Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Kenangan


__ADS_3

Putri yang mendapatkan pengakuan Luthfi merasa lemas. tubuhnya terasa lemah. tak di sangka semua terjadi begitu cepat. seperti membalikan telapak tangan.


" Sayang badan kamu lemas. istirahat dulu ya di kamar, sini tante bantu.." Dian memapah Putri ke kamar Luthfi. Ia ingin Putri melihat kondisi kamar Luthfi. sedangkan Luthfi tidak bisa berbuat banyak.


Putri yang masuk ke kamar sangat kaget. banyak foto saat ia bermain bersama Luthfi. Saat ia sering main bersama. Luthfi memandang dari luar. ia tidak berani mendekat.


" Tante.. ini foto saya kan. waktu main di sini..? " Tanya Putri mendekati foto yang ada di dinding.


" Ya. semua Luthfi yang buat.. " Jawab Dian sendu.


Putri mengamati satu persatu foto tersebut. tak terasa sudah 9 tahun mereka tak bertemu. Rasanya baru kemarin kejadiannya. Ia akui. dulu ia memang senang bermain dengan Kak Luthfi. hingga kepergian Luthfi membuat ia menangis semalaman. Namun sekarang mereka sudah dewasa. sangat berbeda situasi nya.


Dian meninggalkan Putri sendiri. dia sengaja memberi ruang. " Sayang tante ambil air minum duku. jika kamu capek. istirahat lah.


Putri mengangguk. ia pun mengambil sebuah foto kecilnya saat Luthfi mencubit hidungnya gemes.


" Kak. kenapa kamu muncul sekarang.. " Lirih Putri.


" Jadi menyesali kehadiran ku..? " Tanya Luthfi kecewa. Putri menengok ke arah suara.


" Bukan begitu. kamu datang saat aku belum bisa melupakan nya.." Putri merasa sedih dengan ke adaan nya.


" Aku akan membantu mu melupakan nya. percayalah. aku tak akan membiarkan kan mu menangis lagi.." Luthfi duduk di samping Putri dan menatapnya lekat.


" Aku janji.. tidak akan membiarkan air mata ini menetes lagi.." Luthfi menghapus air mata yang jatuh di pipi gadis yang telah mengunci hatinya sejak dulu.


Putri membalas tatapan Luthfi. Dan tersenyum. " Kenapa kamu menyukai ku. padahal waktu itu aku masih SD..? " Tanya Putri menyelidik.


" Entahlah.. Keceriaan. manja mu. senyum mu. membuat aku terhipnotis. hingga tidak bisa melihat senyum gadis lain.. " Goda Luthfi.


" Ih.. gombal.. " Putri berdiri menghindar. Luthfi tersenyum. Karena perasaan yang selama ini ia tahan. telah sampai. Hatinya lega. Dian yang mendengar dari luar pun tersenyum.


" Oh ya. malam ini tidur di sini sayang. tante masih kangen.. biar tante yang minta izin ke mama mu.." Usul Dian pada mantu. karena ia tahu Luthfi masih ingin bersama.


" Tapi.. aku besok ada kuliah tante.." Jawab Putri nggak enak.


" Ah gampang. kalian ke kampus aja barengan.." usul Dian santai. Putri kaget dengan usulan tante Dian. Namun ia tidak bisa berbuat banyak.


Luthfi dan Dian pun meninggalkan Putri sendiri. agar ia bisa istirahat. Putri mengirim WA ke Siska. agar menjemputnya besok. barengan kuliah. Siska mendapat WA segera menelpon.


Siska(Halo my Husband. jadi sekarang aku jomblo dong. kekasih ku sudah ketemu jodohnya..)

__ADS_1


Putri (Eh. gila.. pantas aja lu di bilang alai.. eh serius nih. gue takut nanti di kampus heboh. jemput gue ya. gue sherlock nanti.)


Siska. ( Ok. Tapi asyik ketemu jodoh lama).


Putri ( Kok lu tau)


Siska( iyalah. kan waktu pernikahan kak Sonya. Pak Luthfi hadir. dari situ kami dapat berita kalau tuh jodohnya Pak Luthfi dari dulu. Dan Arjuna saja tau).


Putri ( What).


Siska ( Eh kuntil. sakit telinga gue nih..)


Putri ( Habis.. lu ngagetin)


Siska ( Gimana ketemu Jodoh).


Putri ( Lu. ya.. awas...) Putri menutup panggilan telepon nya Siska terkekeh di sebrang sana. yang masih bisa di dengar Putri.


****


Paginya. Putri bangun dan turun ke bawah. dilihat di dapur Tante Dian sibuk dengan wajannya.


" Eh udah bangun cantik.. duduk sini. tante mau buat capcai kesukaan mu. tadi pagi tante telpon Vanessa. katanya kamu suka sekali capcai udang. " jawab Dian yang masih sibuk.


" Eh kalian sudah datang. kebetulan.. masakan mama sudah siap. ayok kita sarapan.. " Ajak Dian. Putri membantu meletakkan piring. saat ia meletakkan piring di depan Luthfi ia agak grogi.


" Makasih.. " ucap Luthfi lirih. ia tidak mau di dengan mama nya yang julit.


" Sayang.. nanti temani tante ke pasar. tiap minggu tante biasanya belanja ke pasar tradisional. di sana lauk dan sayuran nya masih baru dan segar."


" Tapi.. aku kan kuliah.." Ucap Putri sungkan.


" Dosen mana yang minta mahasiswa nya masuk kuliah di hari libur..? " Tanya Ginanjar heran.


" Mungkin dosen yang di sebelah papa. ada kuliah khusus mungkin.. " Goda Dian.


Putri tersenyum malu. ia tidak tahu kalau hari ini kalender merah. biasanya ia lebih hapal tentang ini. mungkin karena masalah nya membuat ia lupa dengan semuanya.


" Mama sangat puas. jika aku di permalukan." Jawab Luthfi ketus.


Dian tertawa terkekeh. melihat anaknya yang dia rundung menyadari kebodohannya.

__ADS_1


" Sudah ayo sarapan.. " Ginanjar mengalihkan keributan antara anak dan istrinya.


" Jangan malu ya Put. nanti kamu sakit. Bila-bila Johan memarahi kami. jika kamu sakit karena kelaparan." Ucap Ginanjar yang membuat Putri makin salah tingkah.


" Ya om.. " Jawabnya malu.


*****


Putri akhirnya ke pasar bersama Dian yang di antar Luthfi. Dian asyik bercerita panjang lebar dengan Putri tanpa mengajak Luthfi bicara. Lagi-lagi Luthfi mendesah berat.


" Ma.. aku antar saja. atau gimana...? " Tanya Luthfi memastikan. biasanya ia ikut dengan mamanya menemani.


" Ya kamu ikut lah. siapa yang akan angkat nanti.." Jawab Dian cuek.


Ia berjalan mengajak Putri masuk pasar. Sedangkan Luthfi memikirkan mobilnya dulu. ia geleng-geleng kepala melihat tingkah mamanya.


" Kita beli ikan dulu ya. sayang.. kamu suka ikan laut atau tawar..? " Tanya Dian antusias.


Sebab dulu Dian menyuapi Putri tanpa memilih ikan yang di berikutnya.


" Aku nggak milih tante... " Jawab Putri tersenyum malu.


" Aduh cantiknya Putri ibuk. mau dong jadi mantunya.." Goda tukang ikan yang nampak masih muda.


" Hm.. uhuk.. uhuk.. " Luthfi pura-pura batuk yang berdiri di belakang mereka.


" Oh.. ini mantu saya. dan ini anak saya.." Jawab Dian menunjuk anaknya.


" Oh maaf. bang. becanda.."Cengengesan tukang ikan.


Putri hanya diam. dia tak mampu melihat Luthfi yang berdiri di belakangnya.


Setelah belanjaan mereka selesai. Dian pun langsung ke mobil. Luthfi membawa belanjaan mamanya yang lumayan merepotkan.


" Kak. biar aku bantu.." Usul Putri yang melihat Luthfi kerepotan.


Luthfi tersenyum dan memberikan satu kantong. yang agak ringan. mereka pun ke parkiran untuk pulang.


***


Sampai di rumah. Siska sudah duduk di ruang tamu. Putri lupa membawa ✋Handphone melihat ke datang an Putri. Siska menoleh degan wajah jutek.

__ADS_1


" Sori. Handphone gue lagi di cas. lupa bawanya. lu udah lama Sis..? " Tanya Putri merasa bersalah.


Siska berdiri di sebelahnya dan berbisik. " Kalau gue tahu. gue datang untuk lihat kebahagiaan lu. nyesel deh gue."


__ADS_2