
Cinta itu sering membuat orang rela berkorban apa pun demi orang yang dicintainya. itulah cinta sejati.
Sudah beberapa bulan berlalu. Nino tidak pernah menuntut hak. padahal ia sangat tersiksa. Baginya kebahagiaan istrinya yang terpenting. karena baru kali ini merasakan kebahagiaan. Ia baru menikmati bagaimana rasanya di cintai dan mencintai. Walau ia tahu Ais belum sepenuhnya mencintainya.
Ais kuliah tidak pernah mau semobil dengan suaminya. katanya menjaga kewibawaan suaminya. padahal Nino malah sangat ingin sekali istrinya pergi bareng. karena ia telah memberitahu pada beberapa dosen yang mengajar istrinya.
Begitu juga dengan hari ini. Ais pergi duluan dengan Taxi. Dan Nino dengan setia mengawal dari belakang.
Sampai di kampus. Ais langsung turun dan hendak masuk gerbang. Namun ia mendengar suaminya digoda oleh mahasiswi yang berpapasan dengannya.
"Halo Mister Nino ganteng. bareng dong masuknya..." Goda mahasiswi tersebut.
Ais menatap Nino kesal. di depannya saja, suaminya. malah senang di goda wanita lain. Ia pun berjalan sambil menghentakkan kakinya. Nino yang melihat tingkah istrinya tersenyum.
"Wah. Mister ganteng sekali kalau tersenyum gitu.. makin cinta deh.." Goda gadis lainnya.
"Oh. terimakasih. maaf saya duluan, lagi buru- buru." jawab Nino yang tak memperdulikan gadis-gadis tersebut. Baginya istrinya. walau ia senang kalau istrinya cemburu. Namun ia takut nanti istrinya balas dendam.
Benar saja. Ais malah bercanda dengan seorang cowok dekat pintu kelasnya. Nino mengepalkan tangannya yang kesal. rasanya ia ingin mencabik-cabik mulut laki-laki yang bercanda dengan istrinya.
__ADS_1
Nino pun menegur mereka yang sengaja lewat di depan mereka." Sebaiknya kalian masuk, sebentar lagi dosen datang." Tegur Nino agar mereka berpencar.
Ais melihat suaminya sekilas dan masuk tanpa niat menyapanya. Nino meradang.. tanpa pamit, ia pun menarik tangan istrinya, membuat para mahasiswa yang lain menatap heran penuh tanda tanya.
"Lepasin Kak... sakit tau.. di tarik-tarik begini." Rengek Ais menahan sakit di tangannya dan mamaksa minta di lepaskan.
Nino yang menyadari melihat tangan istrinya. " Maaf.! sayang.. aku nggak sengaja.. lihat.!" Nino meminta tangan istrinya lagi untuk dia lihat. Namun Ais malah menyembunyikannya.
Nino tidak memperdulikan pandangan mahasiswa yang melihat mereka. baginya ia harus melihat tangan istrinya tersebut.
"Nggak. sana tuh... gadis yang mengidolakan kakak sudah menunggu. pergilah, aku lagi nggak mut kuliah." Ais berbalik meninggalkan Nino yang melongo.
"Assalamualaikum saudara semua. hari ini saya ada perlu mendadak. jadi kalian kerjakan materi ini. dan di jam terakhir saya akan mengambil kembali tugasnya. Kalian kumpulkan pada ketua kalian." Nino pun kembali berlari ke parkiran.
Ia terus menghubungi istrinya. Namun tidak ada jawaban. Ia pun mengirim pesan agar istrinya mau membalas.
"Sayang. kamu di mana. kakak susul ya." isi pesannya. bahkan sudah cukup banyak. Nino sangat panik.
Sampai di parkiran ia tidak menemukan istrinya. pandangannya tertuju pada kerumunan orang yang tidak jauh dari kampus. Nino sekilas melihat punggung seorang gadis yang ketakutan di kerumunan beberapa orang preman.
__ADS_1
Dengan rasa curiga.Nino mendekati kerumunan tersebut, benar saja! istrinya sudah jongkok dengan menutup telinganya. Nino langsung meraih tangan istrinya dan dengan cepat memeluknya.
Ais menjerit. ia kira salah satu preman tersebut menariknya. "Jangan takut ini kakak." Jawab Nino cepat agar istrinya Tuhu.
"Kak. aku takut.." Ais menangis dalam pelukan suaminya.Nino membiarkan sejenak istrinya menangis.
"Eh. enak aja main rebut saja jatah kami." suara lantang salah satu preman tersebut.
Nino yang mendengarkan istrinya mainan preman membuatnya meradang. ditambah hatinya yang kesal tadi.
"Dia istri saya. bukan mainan kalian." Jawab tegas Nino.
"Mana buktinya kalau kamu suaminya.?" Tantang preman tersebut.
Untung saja Nino membawa dompetnya. di sana ada foto pernikahan mereka bersama surat nikahnya.
Preman tersebut melihat foto pernikahan mereka sedang memegang surat nikah. kondisi Ais sudah pucat, tubuhnya terasa lemas karena ketakutan.
"Oh. baiklah. maaf kami tidak tahu. lain kali jangan biarkan istrinya berkeliaran sendiri. untunglah kami lagi sedang happy." Jawab seseorang yang lebih dewasa diantaranya.
__ADS_1
"Terimakasih. tadi kami sedikit salah paham." Jawab Nino apa adanya. Preman tersebut mengangguk-angguk dan pergi.