Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Masalah


__ADS_3

Nino sudah berusaha sabar menghadapi sikap Ais yang. hanya duduk tanpa meminta maaf sedikitpun.


Setelah Hani masuk kamarnya. dengan cepat Nino pindah ke sebelah Ais. ia memegang gadis tersebut dan memaksanya untuk menatapnya


"Katakan. apa yang sebenarnya terjadi.?" Tanya Nino yang tidak tahan lagi di diamkan begitu.


"Untuk apa. di jelaskan.Mas bebas kok mau ngapain dengan gadis di sana. sedangkan aku di sini hanya belajar kelompok dan di antar pulang saja. Mas sudah marah-marah. Apakah ini namanya adil.?" Tanya Ais yang hampir saja menangis.


Nino terkejut dan respek melepaskan tangannya." Apa maksud mu. aku tidak berselingkuh di sana. di sana aku hanya mengajar dan mengelola kafe tidak ada yang lain. kalau nggak percaya tanya karyawan ku yang di sana. atau bisa lihat CCTV." Jawab Nino yang heran dengan ucapan Ais.


"Tapi ini buktinya." kesal Ais melihatkan beberapa foto Nino sedang duduk berdua dengan seorang gadis begitu dekat. bahkan ada Jeni yang sedang di peluk mesra oleh Nino saat di tangga.


Nino tersenyum. Ais yang gantian kesal melihat sikap Nino bukannya marah malah tersenyum.


"Jadi benarkan?" Hardik Ais meninggi. Hani yang mendengarkan pertengkaran ke duanya tidak berani keluar.


Nino terkekeh geli melihat sikap Ais yang sedang marah." Aku suka kamu cemburu begitu sayang. kamu tahu nggak. tadi pagi saat aku mau ke sini. Si Jeni- Jeni itu ngikutin aku terus. nah saat aku mau turun dia melarang aku pergi. sedangkan aku kan di kejar waktu pesawat. Pas begitu ia hampir jatuh, tentu nggak mungkin kan aku biarkan, ya aku pegang. kalau dia celaka di kafe, aku kan bisa bermasalah dengan hukum. Nah aku tarik dia keluar. karena kafe mau aku tutup. dia Kekeh ngikuti aku sampai ke bandara. mau gimana lagi.. aku pikir biar sajalah. toh ia tidak bisa ngikutin aku ke sini kalau masalah fotonya begitu. aku tidak tahu siapa yang mengambilnya. mungkin saja sudah di rencanakan" Nino menjelaskan semuanya panjang lebar.


Ais terdiam. "Jadi maksudnya Jeni yang berusaha mengganggu hubungan kita?" Tanya Ais yang baru mengerti.Dan di anggukan Nino.


Keduanya pun menarik nafas dalam. ada kelegaan di hati mereka berdua. karena salah paham yang terbentang tadi sudah punah.


"Sayang. aku datang karena nggak kuat menahan rindu ingin bertemu dengan mu. tapi sat aku sampai aku dapatkan kamu berdua dengan laki-laki lain. Tentu tadinya kesal. Maaf jika sikap ku tadi egois.. ku takut kehilanganmu. Jadi aku sedikit posesif."Nino menjelaskan pada Ais sambil berlutut di depan gadis pujaannya.


Abiyan datang menatap heran Nino yang bersimpuh didepan adiknya. " Kau jangan ikut memanjakan adik ku. nanti dia ngelunjak." Abiyan menarik tangan Nino untuk berdiri. Ia tidak tahu apa permasalahannya.


Ais kesal dengan sikap Abiyan yang bukan membelanya. membela Nino yang bukan siapa-siapa.


"Abang yang aneh. dimana-mana tuh, yang di ba tu adik sendiri bukan orang lain." Ledek Ais pada kembarannya.

__ADS_1


"Gimana aku bela kamu adek, jika kamu merendahkan Nino. sama saja kamu merendahkan kamu laki-laki." Abiyan terus berargumen.


Nino pun mengamankan kedua kembar yang berselisih paham. "Eh. kalian berdua salah paham." Nino menjelaskan sedikit kencang. membuat keduanya terdiam.Ais menjulurkan lidahnya pada Abangnya yang sedikit malu.


"Abi. gimana keadaan kafe. aku rencana akan buat menu baru yang ada di di Surabaya. masalah bahan yang ada di sini. akan aku kirim dari sana." Nino mengalihkan pembicaraan yang tidak konsisten lagi.


"Ide bagus. Aku yakin. kamu pasti bisa. Apa rencananya kamu datang ke sini hanya untuk memanjakan gadis manja ini.?" Tanya Abiyan belum jelas ke datangan Nino.


"Ha...ha.. Kamu tahu saja. wajar dong aku manjakan adik mu BI. aku bisa kena gorok Oma nanti jika aku tidak memperlakukan Ais dengan baik." Nino terkekeh.


Abiyan pun tertawa.Ia tahu bagaimana sikap Omanya yang lebih posesif pada anak cucunya.


"Ternyata kamu sudah kenal betul dengan pawang kami. Oh ya Bru.. kami rencana pulang ke Indonesia dua hari ke depan kami sudah berangkat. bagaimana dengan mu.?" Tanya Abiyan mengabarkan. karena mereka libur semester. sebab libur besok mereka tidak bisa pulang, karena akan mengambil SP ( Semester Pendek) biar cepat selesai.


"Kalian sudah pesan tiket.?" Tanya Nino ingin tahu.


Hani muncul saat suasana sudah kondusif. " Sudah. libur besok selain ambil SP. aku sudah rencana mau magang. kamu punya rekomendasi nggak.?" Tanya Hani yang lagi bingung.


Hani pun mengacungkan jempolnya tanda setuju. Karena ia tahu kemampuan Nino mengenai melobi.


"Oh. kalau begitu. aku akan pesan juga sama dengan kalian. lihat tiketnya." Desak Nino lada Abi yang duduk di sebelahnya.


Abiyan melotot." Hai. berarti kamu cuma tiga hari di sini.katanya kamu akan membuat perubahan di kafe maska sudah balik lagi" Heran Abiyan yang tidak mengerti alasan Nino.


Akhirnya. Nino pun menjelaskan perjalanan nya. Ia akan ke rumah Oma dulu beberapa hari, melihat kafenya Putri. baru kembali lagi ke Surabaya untuk mengajar. Mereka pun akhirnya setuju.


****


Dua hari kemudian, Nino sudah naik ke pesawat yang memang sama berangkatnya. Namun ia kesal. Karena yang duduk di samping Ais bukan dirinya, tapi orang lain.

__ADS_1


Hani dan Abiyan hanya geleng kepala melihat kedua pasangan yang aneh tersebut. Selama perjalanan. Nino tak hentinya menatap pria yang duduk di sebelah Ais. " Sial. .." Dongkol Nino dalam hati.


Setelah menempuh beberapa jam. akhirnya mereka sampai dan telah di jemput oleh Oma mereka yang sudah kangen dengan mereka.


"Kita langsung ke rumah Oma dulu semuanya." perintah Dian tanpa bantahan.


Semuanya mengangguk. Hani yang bukan cucunya Dian pun tak merasa asing bagi Dian. Dian tak membedakan ketiga cucunya.


"Iya Oma." Jawab ketiganya serempak.


Sementara Nino hanya diam saja memperhatikan interaksi cucu dan Omanya. membuatnya iri. kemana pun ia datang dari mana pun tak ada yang bahagia menyambut kedatangannya. malah di sambut kata-kata yang kasar yang selalu membuatnya malas pulang ke rumah papanya.


Dian yang memperhatikan Nino yang hanya diam saja. menarik tangannya." Kenapa diam. kamu kan cucu Oma juga." Bujuk Dian seolah Nino ngambek seperti anak kecil.


Nino tersenyum haru." Makasih ma. Tah menganggap ku cucu." Nino memeluk wanita yang tak muda lagi tapi masih energik.


"Sudahlah. ayok naik semuanya." Ajak Dian pada semua cucunya. Hari ini Dian sudah masak besar. menyambut kedatangan cucunya.


Sampai di rumah. ternyata lara orang tua sudah menunggu di rumah Dian. Mereka saling melepas rindu pad anak mereka masing-masing.


Kembali Nino merasa iri. Lutfi yang menyadari langsung merangkulnya." Hei gimana kabar mu.?" Tanya Lutfi basa-basi.


"Alhamdulillah baik Om. walau awalnya terasa canggung. namun sekarang sudah berjalan lancar." Nino bahagia menceritakan perkembangan kafenya yang di Surabaya.


"Sangat bagus pa. bahkan ada Jeni yang selalu siap mengganggunya." Sindir Ais mengadu.


Mendengar penjelasan Ais. Dian yang mendengarkan jadi meradang. " Apa. jadi Jeni selalu menganggu cucu mantuku. ini tidak bisa di biarkan, kenapa tidak ada yang melapor!" Kesal Dian yang tadinya sedang happy.


Semuanya terdiam. suasana jadi mencekam

__ADS_1


Nino yang tidak mengerti malah jadi bengong Tadi ia melihat Dian yang sedang happy nya tiba-tiba marah nggak jelas.


__ADS_2