Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Rencana


__ADS_3

Malamnya Lutfi akhirnya pulang juga ke Indonesia. Putri yang sudah di temani bunda dan kakaknya masih saja sedih. Entah kenapa kehamilannya kali ini sangat manja. Dan mudah merajuk


" Sudahlah.. suami kamu tuh bekerja. bukan refreshing. toh di sini sudah ada kami. Mungkin besok mama mertua kamu katanya mau ke sini juga. mendengar kehamilan mu." Ucap Vanessa menasehati.


Putri masih aja manyun. namun mendengar mama mertuanya datang ia cukup bahagia. " Benar bund. mama ke sini.?" Tanya Putri semangat. Dan di anggukan Vanessa.


" Kalau kamu nggak percaya. telpon saja!" Usul Bundanya.


Putri pun tersenyum, ia akan rencana mau menelpon. mama mertuanya. Karena sekarang di Indonesia masih siang.


Ia pun menghidupkan notifikasi hijau di handphonenya. ia menekan panggilan PC. Tak lama panggilan tersebut di angkat oleh mamanya.


" Halo. Assalamualaikum ma. apa kabar.?" Tanya Putri sungkan.


" Alhamdulillah baik nak. selamat ya nak. Kamu beri mama calon cucu lagi. Mama bahagia mendengar saat Vanessa mengabarkan. Nih mama mau siap-siap mau ke sana. tunggu mama ya nak." Ucap Mama mertuanya.


Hanya sebentar pembicaraan tersebut. Karena Dian sibuk mondar mandir. menyiapkan kebutuhan ibu hamil yang tidak ada di negeri orang. yaitu rujak. Ia sudah memesan online bumbu rujaknya saja. Sedangkan buahnya akan di beli di sana saja. pikir Dian semangat.

__ADS_1


*****


Pagi menjelang siang Lutfi sudah sampai di rumah mamanya. Ia melihat mamanya sudah mau berangkat. untuk pergi jauh, karena ada koper berada di ruang tamu.


" Ma... mama mau kemana.?" Tanya Lutfi heran. Dan memeluk mamanya dan menatapnya.


" HM. mama mau ke rumah mu. di sana kan ada mertua mu. yah sekalian ngumpul-ngumpul." Jawab mamanya yang tidak masuk akal menurut Lutfi.


" Jauh sekali mama mau ngumpul. Kan bisa di sini ma..?" Tanya Lutfi yang masih belum konek.


Lutfi pun tersenyum." Alhamdulillah ma. kita masih di beri kepercayaan oleh Allah untuk mendapatkan kebahagiaan ini.mudah -mudahan lancar dan sehat selalu sampai lahiran." Ucap Lutfi yang sama-sama mereka amin kan.


"Oh ya ma.. Putri agak manja kehamilan sekarang. Kalau benar ke sana. Jagaan Putri buat aku ya ma." Ucap Lutfi mengharapkan.


" Oh. Tentu saja. kami kan di sana sampai Putri wisuda. Kan tidak beberapa hari lagi. Kamu datang kan Wisuda Putri.?" Tanya Mamanya menyelidik.


" Insyaallah ma. aku usahakan. Jika tidak selesai juga. mungkin aku kembali untuk menghadiri wisuda saja. dan kembali lagi ke sini." Lutfi. un berpikir mungkin lebih baik ia punya rencana cadangan.

__ADS_1


Di kampus tempat ia Putri kuliah. Lutfi sudah bilang sama dekan. kalau ia akan resain setelah acara wisuda. Dan ia telah memberikan surat pengunduran dirinya.


Flashback on


Siang sebelum Lutfi berangkat ke Indonesia. Lutfi masuk ke ruang dekan. Dan menceritakan pada dekan tersebut kalau ia mau resain. Awalnya dekan tidak menerima karena belum ada penggantinya. Namun setelah Lutfi menceritakan kondisi perusahaan papanya. dan juga kondisi Putri yang butuh dirinya. maka Dekan tersebut menyetujui.


" Ok.I will agree. as long as you find a replacement ( Baiklah. saya akan setuju. kalau ada pengganti anda). Pinta dekan.


Lutfi tersenyum. Karena ia sudah mencarikan pengganti sebelum ia merencanakannya. Karena memang begitulah prosedur kalau sesian dadakan.


flashback of


Lutfi ke kamarnya setelah pembicaraan panjangnya sama mamanya. Karena mamanya akan berangkat di antar sopir ke bandara.


Papanya tidak bisa ikut. karena akan menyelesaikan masalah kantor bersamanya.


Lutfi mandi untuk menyegarkan tubuhnya. baru ia ke kantor menyusul papanya.

__ADS_1


__ADS_2