
Putri merasa bahagia. Karena selesai juga kuliah, dengan penuh perjuangan sebagai ibu muda. Anak kembar lagi. Tidak bisa di bayangkan kalau akhirnya ia bisa menyelesaikannya. Itu juga berkat dukungan suaminya.
Namun ia sedikit kesal pada suaminya. mengacuhkannya disaat ia menikmati kebahagiaannya.
Lutfi yang mengetahui sifat istrinya, hanya diam saja. Nanti sampai rumah ia akan minta maaf.
Setelah acara wisuda. Lutfi membawa keluarganya ke restoran untuk makan siang. Ais sangat bahagia. Karena ia akan main di taman restoran. Karena setiap ke sana selalu saja Ais dan Abiyan main di taman tersebut.
" Asyik... kak Hani kita main yuk.!" Ajak Ais langsung menarik tangan Hani ke taman.
Belum sempat ke duanya berjalan, Putri menegurnya. ia yang kesal pada suaminya di lampiaskan pada mereka.
" Siapa suruh main.?" Tanya Putri pada anaknya.
Ais yang melangkah menoleh pada mamanya,. ia memandang papanya untuk pertolongan.
Lutfi yang menyadari ke adaan ia pun membujuk anaknya." Sayang..! Makan dulu.. baru main ya nak. Kak Hani pasti lapar. ya kan.?" Tanya Lutfi menghampiri keduanya. Dan membawanya duduk di kursi.
" Ia sayang...kita makan dulu. nanti biar bunda temani ya.?" Bujuk Sonya pada anaknya. Takut karena ulah anaknya terjadi keributan
Sebab semenjak keluar ruangan aula wisuda. Putri terus aja ngomel nggak jelas.q Tandanya ia sangat kesal dengan seseorang.
Hani pun duduk. namun Ais agak kesal menatap mamanya. seperti perang bathin. Vanessa yang menyadari itu ia pun membujuk cucunya
Tapi Dian malah terkekeh.Semua mata melihat ke arahnya. " Van. aku ingat saat Putri masih kecil sering kali ngambek kalau di ganggu Lutfi. Atau kesal kalau keinginannya di batalkan.. sekarang Ais reinkarnasinya Putri kecil..he..he.." Ucapnya sambil tertawa kecil
Putri yang mengingat kejadian tersebut menunduk malu. Ia ingat dulu sering kali marah nggak jelas pada suaminya. Karena Lutfi dulu sangat usil padanya. Dan sekarang ia masih ngerjain dirinya. padahal sekarang sudah jadi ibu anak-anak nya. Benar-benar sebel.pikirnya.
" Benar Dian. aku juga merasa begitu. Sekarang kamu tahu kan Put. jangan suka ngambekan. ntar yang di dalam mencontoh lagi tuh kayak si onoh." Tunjuk Vanessa dengan matanya
__ADS_1
Ais yang tidak tahu, kalau ia jadi topik dengan mamanya. hanya diam saja. Dan makanan pun datang. juga ada tiga es krim. membuat Ais melupakan kejadian tersebut.
" Wah.. ada es krim. makasih papa.." Ucapnya memeluk papanya.
Lutfi tersenyum membelai anak gadis kecilnya." Sama-sama sayang. minta maaf sana sama mama." Perintahnya lembut.
Ais pun mendekati mamanya." Maaf ya ma." Bujuk ya pada mamanya.
Putri tersenyum miring." Ia sayang.. gadis cantik mama. tapi yang nyuruh minta maaf kayaknya nggak sadar kesalahan." Sindirnya.
Lutfi pura-pura tidak dengar. ia pun makan dengan santai. Dian dan Vanessa hanya geleng-geleng kepala. Melihat anak dan menantunya.
Setelah acara makan dan anak-anak main sebentar. Abiyan yang hanya diam saja dari tadi. meminta bundanya untuk saja melihatnya dari jauh.
" Bund. biar aku yang jaga mereka berdua. aku kan laki-laki." Ucap Abiyan melihat Sonya yang akan berdiri mengikuti mereka ke taman.
Sonya melihat ke pada semua orang. Lutfi mengangguk. akhir Sonya pun duduk kembali. Namun ia mendapatkan pesan dari suaminya. menanyakan kapan kembali.
Sonya akhirnya PC pada suaminya. yang juga di angkat Arjuna. Saat layar telah terbuka. pandangan pertama yang di lihat Arjuna adalah Putri. karena Sonya duduk di sebelah Putri. saat Ais berdiri tadi.
Lama Arjuna terpana. hingga Sonya menyadari lamunannya." Assalamualaikum Jun. oh ya. besok pagi aku pulang." Ucap Sonya.
Ia menyadari kesalahannya. yang tidak sengaja mengarahkan layar handphone nya pada Putri. sedangkan Putri tidak menyadari. dan cuek saja. Hanya Sonya saja yang selalu cemburu. Sebab suaminya yang belum bisa move on sepenuhnya pada adiknya itu. Lamunannya di buyarkan Lutfi.
" Besok pagi sama saja dengan saya. karena pekerjaan saya belum selesai. Biar mama dan Bunda jaga mereka dulu. setelah selesai Aku akan jemput kalian semuanya." Ide Lutfi.
Putri menoleh. mendengar ucapan suaminya. " Oh. kayaknya lebih penting pekerjaan ya." Sindir Putri.
Lutfi hanya diam. bahkan ia berjalan ke arah anak-anak dan memanggilnya pulang. Mereka pun akhirnya pulang. Tadinya mereka berangkat satu mobil. sekarang. Dian punya ide. agar mereka pulang bl dua mobil.
__ADS_1
Vanessa menyadari keadaan. menyetujui. " Oh ya. anak-anak sama kita ya. biar kalian habiskan waktu berdua." Usu Dian. mamanya Lutfi.
Dalam perjalanan pulang. Putri diam saja. Lutfi yang tidak tahan, akhirnya menghentikan mobil ke tepi. ia masuk ke arah taman. agar tidak macet.
" Sayang... kakak yang minta mama agar tidak memberitahukan kedatangan ku. jangan marah terus. kasihan yang di sini. ia ikut sedih juga nanti." Ucap Lutfi lembut merasakan perut Istrinya yang masih rata.Putri membuang tangan Lutfi dengan kasar. Dan menoleh keluar.
Lutfi yang habis kesabaran. meraup bibir istrinya. dan menciumnya lembut. Setelah cukup lama. " Maaf.." Ucapnya lirih. melap bibir istrinya yang basah.
" Maaf kan kakak ya. pekerjaan kakak belum selesai. Setelah selesai. kita baby moon yuk.Sepertinya istri Prof Lutfi lagi galau Andi jutek nih." Goda Lutfi yang mampu merubah mood istrinya.
" Beneran ya. awas kalau lupa lagi." Ancam Putri. yang di anggukan Lutfi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Maaf ya sayang. papa janji ya. setelah urusan papa selesai.. papa jemput kalian
dan ajak kalian saja ke sebuah pulau.. Kemana. ya..?" Goda Lutfi membuat muka Putri memerah
Lutfi tahu betul senjata ampuhnya. Ia tahu betul sifat istrinya yang manja. namun karena itu ia menyukainya. hingga ia sabar menunggu seorang gadis kecilnya dulu.
Putri memeluk suaminya." Maaf aku ya kak. aku nggak tahu, kenapa sekarang cepat marah.!" Cerita nya pada suaminya.
Lutfi memegang perut istrinya." Karena ini sayang. hormon bumil kan memang begitu. Tapi kali ini agak parah sih. mudah-mudahan tidak melebihi sifat mamanya." Lirih Lutfi membuat ia dapat cubitan istrinya.
" Aduh..sakit sayang..!" Rengek Lutfi menggosok tangannya.
" Rasain. itu balasannya." Ledek Putri. Ia pun tertawa.
Lutfi tersenyum. istrinya sudah kembali tenang. ia memutar arah mobilnya dan kembali pulang.
" Sepertinya. aku akan membalas kerinduan ku selama dua Minggu ini." Goda Lutfi. Putri yang mendengarkan melotot kan matanya horor.
__ADS_1
" Wah. bisa-bisa aku tidak keluar kamar nantinya." Lirih Putri yang masih di dengar suaranya. Lutfi tersenyum menang.