Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Penyakit Dian


__ADS_3

Lutfi menangis sesenggukan di lantai. Putri memeluk suaminya yang juga ikut menangis tanpa suara.


Nino diam terpaku. ia tidak tahu harus berbuat apa. menyaksikan keluarga yang ia kagumi dalam keadaan sedih.


Ais dan Hani sudah mengikuti Omanya bersama Dian nenek mereka. sedangkan Abiyan berdiri di tepi kolam.


Akhirnya Nino mendekati Abiyan. " Maaf jika aku tidak memberitahukan ini pada kalian. sebab Oma yang minta." Nino menjelaskan.


"Sudahlah. tidak mungkin pula Oma bersikap seperti itu. mungkin ada alasannya." Jawab Abiyan yang tidak mungkin menyalahkan Nino orang baru yang dia kenal.


Nino pun menatap Abiyan yang terlihat pasrah. Ia bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita sayang.


Nino hanya menggosok punggung Abiyan dengan lembut.


"Kalau begitu. aku pamit dulu. mau ke kamar kecil.panggilan alam." Canda Nino mencairkan suasana. Abiyan tersenyum walau sedikit di paksakan dan mengangguk.


*****


Sudah dua hari. suasana masih belum nampak kebahagiaan. ada wajah sendu diantara masing-masing.


Saat mereka makan bersama. Karena Lutfi tidak mau pulang ke rumah mereka dulu. ingin menemani maminya yang sangat ia cintai sedang menderita.


Begitu juga Putri. belum lagi ke kafenya. menemani suaminya yang sedih. Hanya Rafiq kembali. karena sekolahnya cukup jauh kalau tinggal di rumah Omanya. jadi ia tidur bersama Galuh. di rumah Sonya.

__ADS_1


"Maaf Oma. sepertinya saya kembali dulu ke Surabaya. melihat kafe dulu. lagian ada tugas mahasiswa yang harus di kumpulkan." Usul Nino saat makan bersama.


"Kenapa. begitu. apa kamu tidak menyukai cucu Oma.?" Tanya Dian yang sensitif.


Dengan cepat Nino menggeleng." Tidak Oma. hanya ada urusan sebentar. jika Oma kembali sehat Nino akan kembali lagi ke sini. lagian Ais masih lama liburannya." Jawab Nino menjelaskan.


Ais hanya menatap Nino dengan diam. ia pun tak mungkin memaksakan perjodohan ini. karena situasinya tidak baik-baik saja.


"Kapan kamu akan ke Surabaya.?" Tanah Dian.


Melihat ekspresi Dian yang tidak enak. Nino pun akhirnya mengundurkan untuk berangkat siang. Jadi dia sampai sore. pas mahasiswa selesai kuliah. dan diminta salah satu saja mengantarkan ke kafe tugas mereka.


"Siang nanti Oma. biar sore sampai sana." Jawab Nino santai.


Tentu saja permintaan Dian membuat mereka diam membeku. semuanya terpana tak percaya apa yang di ucapkan Dian.


"Oma. kenapa Oma bicara begitu. Ais jadi takut Oma." Tangis Ais berdiri memeluk Omanya.


Sedangkan Lutfi dan Putri tak bisa berucap. Sedangkan Johan sudah pasrah. karena penyakit istrinya telah di vonis dokter yang biasa menanganinya. walaupun mati ditangan Tuhan sang pencipta.


"Iya. kami pulang ke sini bukan untuk sedih-sedih Oma." Akhirnya Abiyan pun berkata. ada yang mengganjal di dadanya yang sesak menahan rasa.


"Mi. bagaimana kalau mami berobat dulu ke tempat yang lebih ahli. kita cari dokter di luar negeri." Usul Lutfi.

__ADS_1


"Tidak nak. Mami sudah lama Konsul. sepertinya hanya mukjizat dari Allah saja yang menyembuhkan mami. Dan kabulkanlah permintaan mami yang satu ini. agar di akhir-akhir hidup mami ada kenangan yang bahagia." Jawab Dian.


"Lutfi pergilah bersama Nino. biar papi telpon teman papi yang di KUA. biar urusannya cepat." Perintah Johan tegas.


"Kalau memang begitu. baiklah mi Pi. kami ke sana sekarang." Lutfi mengangguk mengajak Nino agar mengikutinya.


Ais lari ke kamarnya. ia menangis tersedu-sedu. ia memang ingin menikah dengan Nino ke kasihnya. tapi bukan cara begini. Dadakan sekali.harinya campur aduk.


Hani menemani dan menggosok punggung adik sepupunya tersebut dengan lembut.


" Dek. Mungkin sudah cara Allah menjodohkan kalian seperti ini. dengan menikah tanpa rencana. Lagian kamu kalian baru nikah saja. belum ada pesta. jadi belum semua orang tahu." Nasehat Hani bijak.


Ais tersedu-sedu.Entah nasib apa yang akan terjadi setelah ini. tanpa kata sedikit pun. Air mata Ais selalu mengalir.


Hani mengelap air mata adiknya dengan lembut. " Sudahlah. kalau beneran kian nikah siang ini. nggak lucu dong jika wajahmu lecet dengan mata bengkak." Ledek Hani.


Putri masuk ke kamar anaknya. yang biasa ia tempati kalau Ais di rumah Omanya. karena ada Hani. mereka tidur bareng.



mama tidak bisa membantu mu nak" Putri memeluk anak gadisnya tersebu


__ADS_1


__ADS_2