Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Jalan Hidup


__ADS_3

Dengan terpaksa. Putri menerima panggilan kakaknya. terlihat di seberang sana, kakaknya sangat serius menatap adiknya yang sangat gugup.


"Kenapa kamu gugup dek.?" Tanya Sonya yang makin penasaran.


"Ah nggak mbak. eh mbak apa kabar, gimana sekolah Hanya dan butik.?" Tanya Putri mengalihkan pembicaraan.


"Dek. mbak sudah tahu kalau Arjuna selingkuh dengan wanita yang ada di kafe mu itu." Jawab Sonya membuat Putri dan Lutfi terkejut.


"Jadi mbak sudah tahu perselingkuhan mereka? Dan mbak diam saja selama ini.?" tanya Putri tak terima.


Sonya mengangguk." Semuanya mbak lakukan demi Hani dek. walau bagaimana, Arjuna tetap ayahnya. mbak tidak ingin Hani kecewa." Jawab Sonya.


Dan Putri terdiam. Ia memang nggak tutup mata masalah itu. " Sabar ya mbak." Lirih Putri.


Lutfi menggosok punggung istrinya, ia tak bisa bayangkan. jika Putri yang mengalami hal demikian. tentu ia juga kecewa, karena dari dulu ia menyukai gadis yang ceria ini.


Setelah panggilan dengan kakaknya. Putri merasa bersalah. Ia tidak menolong kakaknya yang telah terperangkap oleh mantan kekasihnya.


Dulu ia sempat kecewa dengan kakaknya, yang telah merebut kekasihnya. Namun melihat kondisi kakaknya Putri tidak marah atau pun bahagia dengan kondisi kakaknya yang juga di khianati Arjuna.


****


Setahun sudah berlalu. Sekarang kehidupan Sonya makin membaik. Ia tidak lagi murung seperti biasanya. Butiknya makin maju, karena dapat suntikan dana dari Putri dan Lutfi.


Lutfi belum mau berterus terang tentang sahamnya pada perusahaan papa mertuanya, Ia akan membukanya saat kondisi benar-benar kondusif.


Karena Haiko masih berbenah menutupi kerugian yang di timbulkan Arjuna. Dengan telaten ia pun dapat mengurangi kerugian batik.


"Hai mbak. gimana kabarnya hari ini.?" Tanya Putri setelah mengucapkan salam, kebetulan mampir. Ia akan mencari baju untuk acara nanti malam. ada undangan anniversary perusahaannya Lutfi.


"Baik dek. ada angin apa kamu di sini dek. apa kamu baik-baik saja.?" Tanya balik Sonya pada adikny. Karena adiknya yang membantunya bangkit dari ketepurukan.


" Baiklah mbak. kalau nggak mana mungkin aku sampai sini.ha..ha.." Canda Putri sambil tertawa.


"He..he. kamu tuh ya. kamu cari pakai untuk apa dek.?" Tanya Sonya yang melihat adiknya memilih pakaian pesta.

__ADS_1


"Jangan bilang kalau mbak lupa undangan suami aku ya mbak.?" Selidik putri.


"Jadi. Pestanya hari ini. wah maaf dek, mbak benar lupa. tapi kalau pakaian untuk kita ke sana mbak tidak lupa menyiapkannya. Jauh hari sudah mbak sediakan, ayok ke atas." Ajak Sonya menarik tangan adiknya.


Sonya pun mendudukkan adiknya, dan menuju lemari besar yang di ruangan tersebut. Sonya mengeluarkan beberapa pakaian dan meletakkannya di depan adiknya.


"Ini baju kita.udah paket lengkap." Ucap Sonya menyerahkannya. Putri sampai menganga melihat pakaian pesta yang di padu padankan dengan batik.


"Waw. ini keren mbak. ini hasil rancangan mbak. wah ini kalau kita jual bisa kaya lu mbak. He...he.." Kekeh Putri bahagia.


"Pujian mu membuat aku terbang dek." Sarkas Sonya malu-malu.


Putri tertawa melihat wajah kakaknya yang bersemu merah karena malu, seperti ABG yang baru jatuh cinta.


"Jadi ceritanya kita lagi promo nih? Tanya Putri menggoda. Dan di anggukan Sonya.


"Ya.. ya.. mbak sudah menjadi pebisnis yang hebat sekarang ya. tidak keluarin duit banyak untuk cari artis buat promo." Ledek Putri.


Mereka berdua pun tertawa.


Putri bangga dengan kakaknya. Sepertinya trauma kakaknya mulai sembuh. walau masih ada guratan kesedihan jika dia diam saja.


Ia dan suaminya Tah merencanakan pertemuan kakaknya pada seseorang. dan ia telah mengatur rencana itu dengan beberapa orang pegawai Lutfi.


Mereka akan menjodohkan Sonya dengan seorang pengusaha yang sudah ditinggal mati istrinya.


Putri dan Sonya pergi ke salon, dan anak-anak mereka pun sudah ada juga. Ais begitu heboh kalau mbaknya juga ikut


"Mbak di sana ada cowok kece nggak yah.?" Tanya gadis kecil tersebut.


"Ah kamu tuh masih kecil. udah cari cowok. nanti kalau mama Putri tahu, bisa di makan kamu.ha..ha.." Ledek Hani pada mbaknya.


"Mbak. hidup itu perlu warna. Jadi kita nanti hanya melihatnya saja, bukan di apa-apain ko.?" Kesal Ais yang melihat kakak sepupunya yang kalem.


Dian dan Vanessa yang melihat kehebohan cucunya. merasa geli, mereka tersenyum mendengar perdebatannya.

__ADS_1


"Nggak terasa ya mbak. sudah besar cucu kita." Ucap Dian tersenyum.


"Ya mbak. nggak nyangka. waktu berlalu begitu cepat." Ucap Vanessa diiringi senyum.


Kamu juga harus selalu mengingat bahwa waktu yang telah berjalan tidak dapat diulang lagi. Waktu akan terus beranjak dan bergerak, tidak menunggu siapa pun, apakah kamu siap memanfaatkannya dengan baik atau tidak.


Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari karena ketika kamu menengok ke belakang, kamu melihat banyak waktu yang terbuang secara percuma.


Banyak sudah yang kita lalui selama kita berjalan. suka duka tak bisa di pisahkan. mereka selalu beriringan, tanpa kita sadari semuanya telah kita lalui.


Tapi jalan mana yang berhasil Kuta lalui. Semuanya yang punya cakrawala ini yang mengatur semuanya. Kita manusia hanya menjalankan dan bagaimana kita menjalankannya.


Tak ada hidup ini yang sempurna. orang melihat hidup kita sempurna, dan begitu juga melihat hidup orang sempurna.Makanya kita lebih baik menjalani dan mensyukuri apa yang ada.


****


Malamnya, keluarga Putri dan Lutfi jadi bintang di pesta perusahaannya tersebut. Karena mereka memakai batik yang sudah di padu padankan dengan bahan yang keren sekali. hingga bentuknya memukau.


"Wah. hebat ya pak Lutfi. Lihat suara bintang terpancar pada mereka. mereka jadi sorotan sekarang." ucap salah seorang temannya Lutfi.


"Hm! Bapak terlalu memuji." Jawab Lutfi tersenyum melihat. benar keluarganya sekarang jadi sorotan. bahkan banyak yang ingin berfoto dengan istrinya.


Lutfi telah menyiapkan rencananya, pas betul. Sonya akan mengambil minuman dan juga Aryo yang belum lama datang. ia pun di tawarkan minuman oleh waitress.


Dan Sonya terkejut. Karena ia melihat Aryo yang ada di depannya. "Hai. kamu Aryo kan.?" Tanya Sonya penasaran.


Aryo melihat ke arah suara yang memanggila namanya. dan mengerutkan keningnya. Ia pun tersenyum.


"Masyaallah. kamu makin cantik saja Sonya. aku jadi pangling." ucap Aryo sedikit menggoda.


"Kamu kebiasaan ya Yo. selalu saja menggombal l." Sarkas Sonya malu-malu.


"Ini kenyataan Lo. apalagi di tambah dengan gaya pakai mu yang klasik. keren gitu." Aryo tertawa bahagia melihat wajah Sonya yang memerah


Tawa mereka pecah oleh suara musik di ruangan tersebut. Aryo pun mengajak Sonya menjauh dari keramaian tersebut.

__ADS_1


Ia mencari tempat yang agak jauh sedikit. dan duduk di sebuah kursi tamu di salah satu ruangan hotel tersebut..


__ADS_2