Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Tiga karakter


__ADS_3

Setelah beberapa hari Putri di rawat. ia sudah di bolehkan pulang. tapi bayi mereka masih perlu di rawat beberapa hari lagi. biar dia kuat di alam bebas.


Putri merasa berat meninggalkan anaknya, namun karena bujukan Lutfi, akhirnya ia pun menurut. asalkan ia bisa melihat anaknya setiap hari selama di rawat.


"Kak. janji ya. ngantar aku setiap hari melihat anak kita." Ucap Putri berharap.


" Ya. sayang. aku pasti temani mu menjenguk anak kita. aku pun tak tega meninggalkannya sendiri. Namun bagaimana. Kamu harus istirahat sayang, agar tenaga mu pulih kembali." Nasehat Lutfi lembut.


Ia pun sebenarnya sangat terpukul dengan keadaan ini. Namun kita tidak manusiawi tidak bisa menolak takdir yang sudah di garukan Allah. Yang penting istri dan bayinya selamat. walau dengan kondisi lahir prematur.


Sampai di rumah, putri termenung. tidak ada keceriaan di wajahnya. apalagi saat Ais bertanya tentang adiknya.


" Ma. udah pulang.. ? adiknya mana ma, kok nggak di bawa juga.?" Tanya Ais yang heran karena tidak melihat adiknya turun bersama mama papanya. Dian bergantian dengan Vanessa menunggu di rumah sakit, di temani ART mereka.


Siang di tungguin Dian dan ART nya. jika sudah sore Vanessa datang bersama ART nya juga menunggu. Sedangkan Lutfi terpaksa ke kantor juga waktunya di bagi untuk mengantar Putri ke rumah sakit selain kontrol juga lihat anak mereka.


****


10 Hari telah berlalu. Hari ini bayi mereka akhirnya di perbolehkan pulang. Karena kondisinya sudah membaik. Namun butuh kontrol setiap 3 hari selama satu bulan.


Ais dan Abiyan merasa senang. Ia tidak mau sekolah hari itu, Karena ingin menyambut kedatangan adik mereka.


Lutfi pun tidak berkata apa-apa. Selama adik ya di rawat, keduanya tidak diizinkan datang ke rumah sakit.Makanya saat kepulangan adiknya. mereka demo izin sekolah.


" Bang. kata mama papa, adik belum di beri nama. siapa ya nama yang cocok buat adik.?" Tanya Ais pada kembarannya.


" HM. gimana kalau Rafiq.atau Aldi.?" Tanya balik Abiyan pada kembarannya.


" Aku lebih suka Rafiq. keren gitu namanya" Jawab Ais sumringah.


Mereka berdua pun sepakat memberi adik Beby nya Rafiq. mereka akan membujuk mama papanya agar di beri nama demikian.


Saat keduanya asik bercerita. terdengar suara mobil. dengan berlari keduanya menuju pintu utama.


" Asyik. akhirnya Baby Rafiq pulang." Ucap Ais senang.


Lutfi kaget mendengarkan sesuatu dari Ais, saat ia turun dan akan menurunkan istrinya.

__ADS_1


" Baby Rafiq..?" Tanya Lutfi di sela ia menurunkan istrinya.


' Ia pa. mana baby Rafiq. aku kangen pa. ma." Seru Ais heboh.


Tak lama turunlah Dian dan Vanessa bersama baby yang di gendongnya. Ais menarik tangan neneknya agar merendahkan adiknya.


" Nek. aku ingin lihat Baby Rafiq." Rengek Ais.


Vanessa tersenyum melihat cucunya." Yang sabar ya. Kita lihat adik bayinya di dalam." Ucap Vanessa pada cucunya.


" Iya sayang. nanti adik babynya kepanasan.


Dian pun membujuk cucunya.


" Ok Oma. Ayok nenek ikut aku." Ucap Ais menarik baju Vanessa.Dian tersenyum melihat cucunya yang penasaran dengan adiknya.


Mereka pun duduk di ruang keluarga. Setelah Putri duduk di kursi roda. Lutfi mengambil box babynya. agar anaknya tedur nyaman.


" Tarik adik baby Rafiq di sini nek." Bujuk Ais pada neneknya


" HM.gantengnya adik Rafiq.' Ucap Abiyan lirih.


Putri mendekati ketiga anaknya." Sayang.. apa kalian berdua memberi nama adiknya Rafiq.?" Tanya Putri yang penasaran. Karena Ais dan Abiyan memanggil adiknya demikian.


" Jika mama papa setuju." Jawab Abiyan tersenyum.


" Wah. bagus namanya sayang. Ok. kita berinama adiknya Rafiq ya. jika ada yang tanya nama adiknya Rafiq." Putri pun senang. Karena anaknya sudah bisa memberi anaknya nama.


" Ok mama.aku juga suka." jawab Ais bahagia.


Keluarga Putri sangat bahagia semenjak kedatangan baby nya. Walau sebelumnya. mereka selalu saja gelisah.


****


Tak terasa tiga bulan berlalu begitu cepat. Rafiq semakin hari semakin meningkat berat tubuhnya. Karena Putri rajin memberinya asi. Begitu juga Putri harus rajin makan. dan ngemil membuat tubuhnya terasa gemuk dari biasanya.


Putri saat asyik benyisir rambutnya di depan cermin, Lutfi datang memeluknya dari belakang. Ia baru saja pulang kerja. Lutfi dengan gemes mencubit pipi Putri yang agak gembul.

__ADS_1


" Ih gemesnya pipi gembul ini." Ucap Lutfi tanpa sadar


Putri menarik tangan suaminya kesal. " Jadi sekarang aku udah gembul.gemuk gitu kak. terus kakak ninggalin aku gitu saat aku sudah jelek..?" Tanya Putri pada suaminya.


Lutfi terkejut mendengarkan ucapan istrinya." Hai kamu kenapa sayang. kok marah-marah gitu.?" Tanya Lutfi heran.


" Aku bukan marah. tapi ngomong kenyataan. tadi kakak bilang kalau aku pipinya gembul." Lirih Putri.


Lutfi terkekeh.'"Benar pipinya gembul sayang. tapi bikin aku makin gemes dan sayang sama ibu anak-anak ku ini." Bujuk Lutfi.


" Gombal.." Ucap Putri malu Lutfi kembali memeluk istrinya, ia mencium kedua pipi istrinya dan tak lupa bibir istrinya. Membuat Putri kembali kesal


Dengan cepat Lutfi masuk kamar mandi. ia tidak ingin lagi, melihat ibu ratunya m ngamuk.


Sementara Rafiq asyik bermain bersama kedua saudaranya.Bayi yang berumur 3 bulan juga sudah mulai menggapai mainan atau benda yang ada didekatnya, memainkan tangannya dengan membuka, menutup, hingga menggerakkan tangan dengan lebih teratur, dan memasukkan tangan ke dalam mulut.


Saat Rafiq memasukan mainan yang mereka mainkan dalam mulut. Ais teriak marang adik ya agar tidak memasukkan ke dalam mulutnya. Rafiq kaget dan menangis.


" Jangan.....Jangan dek kotor...!" Ucap Ais dengan nada agak tinggi


" Uwa....owa.... ' Rafiq menjerit menangis. Abiyan sudah membujuknya. namun tidak berhasil. Malah makin keras tangisnya. Hingga terdengar oleh Lutfi yang akan menengok anaknya setelah mandi.


" Hai.. kenapa ganteng nangis..?" Tanya Lutfi. duduk bersama anaknya.


Rafiq menunjuk kedua saudaranya. tentu saja Ais dan Abiyan menunduk takut di marahi papanya.


" Kenapa adik menangis Abang. kakak.?" Tanya Lutfi. Pada kedua anaknya.


" Kami nggak apa-apa in adik pa." Ucap Abiyan membela diri.


" Tadi aku lihat adik masukan mainan ke dalam mulutnya. terus aku larang, lalu adik nangis pa." Jawab Ais menunduk.


Lutfi m nggosok punggung kedua anaknya. Makasih Abang. kakak udah jaga adik. nggak apa-apa. papa nggak marah ko sama kalian." Ucap Lutfi bijak.


Ia harus hati-hati pada ketiga anaknya. karena mereka beda usia. beda karakter dan tentu akan sering selisih paham seperti ini.


Jangan lupa like dan komentar nya. dukungan anda sangat saya harapkan

__ADS_1


__ADS_2