Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Ulang tahunnya Rafiq


__ADS_3

Hari berganti hari. rumah baru pun selesai, mereka sibuk menata barang yang baru datang. ada yang sibuk memasak ada yang sibuk menata barang. semuanya pada sibuk setelah selesai mereka pun tepar di karpet ruangan tengah.


"Capek juga ya bang." ucap Galuh pada Rafiq.


"Lumayan. Eh.. main PS kita yuk.. mumpung mak- Mak belum selesai masak." Ajak Rafiq beranjak ke kamarnya.


"Ok.! " Jawab Galuh mengejar abangnya yang duluan pergi meninggalkannya.


Tiba-tiba Lutfi datang melihat mereka berdua ke kamar." Eh kalian mau kemana?" Tanya Lutfi heran pada keduanya.


"Ke kamar pa. capek." Jawab Rafiq memelas.


Lutfi menghampiri mereka dan menarik keduanya ke taman belakang." Kalau capek ya sini. kita sudah siap, tinggal nunggu kalian berdua." ucap Lutfi tersenyum.


Keduanya saling tatap. merek heran ada apa, kenapa mereka berdua tidak tahu.apa terlalu asyik tadi menyusun barang. akhirnya tidak tahu. namun keduanya menurut saja di tarik Lutfi.


"Kita pesta taman..." Ucap Lutfi memberikan kejutan keduanya.


Karena hari ini adalah hari ulang tahunnya Rafiq. ia tidak ingat sama sekali. pantas saja mereka semua memberikan kesibukan pada mereka berdua. agar tidak sedikitpun melihat ke belakang.


"Selamat ulang tahun.. kami ucapkan..selamat panjang umur kita kan doa kan selamat...... " Nyanyi ulang tahun pun di nyanyikan bersama. di sana sudah banyak yang hadir termasuk nenek. Oma opa mereka.


Rafiq terharu dapat surprise tersebut. ia tidak menyangka di hari ulang tahunnya yang ke 15 tahun di adakan di rumah baru mereka.


Hiasan taman sangat sederhana, namun permata taman berjalan dengan gembira.


Teman-teman Rafiq pun datang. entah siapa yang punya ide sampai mereka datang.


Makanan di datangkan dari kafe mamanya. Kedua taman rumah tersebut di gabungkan hingga pekarangan jadi lapang.


Meja-meja diisi dengan berbagai macam menu. dan ada kue yang cukup tinggi berdiri kokoh di tengah-tengahnya.


"Sini nak. tiup lilinnya." Ucap Putri menarik tangan anaknya yang masih bengong.

__ADS_1


"Makasih ma." Peluk Rafiq pada mamanya. ia hampir saja menangis jika tidak ingat ada teman-temannya.


"He..he.. ini semua berkat semua saudara mu." tunjuk Putri lada si kembar dan juga sepupunya.


"Galuh. kamu juga tahu..?" Tanya Rafiq curiga.


"Nggak. kalau aku tahu.. tentu aku bilang sama Abang." Jawab Galuh polos.


"Makanya tidak kami beritahukan adik ganteng." Jawab Abiyan gemes mencubit pipi gembul Galuh.


Galuh mengerang kesakitan dan balik mencubit Abiyan dan Abiyan menghindar. terjadilah kejar-kejaran.


"Eh. sudah-sudah... Abang.. sini. kita mulai acaranya." Ucap Lutfi dan keduanya berhenti.


Setelah acara tiup lilin dan potong kue. mereka pun makan sambil bercengkerama. Teman-teman Rafiq pun mendekatinya. memberikan ucapan selamat.


"Selamat ya Rafiq." Ucap Seorang gadis temannya Rafiq.


"Nggak ada yang melangkahi. semuanya sesuai urutan.." Celetuk Putri membuat semuanya tertawa.


Hari pun sudah sore. tamu lada sudah pulang. mak- Mak malah jadi tambah sibuk karena membereskan tempat yang sudah di pakai untuk acara. Semuanya merasa bahagia. walupun capek namun tertutupi dengan rasa bahagia.


Karena kebahagiaan terletak di dalam hati, yaitu hati yang memiliki keimanan, yang selalu merasa cukup dan bersyukur apa yang ada, kebahagiaan seseorang tidak bisa diukur dengan banyaknya harta atau kekayaan, status atau pangkat sosial dalam kemasyarakatan dan atau semua kemewahan yang dimiliki oleh seseorang. Kebahagiaan yang sesungguhnya atau kebahagiaan yang sejati atau hakiki itu terletak pada ketenangan hati seseorang.


*****


Tidak terasa libur telah usai. Hani hari ini akan kembali ke Negeri orang bersama tiga adiknya si kembar dan juga di antar Aryo. Karena Lutfi tidak bisa.


Karena telah lama libur paska kecelakaan. jadi di wakilkan Aryo mengantarkan mereka serta mengurus semua keperluan mereka bertiga.


"Bri. aku telah menelpon temanku yang dosen di sana. agar membantu mengurus mereka berdua. dan ini ada surat tolong berikan padanya. nanti aku akan menghubunginya saat kalian sudah sampai di sana." Ucap Lutfi menjelaskan.


"Ok. jadi aku cuma tahu beres ajakan. susah bersaing dengan orang tenar, ke mana-mana ada saja sobatnya.' Ledek Aryo pada iparnya.

__ADS_1


Lutfi memukul bahu Aryo yang di sambut tawa keduanya.


"Masalah barang kalian. nanti nyusul saja. kalian hati+ hati ya. ingat jangan diam saja jika ada masalah, kalian bertiga di sana. saling menjaga." Nasehat Putri yang heboh sekali.


"Iya mama cantik. sampai di sana kami akan selalu kabari mama. setiap hari kami akan PC deh." Bujuk Ais yang tahu mamanya masih tidak rela kepergiannya.


"Sudahlah. mereka sudah besar. jika kita kangen,. nanti kita susul pas ada waktu. Ok.!" Bujuk Lutfi mencium pipi istrinya gemes.


"Sudahlah dek..! mereka sudah besar.. lagian di sana ada pengawal..teman-teman kalian ada di sana. dulu Hani sendiri saja." Ucap Sonya yang tadinya hanya diam saja.


Putri akhirnya diam. dia pun memeluk kedua anaknya dengan sendu. rasanya sangat berat ya berpisah dengan anak. padahal baru kemaren mereka masih di gendongan dan sekarang sudah beranjak dewasa.


Waktu berlalu tak bisa di cegah, setelah beranjak dewasa.Seiring bertambahnya usia, jaringan di otak tumbuh lebih kompleks. Setiap sinyal ke otak membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk diproses. Karena memproses lebih sedikit informasi visual dalam rentang tertentu, waktu terasa berlalu lebih cepat.


Akhirnya Keempat orang itu masuk ke pesawat. Rombongan yang mengantar pun pulang. Putri menatap pesawat yang sudah naik ke angkasa. Saat di perjalanan pulang.


"Hati-hati ya nak. dia kami menyertai mu. semoga apa yang kalian cita-cita kan tercapai." Lirih Putri di mainkan Lutfi yang sedikit mendengar dia istrinya.


Lutfi memegang tangan istrinya dengan tangan kiri. dan satu lagi memegang setir mobil. Putri yang menyadari hal tersebut segera melepaskan.


"Fokus mas." ucapnya pelan.


Lutfi tersenyum dan mengangguk. Ia tahu istrinya sangat sedih atas kepergian anak-anaknya. Ia pun sebenarnya merasa berat. yang namanya saja orang tua tentu begitu.


Melepas kepergian anak yang jauh merantau, tentu suatu hal yang butuh perjuangan untuk melawan perasaan. Orang yang biasanya selalu dekat kita. tiba-tiba pergi meninggalkan kita. Rasanya sangat berat. Apalagi jauh di negeri orang, dan butuh waktu untuk mencapai jarak tersebut.


Putri sibuk dengan pikirannya. sedangkan Lutfi pun fokus dengan mobil yang di kendarainya. Rafiq hanya diam melihat ke dua orang tuanya yang hening.


Ia pun sebenarnya ingin tinggal di rumah lama. bersama Galuh dan juga koki mamanya. Namun saat ini sepertinya belum bisa. karena mamanya sedang sedih di tinggal saudaranya.


Mungkin ia ke sana saat libur saja. berkumpul bersama dengan temannya di sana. Karena itu sering ia lakukan bola weekend. Dan ke dua orang tuanya tidak melarang asalkan tidak bertujuan jelek.


Mereka hanya ngumpul dan main PS tertawa. ada bernyanyi main gitar. sambil ngemil. jadi ada koki mamanya tinggal di sana tentu bisa di andalkan untuk masak. pikir Rafiq tersenyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2