
Rasa cinta tidak akan hilang, kalau pasangan yang akan di tinggalkan tidak punya salah. malah rasa sesak yang makin dalam pada mantan ke kasih yang ditinggalkan.
Itulah yang di rasakan Arjuna pada Putri. ia merasa mengkhianatinya dan melukai hatinya. dengan menikah dengan orang terdekat dari Putri yaitu kakak kandungnya sendiri.
Walau ia berusaha menerima takdirnya, namun setiap kali ia melihat Putri. rasa itu bangkit sendiri tanpa ia sadari.
Sikap begitulah membuat Sonya sering meradang. Namun ia tidak berkutik melihat kedekatan Arjuna pada anaknya.
Ia tidak sanggup merenggut kebahagiaan anaknya, hanya karena ke egoisnya. Bahkan Sonya telah menceritakan ini dan akan bercerai dengan Arjuna.
Putri dan Sonya hanya diam duduk di sofa ruang tamu. begitu juga Arjuna. Dian melihat kecanggungan tersebut mengajak mereka masuk duduk di ruang keluarga melihat keseruan anak -anak.
"Sepertinya mereka seru sekali. yok nak. mama tadi ada buek cemilan cuman belum selesai. bantu mama mengoles topingnya." Ajak Dian menarik tangan mantunya yang sangat tegang tersebut.
" Oh. ok ma.mbak mau ikut.?" Tanya Putri pada mbaknya.
Sonya hanya mengangguk dan mengikuti mereka ke dapur. Dan tak lama Johan datang. ia langsung menyapa Arjuna yang duduk seorang diri.
Johan sudah di beritahu istrinya. agar mampu menangi kondisi yang agak rumit. Makanya ia langsung respon dengan Arjuna.
" Eh. ada nak Arjuna.? Kok sendiri.?" Tanya Johan menyelidik.
Mereka baru ke dalam om.Om baru pulang.?" Tanya Arjuna sungkan.
Johan tersenyum. ia pun duduk menemaninya." Ya begitulah nak. Gimana kondisi perusahaan mebelnya. apa lancar?" Tanya Johan basa-basi.
"Alhamdulillah Om. Sepertinya kondisi Om masih sehat bugar ya.Apa rahasia nya om." Tanya Arjuna hambal.
"Ha ..ha...kamu bisa aja. Om sudah tua bahkan sudah terlalu tua malah. Namun Lutfi belum bisa sepenuhnya mengurusnya setelah kejadian menimpa Ais. Makanya ia selalu pulang cepat atau bahkan izin kerja." Jawab Johan tertawa.
"Mungkin trauma Om. siapa yang nggak akan sedih lihat kondisi anak yang terluka saat bersamanya." Ucap Arjuna yang dapat menyinggung Johan.
__ADS_1
Namun ia tetap tersenyum. Pantas saja mantunya tidak merasa kecewa saat di tinggalkannya.
****
Setelah sore menjelang senja, Sonya membawa Hani pulang ke rumah bundanya. " Maaf ya dek. mbak pulang dulu ya ke rumah bunda." Ucap Sonya pamit pada adik yang di cintainya.
Ia tidak marah pada adiknya. atau pun cemburu karena Arjuna masih ada hati adiknya. Tapi ia kecewa dengan suaminya yang tidak menempatkan diri. Padahal keliatan sekali kalau adiknya sangat mencintai suami dan anak-anaknya.
Begitu juga kedua mertuanya sangat menyayanginya. Mungkin karena mereka telah akrab saat Putri masih kecil.
"Ya mbak. hati-hati. Titip salam buat bunda ya mbak." Seru Putri setelah mereka naik ke mobil,dan di anggukan Sonya.
"Kapan-kapan datang lagi ya mbak.!" Seru Ais pada mbak Hani nya. Yang juga di sambut mesra oleh Hani.
Hani hanya mengangguk. karena bia belum tahu apakah masih bisa untuk datang lagi ke rumah ini.
Lutfi pun membawa anaknya masuk setelah mereka pergi." Sayang masuk lagi." Dan ikuti semuanya.
****
Banyak hal yang akan terjadi di depan kita. Orang kaya saja yang mengaku akan jaya sampai tujuh turunan belum tentu pasti akan terjadi. Kadang ada hal yang membuatnya hancur. Dan bahkan orang yang terdekat malah menghancurkannya. Untuk itu kita harus bersyukur atas nikmat yang di berikan Allah pada kita.
Putri tersedu mendengar ceramah pagi itu
ia duduk melihat siaran televisi, ada seorang ustad ternama memberikan tausiah pagi itu. Membahas tentang Rasa syukur.
Lutfi yang baru selesai mandi memandangi istrinya yang duduk termangu melihat layar kaca televisi.
" Ada apa sayang. kenapa sedih begitu.?" Tanya Lutfi memegang bahu istrinya.
Putri mendongak menatap suaminya." Itu pa. aku merasa selam ini masih kurang bersyukur. padahal banyak nikmat yang telah Allah berikan pada ku." Ucap Putri sendu.
__ADS_1
Lutfi menggosok punggung istrinya lembut. "Sayang.. Jangan sedih begitu. selama ini, kamu udah jadi istri yang baik dan bersyukur. Bersyukur itu tidak perlu di ucapkan, tapi di praktekan." Ucap bijak Lutfi pada istrinya.
Putri memeluk suaminya dengan sesegukan. "Makasih kak. sudah mau jadi suamiku, dari wanita yang labil dan manja ini." Lirih Putri.
"Anita labil yang telah memberikan aku anak yang cantik dan ganteng." Jawab Lutfi yang dapat cubitan dari istrinya.
"Sakit sayang. itu curang namanya.." Lutfi pun menggelitik istrinya yang membuat mereka berdua tertawa.
Hingga suara Ais yang mengejutkannya bersama Rafiq." Mama sama papa kok kayak anak kecil.?" Tanya Ais melihat kedua orangtuanya lari saling kejar.
Lutfi berhenti di depan kedua anaknya. yang berdiri di depan pintu." Ada apa sayang." Tanya Lutfi melihat Ais dan Rafiq bergantian.
"Pa. tadi adik bangun cari mama papa." Ucap Ais. karena Rafiq sudah mau tidur sekamar dengan saudaranya. Karena umurnya sudah dua tahun, dan tidak ASI lagi.
"Ada apa jagoan papa cari.?" Tanya Lutfi mencolek hidung Rafiq.
"Pa. lenang.. aku mau lenang.." Ucap Rafiq dengan suara bocahnya.
"Pagi-pagi udah mau berenang. nanti dingin, kita sarapan dulu ya nak. sudah agak siang baru berenang ya." Bujuk Lutfi pada anaknya.
Ia berusaha membujuk. karena anak-anaknya belum sarapan, takutnya nanti masuk angin karena dingin.
Akhirnya Rafiq pun mau. Putri dan Lutfi me.bawa anaknya ke ruang makan. mereka sarapan dulu. walau hanya sarapan bubur ayam. atau ada yang mau roti. namun Putri selalu menyiapkan segesas susu buat anaknya.
"Pa. aku siap.yu belenang." Ajak Rafiq pada papanya.
Lutfi tersenyum dan memangku anaknya." Anak papa yang ganteng. dengar ya. siap perutnya diisi. bagus duduk dulu sebentar, tenang kan dulu makanan yang ada dalam perutnya." Nasehat Lutfi pada anaknya.
" Ya pa " Jawab Rafiq mengangguk. walau ada raut kecewa di wajahnya yang mungil.
Lutfi gemes dan mencubit pipi gembul anaknya dan menciumnya." HM. anak pintar." Puji Lutfi senang.
__ADS_1
Putri pun senang. suaminya memang selalu bisa membujuk anaknya, kalau rewel. terlihat sekali jiwa pendidiknya.
Setelah jam sembilan. Lutfi benar mengajak anak-anak dan istrinya berenang. mereka berenang di kolam renang di samping rumahnya. Di sana. ada gazebo tempat duduk santai di sebelah kolam ikan. di bawahnya baru ada kolam renang. Kebetulan bentuk tanah di rumahnya tinggi bagian depan, dan rendah bagian belakang. seolah tanahnya bertingkat. Jadi dari luar, tidak kelihatan kolam renangnya.