ada kalian berdua. yang lain kemana?" Tanya Arjuna yang tidak menjawab pertanyaan istrinya malah kembali bertanya.
" Semuanya pergi. mengambil baju wisuda putri lusa." Jawab Sonya ketus. ia kesal. Jika masalah putri pasti suaminya masih semangat membahasnya.
" Oh. jadi lusa wisuda putri.?" Tanya Arjuna. Membuat Sonya makin ilfil. Makanya ia kadang menutup diri dari adiknya. padahal adiknya nggak salah. yang salah keadaan yang membuat ia terjebak dengan kekasih adiknya, yang tidak sengaja ia rebut.
" Kamu kapan pulang dengan Hani. masalahnya aku mau ke Jakarta. Kebetulan ada urusan, jadi kalau kalian masih lama aku mungkin hanya sebentar di Jakarta." Ucap Arjuna menjelaskan.
" Mungkin aku akan kembali setelah Putri wisuda." Jawab Sonya apa adanya.
" Oh.. Berarti ke tunggu kalian di rumah bunda ya." Ucap Arjuna. Yang di anggukan Sonya. Sebelum handphone di matikan terdengar suara Putri yang memberi salam saat mereka sampai.
" Assalamualaikum. kak. gimana anak-anak. Apa tidak membuat kakak pusing kan.?" Tanya Putri yang terlihat oleh Arjuna di balik layar.
" Masih cantik." Lirih Arjuna yang terdengar oleh Sonya. Dan langsung di matikan nya.
Arjuna kesal. Karena ia belum bisa melepaskan kangen pada Putri sudah di matikan Sonya.
" Ah.. nggak tahu sopan santun. main matikan saja sendiri." Kesalnya. Sedangkan Sonya hanya tersenyum mendengar pertanyaan adiknya yang tidak mengetahui kalau mereka sedang dalam sambungan telepon. eh VC.
Walau dikatakan Sonya mereka baik-baik saja. tapi tidak dengan keadaan rumah yang kayak kapal pecah. berantakan dimana-mana.
__ADS_1
" Abang adek. yok segera rapikan lagi dan cucu tangan kalian kita mau makan. sebelum rapi kalian belum boleh makan." Perintah Putri. Dian dan Vanessa terpaksa diam. memang didikan Putri sangat keras. Mungkin semua pekerjakan di kerjakan berdua saja sama Lutfi.
Bagi mereka. lebih baik di antar ke laundry nyuci dan setrika. dari pada bawa ART. atau lebih baik masak sendiri apa adanya, jika tidak sempat delivery saja.
Jadi hidup mereka tersusun rapi dan di siplin. Sebab kehidupan mereka yang sibuk dengan aktifitas masing-masing.
' Ya ma" Jawab Ais dan Biyan. Yang juga di bantu Hani. Ketiganya pun asyik mengumpulkan mainan ke tempat semula, sambil larian. Bahkan mereka sampai berebut siapa yang paling banyak. Setelah selesai lari ke wastafel mencuci tangan. Yang juga di ikutin Hani.
Ais dan Abyan setelah cucu tangan langsung menghadap mamanya menengadahkan tangan ke depan Putri. lalu Putri pun memberikan cemilan buat ketiganya.
" Karena sudah merapikannya. ini buat kalian." Ucap Putri bangga.Semuanya tersenyum haru.
******
Hari ini. adalah hari wisudanya Putri. Ia dari siap subuh di dandani Di salon yang sudah di siapkan Lutfi sebelum berangkat.
Satu jam kemudian. semuanya berangkat ke kampus Putri. ia hari bahagia sekali. lebih perjuangan ia menamatkan S1. Bagi seorang wanita yang telah berkeluarga sangat kerepotan jika sudah berkeluarga. apalagi punya anak kembar lagi. Namun duskungan Lutfi lah yang membuatnya kuat dan akhirnya menamatkan tepat waktu.
Setengah jam akan acara di mulai. Lutfi belum juga sampai. Putri sudah bolak balik matanya melihat ke arah pintu masuk. jika suaminya muncul. Namun sampai sekarang belum ada kabar.
Tak lama. semua mahasiswa yang akan di wisuda di minta berdiri. untuk masuk ke dalam ruangan yang telah di siapkan.
Putri kembali menoleh ke belakang. melihat ke arah pintu masuk. jika suami akan muncul. Namun belum juga. ia sudah berusaha menghubungi . Namun apalah daya. sepi suaminya tidak bisa hadir.
Saat namanya akan di panggil. Putri masih saja merasa menoleh ke arah pintu. Ia berharap suaminya muncul. menghadiri wisudanya.
Putri berjalan tidak semangat. walau ia berusaha tersenyum. ia naik ke podium. Pas naik. ia melihat tatapan seseorang yang ia kenal berbaris bersama para dosen.Ia sangat terkejut dan bahkan tidak percaya.
Putri masih saja terlena. hingga suara dekan memecah lamunannya. You're fine, Prof Lutfi. her husband is behind us (. Kamu baik saja nyonya prof Lutfi. suaminya ada di belakang kami) Tanya Dekan yang akan memindahkan jambulnya.
Ucapan Dekan membuat Putri malu. Yah awalnya ia kecewa, karena suaminya tidak bisa beri kabar kalau ia akan datang. tapi sudah muncul di depan bersama para dosen.
" He..he.. " Senyum Putri canggung. Karena dekan tersebut sudah tahu kalau ia istri dari Lutfi. makanya ia berani meledeknya
__ADS_1