Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Menghindari


__ADS_3

Paginya Putri dan Lutfi duduk di taman belakang, mereka duduk santai sambil ngeteh.


" Sayang. kita pindah ke Itali yuk. kakak dapat panggilan. sebelum kita nikah, kakak mendaftar di tempat kakak kuliah dulu. dan di Terima sebagai dosen sana.." Ajak Lutfi membujuk.


Putri memandang suaminya dengan kening berkerut. ia menatap makin dekat dan kemudian memegang kening suaminya.


" Nggak panas.. " Ucapnya ambigu.


Lutfi terkekeh melihat ekspresi istrinya.


' Kenapa tertawa.. apa ada yang aneh..? " Tanya Putri heran melihat suaminya yang tak hentinya tertawa. Dia memeluk istrinya dan mencium kepalanya lembut.


" Kamu nggak aneh.. kamu gemesin tahu nggak.. pengen makan. " Goda suaminya berbisik.


Putri melepaskan pelukan nya dengan cepat. ia menjauh dari suaminya. " Ih ternyata suami ku mesum ya.. " Ucap Putri.


" Mesum sama istri tuh dapat pahala. begitu sebaliknya, jika istri mesum sama suami. malah di haruskan. karena syurga Nya istri tuh terletak pada suami." Lutfi menjelaskan.


" Modus.. " Jawab Putri cuek.. Lutfi kembali terkekeh. ia senang melihat istri tidak lagi terbebani.


Namun beda yang di kamar atas. Melihat kemesraan Putri dan suaminya. Arjuna meradang, ia kesal nggak tahu arah. semuanya di tendang. Hingga Sonya nggak tahan.


" Ada apa sih Jun. kok marah-marah nggak jelas.? " Tanya Sonya yang tidak tahu masalah nya.


" Itu.. pengantin baru bermesraan nggak tahu tempat.. hargai orang. kalau mesra an di kamar saja... menyebalkan..! " Kesalnya nggak jelas.


Sonya penasaran ia pun kebawah, ia mendengar Lutfi yang tertawa cekikikan, sedangkan Putri dengan manyunnya.


Sonya pun kembali ke atas." Oh jadi kamu nggak terima kalau Putri bermesraan dengan suaminya. wajarlah.. mereka kan sudah syah.. kenapa kamu sewot..? " Tanya Sonya seolah tidak tahu.


Sebenarnya ia ingin melampiaskan kekesalan selama ini. tapi ia tahan, namun kali ini ia bisa membuka semuanya.


" Aku bukannya sewot. tapi kalau mesra kan ada tempatnya.. itu aja.. apa salahnya.. aku protes.. " Ucap Arjuna meninggi.


Putri yang lewat di depan kamar kakaknya, terkejut..! ia memandang suaminya. tak terasa air matanya kembali menetes. Lutfi membawa istrinya ke kamar.


" Kak.. bawa aku sejauh mungkin, aku tidak mau jadi benalu bagi keluarga kakak ku. ia sedang hamil. kasihan dia..." Putri menangis tersedu memeluk suaminya.


" Baiklah. hari ini kita ke rumah mama dulu. mungkin kita tinggal sementara mereka tinggal di sini. setelah selesai ujian kita pindah ke Italia ya.. " Bujuk Lutfi. Ia juga terluka melihat kesedihan istrinya.

__ADS_1


" Arjuna. sepertinya kita harus bicara, sebelum keberangkatan mu ke Yogyakarta. " Lirih Lutfi.


Lutfi membantu istrinya berkemas ala kadarnya, karena di sebelah masih terdengar ribut. Dengan cepat Lutfi mengajak istrinya turun. Vanessa yang melihat menantunya bawa tas, sangat kaget.


" Eh kalian mau kemana..? " Tanya Vanessa heran.


" Eh mama. maaf.. kami baru dapat telpon dari mama, kalau ada saudara mama yang tidak sempat hadir kemarin datang.. dan mungkin kami menginap bebas hari. titip pesan sama papa dan yang lainnya ya ma.." Ucap Lutfi tergesa-gesa. Dan keduanya bersalaman pamit.


Vanessa hanya mengangguk bingung. ia berencana menelpon Dian nantinya..setelah masakannya selesai.


Di perjalanan, Lutfi menelpon mamanya, agar mertua nya tidak curiga.


" Assalamu'alaikum ma. . nanti kalau ada mama Vanessa telpon sebelum kami sampai, iya kan aja ya ma.. nanti aku ceritakan yang sebenarnya." Ucap Lutfi mengingat kan.


" waalaikumsalam... " Jawab Dian. karena ia belum menjawab salam anaknya, dan telpon sudah di matikan.


Benar saja beberapa menit kemudian, Vanessa menelpon. Dian bingung, ada apa sebenarnya terjadi.


Dian (Assalamualaikum mbak.. ada apa ya mbak..? )


Vanessa (waalaikumsalam..Oh.. ya mbak, saya mau nanya, apa benar saudara mbak datang dari kampung. Tadi Putri dan suaminya pergi tergesa-gesa. saya jadi ragu..)


Dian ( Oh ya mbak.. sebenarnya dari malam, pas kami sampai rumah. cuman nggak mungkin kami ganggu mbak karena sudah larut.).


Vanessa ( Ooh. kalau begitu, saya minta maaf mbak mengganggu waktunya.)


Dian ( Ah santai aja mbak..)


Suara tangis bayinya Hani memecah kesunyian. Dian bergegas melihat ke kamarnya.


" Ada apa dengan bayi nya Han.. kok nangisnya kayak gitu..? " Tanya Dian dan menggendong cucunya.


Sementara Putri masih diam di dalam mobil, walaupun Lutfi berusaha menghibur nya.


"Kak. cukup ini rahasia kita, jangan sampai orang tua kita tahu, apalagi papa...! pasti sangat kecewa."


Lutfi menepikan mobil nya, ia pun memegang kedua tangan istrinya lembut." Baiklah. bagi ku dimana kamu nyaman saja. Jangan pikirkan lagi, ok.! aku nggak nggak mau kamu sakit sayang.. "


Putri pun mengangguk, mereka di sambut ceria oleh Hani dan Rani.. keduanya heboh bagaikan petasan.

__ADS_1


" Aduh.. Tante cantik. maaf kami telat.." Ucap Hani memeluk Putri heboh.


" Nggak apa-apa. namanya aja punya baby. oh ya si baby kok nggak keliatan...?" Tanya Putri penasaran.


" Sama omanya, di kamar. rewel, mungkin karena suasana baru kali.." Jawab Hani yang sok bijak.


Lutfi mencolek kening ponakannya kesal. " udah tahu punya baby. kenapa ikut.. kan kami bisa ke sana.."


Hani mencibirkan lidahnya, orang kangen sama Tante cantik. kan aku penasaran kayak apa Tante cantik saat nikahnya. apa ia nggak nyesel punya suami kayak om.. " Ledek Hani.


Lutfi hampir saja mengamuk kalau tidak di pegang Putri. Hani makin mengganggu om nya, Putri tersenyum melihat keutuhan keluarga mertuanya. dulu ia juga seperti itu, sebelum semuanya terjadi. Ah.. ia mendesah berat mengingat semuanya.


Di rumah mertuanya, Putri selalu tersenyum melihat tingkah baby yang lucu. kadang ia kaget dengan kentutnya sendiri.


Melihat kebahagiaan istrinya melihat ulah baby ponakannya. Lutfi berbisik pada istrinya.


" Gimana kalau kita buat... pasti lebih lucu baby nya.. " Putri yang mendengar bisikan suaminya menjadi malu. untung todak ada yang dengar. mukanya merina menahan malu.


Agar ada yang melihat, ia pun lari ke kamar. dengan sigap Lutfi mengekornya dan menutup pintu rapat.


Putri yang melihat suaminya, ia pun pura-pura masuk ke kamar mandi. Lutfi terduduk di kasur. ia pun merebahkan tubuhnya.


" Apa aku salah.. kan halal.. kenapa ia marah.." liriknya.


Putri menghidupkan kran air, seolah ia buang air. sebenarnya ia menghindari suaminya, tapi malah di ikutin. dia kesal sendiri di kamar mandi.


" Dasar suami mesum.." Keluh Putri.


Lutfi yang awalnya tidur-tiduran malah tidur beneran. karena kelamaan menunggu istrinya. Putri pun keluar kamar mengendap endap. takut ketahuan. Ia merasa lega, karena suaminya sudah ketiduran. ia pun kembali ke bawah.


***


Putri membangun suaminya, untuk sholat maghrib. " Kak. bangun.. sholat lagi sana


ntar telat magribnya... " Ucap Putri membangunkan.


Namun Lutfi diam saja, ia sudah bangun saat istrinya masuk kamar. " Kak.. ayok lah nanti waktu nya habis.." Putri menarik baju suaminya agar terbangun.


Lutfi membalikan badannya, hingga Putri pun terbawa, dan menindih tubuhnya. Dengan cepat Lutfi menghadap istrinya. dan mereka pun saling menatap.

__ADS_1


Dengan pelan Lutfi mencium bibir istrinya. " Cantik.. kita sholat yuk. nanti aku khilaf kalau posisinya begini. " Goda Lutfi. Dengan cepat Putri bangkit setelah kesadaran kembali.


Ia lari ke kamar mandi untuk wudhu. Lutfi yang melihat istrinya yang tersipu malu merasa bahagia.


__ADS_2