
Sonya bersama anak dan suaminya sudah pulang ke rumah mereka. Sedangkan Putri masih menunggu suaminya yang katanya hampir sampai.
Entah kenapa Putri agak gelisah menunggu suaminya yang katanya hampir sampai. namun sudah setengah jam menunggu belum juga nongol suaminya.
"Nak. coba kamu telpon lagi papa ya. mama mau ke kamar kecil dulu, perasaan mama nggak enak." Kata Putri pada anaknya.
Entah kenapa, perutnya terasa sembelit. dan jantung dag dig duh. tidak karuan. Ia masuk kamar kecil tergesa-gesa.
Rafiq sudah dua kali menelpon papa nya belum di angkat." tersambung. tapi kok nggak di angkat papa ya.?" Tanya Rafiq pada dirinya sendiri.
Putri kembali dekat anaknya. ia hanya mules, namun tak mau keluar. dari pada ia bingung balik lagi keluar.
"Gimana nak. apa papa ada kabar?" Tanya Putri. Rafiq menggelengkan kepalanya
"Coba lagi ya nak. mana tahu tadi papa nggak dengar." Perintah Putri lada anaknya.
"Ya ma." Rafiq kembali lagi menelpon. ada suara wanita yang mengangkat telpon papanya.
Rafiq mengerutkan keningnya."Gimana nak.?" Tanya Putri heran.
"Oh. nggak apa ma. udah di angkat namun belum ada suara.?" Jawab Rafiq menghilangkan kegugupannya. Dia berpikir papanya selingkuh.
"Halo. apakah ini benar nomor 0853************. atas nama Lutfi.?" Tanya Rafiq penasaran.
"Oh. ya, apakah ini keluarganya. begini kamu dari rumah sakit. bapak ini kecelakaan setengah jam yang lalu." Ucap seorang wanita di sebrang.
"Apa? Kecelakaan. terus papa saya dibawa kemana.?" Tanya Rafiq takut. Putri yang mendengarkan kecelakaan dan rumah sakit, tentu saja ia kaget. ia langsung merebut handphone anaknya.
"Apakah ini benar. di rumah sakit mana suami saya di bawa.?" Tanya Putri gusar setengah berteriak.
"Oh Rumah sakit Mitra Medikal di kota ini buk. tak jauh dari tempat kecelakaan." Jawab seorang wanita di sebrang.
Putri syok. badan terhenyak di kursinya. " Ma. sabar ma. kita lihat dulu. apakah benar papa kecelakaan." Ucap Rafiq menguatkan.
Rafiq pun memanggil Kenan. ke luar." Bang. bantu aku bawa mama ke mobil." ucap Rafiq panik.
"Eh kenapa ibu dek. tadi nggak apa-apa." Tanya Kenan ikut panik.
"Kami baru dapat kabar. papa kecelakaan. dan di rawat di rumah sakit terdekat." Jawab Rafiq.
Para karyawan langsung menutup pintu,mereka tidak menghiraukan yang lain. padahal masih ada dua orang yang sedang makan.
"Maaf ya pak. buk. bukannya mengusir, ini suaminya bos kami kecelakaan, jadi kami harus ke rumah sakit." Ucap salah satu karyawan Putri.
"Oh. nggak apa. gimana. kami belum bayar." Ucap pelanggan yang belum makan.
"Oh nggak apa pak. kalau bapak ibuk mau bawa, nggak apa. tapi bungkus sendiri ya. kami mau menutup pintu." Jawab karyawan tersebut dan di mengerti pelanggan. Pelanggan tersebut membungkus sendiri makanannya. setelah di sediakan pembukuan oleh karyawan Putri.
__ADS_1
Sedangkan kenan dan Rafiq sudah naik ke mobil menuju rumah sakit. Putri masih syok. tubuhnya masih lemas. walau pun tidak pingsan, namun ia tak berdaya. Rafiq memeluk mamanya tersedu.
"Sabar ya ma. moga papa nggak apa-apa. papa tu kuat ma." Ucap Rafiq menguatkan mamanya.
"Bang. cepat kan sedikit!" Seru Rafiq yang tak sabar.
"Iya dek.Abang lagi usaha. macet nih." Jawab Kenan.
Ternyata kecelakaan tidak jauh dari kafe mereka. pantas saja suasananya rame. kecelakaan beruntun. dan banyak sekali yang tabrakan. dari jauh Kenan bisa melihat mobil suami bosnya. Lutfi yang agak miring, dan di depannya ada truk. dan sebuah gerobak yang menghalangi diantaranya.
"Dek. kayaknya, kita tidak bisa pakai mobil. Lihat.. sangat macet." Ucap frustasi.
"Bang. kami naik ojek online saja. tolong bang. Carikan satu saja bang. sepertinya mama nggak bisa naik ojek sendiri dengan tubuh lemah begini." Pinta Rafiq.
"Baiklah." dengan cepat Kenan mendapatkan gojek. Kenan pun membantu Rafiq menaikkan bos nya.
"Hati-hati dek.. Oh ya pak. bawa adik saya ke mitra Medika di dekat sini. salah satu keluarga saya yang kecelakaan. tolong ya pak mobil kita terhalang." Ucap Kenan mengingatkan tukang gojek.
"Oh. baik mas. kasihan. hati-hati dek. pegang mamanya." Dan di anggukan Rafiq.
Hanya beberapa menit. mereka sampai di Rumah sakit. Rafiq tidak lagi membayarnya. karena sudah di bayar Kenan lewat aplikasi.
"Bisa bawa mamanya dek.?" Tanya gojek tersebut.
"Bingung pak." Jawab Rafiq apa adanya. karena mama benar-benar terkulai.
Benar saja. suster tersebut langsung membantu dan membawanya ke IGD. Rafiq bahkan di bawa juga masuk. takutnya juga korban. Rafiq mengikuti saran suster. dan di anggukan pak gojek.
"Silahkan duduk di sana dulu dek. nggak pusing kan." Tanya suster pada Rafiq.
"Oh nggak sus. bagaimana papa saya sus.?" Tanya Rafiq.
"Yang mana papanya.?" Tanya suster pada Rafiq.
Rafiq memperhatikan semua pasien yang kena kecelakaan. dan ia melihat papanya yang seperti tertidur.
"Oh itu sus. boleh saya ke sana.?" Tanya Rafiq pada suster
"Pak Lutfi. jadi kamu anaknya.? Ini handphone dan dompet milik pak Lutfi. ini kami temukan di kantong sakunya."ucap suster menyerahkan milik papanya.
Rafiq pun mendekati papanya. Rafiq terpaku. dia sangat gugup. apakah papanya masih hidup.
"Apakah papa saya masih hidup sus.?" Tanya Rafiq ragu.
Suster tersenyum." Alhamdulillah. papanya masih hidup dan tidak banyak luka, mungkin pasien yang paling beruntung adalah beliau. yang lain pada koit." Jawab Suster tersenyum.
Rafiq sedikit lega. walau ucapan suster membuat ia sedikit jengkel. karena seperti menggodanya.
__ADS_1
"Pa. bangun pa." Lirih Rafiq menggoyang tubuh papanya
Lutfi yang mendengar suara anaknya yang berulang kali. ia pun terbangun dari pingsannya.
Lutfi menggerak-gerakkan matanya yang tertutup. sedikit demi sedikit ia membuka matanya.
"Nak. kita dimana?" Tanya Lutfi pada anaknya.
"Di rumah sakit pa. apa papa ada yang sakit.?" Tanya Rafiq cemas. Rafiq memeluk papanya. ia menangis,rasanya tadi jantungnya seperti mau terbang.
Tak lama. Putri pun mendekat setelah mendapatkan perawatan. "Mas. aku takut tadinya." Ucap Putri juga memeluk suaminya.
"Uhuk...uhuk.. kalau begini. bisa-bisa papa kehabisan nafas nih. karena ngap." Ucap Lutfi bercanda.
Spontan saja Rafiq dan Putri melepaskan pelukannya." Maaf.." Ucap Putri manja.
"Alhamdulillah. papa masih di beri kesempatan untuk bertemu kalian. tadi papa benar-benar syok mengingat kejadian tadi" Cerita Lutfi syok.
"Tapi kami lihat mobil papa miring di lokasi kejadian." Tanya Rafiq yang menyadarinya
Belum lagi. Lutfi menjawab.datag dokter memeriksa kondisi Lutfi. hingga mereka pun keluar. karena kondisi Lutfi tidak terlalu parah. hanya kakinya yang keseleo karena di tarik saat terjepit tadi las kecelakaan.
"Oh. ya. kalau begitu. bapak sudah bisa kita pindah ke ruang rawat inap ya.Fan ibuk tolong ke bagian Administrasi." Ucap Dokter tersebut.
"Oh. baik dok." Jawab Putri berbalik badannya.
"Nggak usah. sudah papa urus, kalian benar-benar ya. tidak kasih tahu papa. papa dapat kabar dari teman. dan langsung ke sini." Ucap mertua Putri.
"Maaf Opa. mama tadinya juga pingsan
aku saja bawa mama dengan gojek karena mobil terperangkap macet. jadi nggak kepikiran. maaf ya opa." Jawab Rafiq yang tidak mau mamanya di salahkan.
"Oh. jadi kamu merasa sudah besar sekarang." Ledek Jihan pada cucunya dan memeluknya sangat erat
"Kamu sudah melakukan yang terbaik nak. maaf tadi opa kesal." Ucap Jihan pada cucunya.
"He..he.. " jawab Rafiq cengengesan.
Lutfi pun di pindahkan ke ruangan yang hanya Lutfi sendiri. di sana sudah orang tua mereka semua serta Sonya dan keluarganya juga. ruangan itu penuh.Tentu saja karena Meraka syok mendapat kabar tersebut di televisi. Dan langsung menelpon ke kafe. karena handphone putri tidak di angkat. untung saja karyawannya masih bisa mendengarkan dan memberitahu.
"Buk.ini barang ibuk yang ketinggalan di kantor." Ucap Kenan menyerahkan milik bosnya
"Makasih Ken. oh ya. besok ibu mungkin nggak ke kafe. tolong bantu ya." Ucap Putri.
"Ah siap buk. ibuk nggak usah cemas." Jawab Kenan.
Dan mereka ngobrol setelah laut mereka pun pulang. hanya Putri dan kenan yang menjaga. walau sudah di suruh mama dan papanya pulang. ia tidak mau akhirnya ia pun ikut menjaga papanya.
__ADS_1