Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Menyadari


__ADS_3

Setelah empat puluh hari. saat yang di tunggu-tunggu akhirnya. anak laki- laki Sonya dan Aryo tersebut di beri nama Galuh.


Hari ini Galuh empat puluh hari umurnya. Sesuai rencana, mereka mengadakan aqiqah buat Galuh dan juga kakaknya Hani. Anak yatim dan panti di undang untuk acara tersebut. Acara berjalan dengan cerianya


wajah-wajah bahagia di acara aqiqah tersebut. Sonya hanya duduk saja bersama keluarganya. hanya Aryo dan Lutfi yang sibuk di acara tersebut. Keduanya berdiri di depan.


"Selamat pak Aryo. ternyata pak Aryo top Cer juga ya. " Salah seorang kolega nya sesama pengacara.


"Ini bukan masalah top cer nya pak. tapi rezekinya Allah memberikan kami kesempatan untuk mendidik anak-anak kami. Oh ya pak silahkan masuk, nikmati yang ada ya pak" Jawab Aryo lugas.


Merekapun tersenyum dan masuk ke tempat acara yang telah di sediakan. Di sana telah rame, tinggal menunggu acara inti.


MC. memandu acara aqiqah tersebut. Hani pun senang. Ia bahagia punya adik baru, walau adiknya laki-laki.


Salah satu ustadz kondang di undang di acara tersebut untuk memberikan tausiyah dan doa aqiqah anak - anak mereka.


Sonya hampir menangis. sangat jauh sekali perbedaannya saat ia menikah dulu. sekarang ia merasakan apa itu keluarga. beruntung sekali ia mendapatkan Aryo.


"Hai. kamu menangis sayang..?" Tanya Aryo melihat istrinya yang menitikkan air matanya.


"Oh. siapa bilang aku menangis." Tolak Sonya.


"Jangan bohong tu. matanya berair." Tunjuk Aryo mengelap air mata di pipi istrinya.


"Karena bahagia yang tidak bisa di ungkapkan. Jadi hanya air mata ini sebagai penyambung." Jawab Sonya membuat Aryo tertawa.


"HM! Bahagia sekali keluarga ini ya kak." Goda Putri ikut bergabung dengan mereka. karena acaranya sudah selesai. dan tamu pun sudah bubar, hanya Keluarga inti saja yang tinggal lagi.

__ADS_1


"Tentu saja mereka bahagia, sekarang sudah jadi keluarga yang lengkap. dan sahabat ku ini udah top cer."Jawab Lutfi santai.


"Terus ajalah. anggap saja kami ini nggak ada." kesal Aryo. Namun Sonya tertawa melihat pertengkaran mereka.


"Mbak. Sini gantian Galuh nya." Ucap Putri mengambil Galuh dari Sonya.


Mereka bercanda gurau. sampai sore mereka akhirnya pulang. karena merasa kasihan pada anak-anak mereka yang terlihat sangat lelah.


*****


Begitu cepatnya waktu berlalu. Dulu kita menjadi anak sekarang sudah memiliki anak. dulu kita masih kecil, sekarang sudah hampir tua. Banyak waktu dan jalan yang kita lalui. Ada bahagia ada duka. semuanya berjalan atas kehendak sang pencipta.


Itulah hidup, kita hanya bisa berusaha dan berdoa. yang menentukan tentulah Allah SWT.


Hari ini kebebasan Arjuna. Karena ia diberi hukuman selama delapan tahun. Hani sudah kuliah semester 2. dan di susul si kembar. yang tahun ini masuk kuliah.


"Akhirnya aku bisa juga menghirup udara segar. aku nggak tahu di mana anak ku sekarang tinggal dengan bundanya." Lirih Arjuna menatap foto anaknya bersama mantan istrinya.


Saat di depan gerbang. tak satu pun satpam mengenalnya. ia pun mendekati pos satpam tersebut.


"Apa ada yang saya bantu pak.?" Tanya pak Satpam yang ada di depan pintu gerbang.


"Oh. saya mau ketemu dengan pimpinan perusahaan ini.?" Tanya balik Arjuna. Ia tidak lagi segagah dulu. badanya lusuh dan kurus.


"Oh. apa bapak sudah punya janji.?" Tanya Satpam. Arjuna menggelengkan kepalanya.


"Oh. kalau begitu! Bapak tunggu saja di sini dulu. sebentar lagi pimpinan perusahaan ini akan keluar." Jawab Satpam dan menyerahkan sebotol minuman pada Arjuna.

__ADS_1


Sangat beda saat ia menjabat dulu. semua pegawainya bersikap arogan. satpam sering bertindak kasar jika ada yang dalam posisinya saat ini. Ternyata benar, jika pimpinan bejat, bawahannya akan mengikuti. Begitu sebaliknya, bahkan bawahan malah bertindak sewenang-wenang padahal pimpinan sudah memberikan kepercayaan padanya. seperti dirinya saat dulu. melalaikan kepercayaan mertuanya dulu.


Saat masih melamun, satpam tadi pun memanggil Arjuna agar berdiri dan keluar dari gardu satpam melihat pimpinan mereka keluar.


"Tadi bapak mau ketemu pimpinan di sinikan. tuh mereka mau keluar!" Ucap Satpam sopan.


Arjuna pun mengangguk. ia melihat Lutfi, Putri Sonya dan seorang laki-laki sedang menggendong se orang anak di sampingnya.


Arjuna sempat berpikir, apakah Sonya sudah menikah. dan siapa laki-laki tersebut. apa hubungannya dengan perusahaan ini.


"Maaf pak. Ini ada tamu yang ingin bertemu bapak, tapi beliau punya janji dengan bapak. makanya saya suruh tunggu di sini." Ucap Satpam mengenalkan Arjuna yang masih mematung.


Sedangkan Sonya dan Putri asyik bercerita dan masuk mobil tanpa melihat ke arah Arjuna.


Lutfi dan Arya melihat ke arah laki-laki yang di tunjuk satpam. keduanya keget sekali. dengan serentak mereka menoleh ke arah wanitanya yang telah masuk mobil. dan keduanya pun menghadap Arjuna.


"Oh. kamu Jun. kapan kamu keluar. selamat ya atas kebebasan mu." Ucap Lutfi seolah tidak tahu.


Padahal dialah dan Aryo yang telah menjebloskannya ke penjara namun karena Arjuna tidak pernah hadir, makanya ia tidak tahu siapa lawan bersama pengacaranya. Hanya pihak Lutfi yang tahu Arjuna.


"Terimakasih. jadi kamu yang menjadi pimpinan perusahaan ini.?" Tanya Arjuna pada Lutfi.


"Ya. aku membelinya. karena Putri yang minta, karena ia tak ingin usaha ayahnya hilang. Begitu saja." Jawab Lutfi membuat Arjuna terdiam.


Ia merasa bersalah, Karena telah melalaikan kepercayaan ayah mertuanya. Sekarang baru terasa sekali, saat semuanya telah pergi.


"HM.Apakah kamu punya pekerjaan dan tempat tinggal.?" Tanya Lutfi

__ADS_1


Arjuna menggeleng. sebenarnya ia merasa iba melihat kondisinya w


"Kalau begitu saya beri kamu kesempatan untuk jadi satpam. mau.!? Tanya Lutfi dan langsung diterima nya.


__ADS_2