Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Nino Yang Pengertian


__ADS_3

Paginya. Ais bangun karena merasa tubuhnya yang berkeringat. Ia membuka matanya. saat ia akan bangkit. ada sesuatu yang aneh. tubuhnya tidak pakai baju, hanya dalaman saja.


Ais ingin menjerit, namun ia ingat semalam kalau dirinya belum sempat berpakaian karena ketinggalan.Ia pun ingin bangkit menyibak salah satu selimut yang menutupi tubuhnya.


"Kamu sudah bangun sayang. oh ya mandilah. kita sholat subuh. bersama. atau kalau masih kurang enakan Wudhu saja dulu." Titah Nino pada istrinya dan di anggukannya.


Nino membelakang. setelah menunjuk pakai istrinya dengan mulut. Ia pura-pura mengambil sesuatu di laci meja dekat sofa.


Karena ia tidak mau menjinakkan singanya sendiri pagi ini. dua kali ia menjinakkan sendiri, semalam saat ia mencium bibir istrinya untuk pertama kalinya. dan Pagi ini saat ia bangun pemandangan pertama yang ia lihat tubuh istrinya yang terpampang tanpa selimut hanya penutup pakaian dalamnya.


"Kau benar-benar menguji kesabaran ku sayang." Lirih Nino saat istrinya masuk kamar mandi.


Selama ia di Jakarta beberapa hari setelah menikah. Ais tidur dengan neneknya. itu nggak masalah buatnya. tapi ini yang jadi masalah. mahakarya yang terpampang jelas di depan mata dan Halah tapi belum bisa di sentuhnya.


Tak butuh lama. Ais keluar, mereka pun akhirnya sholat berjamaah. setelah selesai Nino keluar dari kamar. ingin membuatkan minuman buat tamu mereka dengan tempat yang agak besar.


Mendengar ada keributan di pantry, Johan pun keluar dari kamar. "Buat apa No. Ais mana.?" Tanya Johan melihat cucu mantunya yang santai menyiapkan minuman teh hangat yang cukup banyak.


"Oh di kamar Opa. Oh ya Opa mau minum apa?" Tanya Nino ramah.


"Apa sajalah No. Gimana Ais nggak ngamuk lagi kan.?" Goda Johan memancing.

__ADS_1


Nino diam sejenak mengerti maksud pertanyaan Opa mertuanya.


Semalam Ais sempat kedinginan badannya menggigil karena kelamaan di kamar mandi. jadi ia anteng saja sampai pagi.saat di selimuti dengan selimut berlapis." Jawab Nino tanpa ragu.


"Ais berendam di kamar mandi malam- malam. terus sekarang gimana kondisinya.?" Tanya Johan yang malah khawatir. sebab ia tahu kalau Ais tidak bisa lama-lama mandi apalagi malam. dia mudah saja kedinginan dan menggigil.


Ais muncul setelah merapikan tempat tidurnya."Pagi Opa." Ais mencium pipi Opanya manja.


Nino yang melihat interaksi keduanya merasa cemburu." Kamu pagi udah main embat saja tu pipi Opa. apa sama Nino juga begitu.?" Goda Johan pada cucunya.


"Opa apaan sih. Buat apa kak. biar aku bantu." Ais mendekati suaminya untuk mencairkan suasana yang canggung.


"Boleh. kamu bisa kupas bawang. biar kita buat nasi goreng saja." Nino pun meminta istrinya lembut.


" Ha..ha. bocah.. ada-ada saja" Johan pun duduk di depan televisi melihat berita pagi ini.


Berita pagi ini mengagetkannya.


Johan pun menelpon anaknya Lutfi agar melihat berita. " Halo Assalamualaikum Pi. ada apa Pi. apa Ais buat ulah lagi pagi ini?" Tanya Lutfi khawatir.


"Ah. tidak. kamu lihat berita di televisi. sepertinya kita belum bisa pulang malam ini. hujan badai." Jawab Johan.

__ADS_1


Nino yang mendengarkan. bahagia, berarti ia masih tetap tidur sekamar dengan istrinya. walau ada penyiksaan, untuknya.


Abiyan pun keluar melihat pasutri baru tersebut berdua di pantry memasak." Hm. kalian kompak juga ya.." Goda Abiyan pada adiknya. dan duduk di sebelah Opanya.


Ais menjulurkan lidahnya pada abangnya yang selalu bikin ia jengkel.


Nino hanya tersenyum melihat interaksi keduanya. apalagi istrinya yang bikin dia gemes pengen cubit pipinya yang putih bersih gitu.


"Iya ya pi. kalau gitu kita pulang lihat kondisi dulu ya pi." Jawab Lutfi pasrah. sedangkan ia harus meeting besok.


Setelah masakan Nino dan istrinya selesai. semuanya makan bersama di atas karpet. karena nggak muat di meja makan yang hanya muat empat orang.


"Enak ya dek. udahlah dapat suami ganteng, pintar masak lagi. masih juga berlagu." Goda Abiyan saat ia mencicipi masakan Nino iparnya.


"Ma. tuh lihat anak mama yang satu itu selalu saja betah ledekin aku. kan aku masih kecil masih pengen bebas di suruh kawin cepat. salah siapa." Kesal Ais nggak jelas.


"Dasar anak nakal. udah di kasih yang baik eh malah nyesel. kamu mau Nino di ambil tuh sama Jeni." Bukan dapat belaan, malah di ceramah. Ais jadi tidak berselera makan. ia diam saja mengaduk nasinya.


Nino yang duduk di sebelahnya merasa nggak tega. sebab baru beberapa sendok ia makan. Nino pun menyodorkan sendoknya untuk di makan istrinya saat semua orang asik dengan makanan mereka.


"Makanlah" Bisik Nino agar nggak kedengaran yang lain. dengan cepat Ais memakannya. karena sudah kebiasaan kalau ia nggak selera makan, ia minta di siapin. mama atau nenek dan Omanya.

__ADS_1


Nino senang istrinya mau memakan dari sendok miliknya. ada rasa bahagia di relung hatinya. Ia tahu kalau istrinya ilfil jika satu sendok dengan orang lain. kecuali orang terdekat. Semua sifat Ais di dengar langsung dari Dian dan Vanessa saat mereka pertama kali datang ke Surabaya.


__ADS_2