
Lutfi kembali sibuk pada pekerjaannya. Ia benar sangat di buat pusing, sebab ia jauh di negeri orang bagaimana caranya ia harus kembali ke Indonesia melihat lokasi langsung. Namun bagaimana istri dan anak-anaknya. Ia nggak mungkin meninggalkan mereka.
Lama ia berpikir. Hingga ia ingat dengan mertuanya. mungkin mertuanya bisa datang menemani keluarga nya di sini beberapa hari.
Kemudian Lutfi pun menelpon sang bunda mertua." Halo Assalamualaikum Bun. gimana keadaan bunda.?" Tanya Lutfi basa basi setelah panggilannya di angkat mertua.
" Waalaikum salam nak. bunda sehat. gimana. keadaan putri dan cucu bunda.?" Tanya balik Vanessa.
" Alhamdulillah baik Bun. Lutfi bisa minta tolong nggak Bun. Lutfi harus kembali ke Indonesia sebentar, ada hal yang harus di kerjakan. Dan Lutfi nggak tega tinggalkan. putri dan anak-anak tinggal di sini sendiri." Cerita Lutfi memohon.
Vanessa terdiam. ia bingung karena belum pernah pergi sendiri ke luar negeri sendiri. " Lutfi. gimana kalau bunda ajak Kakak sekalian. Biar mereka punya teman juga. jadi nggak sepi." usulnya.
Lutfi pun terdiam, ia berpikir sebentar." Baiklah bund. aku pesankan tiket 3 orang ya bund." Lutfi menutup telpon setelah di setujui mertuanya.
Setelah mendapat telpon dari menantunya. Vanessa pun menelpon anak sulungnya. " Halo Assalamualaikum ma. pa kabar..!" Tanya Sonya senang.
" Waalaikum salam. baik.Oh ya, ada yang bunda mau ceritakan." Ucap Vanessa.
Sonya pun mendengarkan cerita bundanya. ia pun setuju, karena belum pernah ke negeri Itali. Tentu saja Hani heboh. bertemu dengan saudara kembarnya.
Setelah dapat persetujuan Arjuna. Sonya berangkat bersama bunda dan anaknya. Ia ke Jakarta dulu. baru berangkat bareng ke Itali. Menempuh perjalanan yang lumayan lama. 16 jam lebih. besoknya mereka sampai di bandara Leonardo da Vinci. Lutfi sudah cukup sore. Karena berangkat malam, Lutfi sudah menunggu mereka. Dan membawanya pulang.
Saat itu Putri sudah di rumah bersama anak-anaknya. Ia minta izin keluar sebentar, ada sesuatu keperluan.
Putri kesal sendiri. karena suaminya izin hanya sebentar, tapi sudah dua jam belum kembali. entah kenapa, beberapa hari ini. ia selalu uring-uringan nggak jelas. sering marah nggak tau sebab. Kadang Anak-anaknya bingung melihat perubahan mamanya.
" Ada apa ma..?" Tanya Abiyan yang heran lihat mamanya yang mondar-mandir di depannya.
__ADS_1
" Papa kemana sih..kok lama. Katanya sebentar!" Kesalnya malah ia lampiaskan pada anaknya.
Abiyan terpaksa diam. ia tidak ingin lagi jadi sasaran kemarahan mamanya, ia bingung sih. kenapa mama suka marah. padahal yang ia kenal mamanya lembut.
Sedangkan Ais, sibuk nonton film kartun. ia tidak tahu dengan kondisi kedua orang yang ada di ruangan itu.
Sedangkan Lutfi menceritakan pada mertua dan iparnya. kenapa ia harus pulang dulu ke Indonesia. mereka pun memahami. Hanya saja Lutfi tidak cerita tentang istrinya yang suka marah-marah nggak jelas sekarang. Karena ia tidak terlalu fokus dengan keadaan istri nya.
Sampai di Apartemen mereka. Lutfi pun mengajak mereka masuk tanpa memberitahukan istri dan anaknya.
Saat pintu apartemen terbuka. Putri pun menoleh. ia berencana marah-marah. Namun ia terpaku saat melihat bundanya yang muncul di belakang suaminya, dan juga kakak serta anaknya Hani.
" Bunda.. oh kalian kenapa nggak bilang mau ke sini.?" Tanya Putri ia memeluk bunda senang. Hani pun berlari masuk mendekati saudara kembarnya.
" Hai kalian sombong ya kalau di sini." Goda Hani pada saudara nya yang asyik nonton kartun.
Abiyan mengejar bundanya dan menyalami semuanya." Kapan bunda datang..?" Tanya Abiyan antusias. Karena baru kali ini bunda dan saudara nya datang. kalau neneknya sudah pernah. saat bersama kakek ketika masih hidup.
" Nih baru sayang. bunda kangen kalian.." Ucap Sonya tak kalah heboh.
Semuanya bahagia. Lutfi sudah memesan makanan untuk mereka. Karena tidak mungkin putri akan masak. karena ia merasa kan pasti istrinya itu marah. karena terlihat dari wajah saat ia buka pintu
Mereka pun makan. setelah pesanan Lutfi datang." Sayang.. kakak pulang dulu ke Indonesia ya. ada hal yang harus kakak kerjakan. Papa tidak bisa ngerjakan sendiri karena kondisinya yang sudah tua. Makanya kakak minta bunda dan Sonya datang menemani kalian." Ucap Lutfi menatap istrinya.
Putri memperhatikan Bunda dan juga kakaknya. kenapa ia tidak di beritahu. malah bunda dan kakaknya yang tahu duluan.
" Apa kakak tidak percaya pada ku. kakak buat aku kecewa." Kesalnya.. ia pun beranjak ke kamar.
__ADS_1
Semuanya terpana melihat perubahan Putri terutama Lutfi. ia makin bingung. nanti malam ia harus pulang ke Indonesia. agar besok bisa langsung menyelesaikan masalah yang terjadi di kantor papanya.
Bunda menggosok punggung tangan menantunya lembut." Biar bunda ya nak." Ucap Vanessa dan di anggukannya.
Vanessa pun masuk ke kamar putri dan mendekati anaknya yang berbaring di kasur. Ia tersenyum... Karena Putri ngambek seperti anak kecil.
" Sayang. mama lihat kamu sekarang, persis waktu kamu masih SD dan SMP. suka ngambekan. Jangan-jangan kamu hamil ya nak.?" Tanya Vanessa yang membuat Putri langsung terduduk.
" Maksud bunda. dari mana bunda tahu?" Tanyanya berapi-api.
Vanessa duduk di sebelah anaknya. " Ingat saat bunda hamil kamu. bunda sering ngambek kayak gini. makanya kamu tuh sering di bilang gadis manja, karena suka ngambek.bahkan masih dalam perut aja kayak gitu..ha..ha.." Tawa Vanessa. Putri malah malu-malu mendengar cerita bundanya.
Lain halnya Lutfi. Lutfi yang penasaran mengintip pembicaraan istri dan mertuanya. heran mendengar mertuanya yang tertawa.
" Apa benar aku hamil ya Bun. benar sih.. kakak dan juga anak-anak sering heran lihat aku marah-marah. Tapi mau gimana.? Ini nggak aku sengaja." Jawabnya tanpa dosa.
Vanessa kembali tertawa." Kamu tuh ya, udah jadi ibu masih aja manja. sudah.. sekarang kamu tes dulu. apa benar kamu hamil..." Ucap Vanessa.
Lutfi yang di depan pintu menerobos masuk. ia langsung memeluk istrinya." Maaf sayang. kakak nggak tahu kalau kamu hamil. makanya kakak heran dengan sikap kamu yang sering marah-marah." Ucap Lutfi bahagia.
Ia bahagia sekali. sekarang putri sudah selesai kuliahnya. Dan ia pun berencana pulang ke Indonesia. jadi sangat tepat sekali kalau Putri hamil lagi.
Lutfi pun mencium perut Istrinya yang masih rata dengan haru. " Makasih ya sayang. Kakak akan selesai kan urusan kakak secepatnya. Setelah kamu wisuda. kita akan let's go pulkam." Ucap Lutfi semangat.
Karena dengan kondisi demikian
ia sangat butuh bantuan keluarga nya. Karena setelah sampai di Indonesia. ia mungkin akan sibuk di kantor, dan bahkan bolak balik daerah. ke kantor cabang.
__ADS_1