Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Dua Jagoan


__ADS_3

Sonya dan Aryo. sangat bahagia melihat kenyataan anaknya membuatnya bangga. Kesibukan mereka tidak menghalangi anaknya untuk berprestasi.


"Makasih ya sayang. papa bangga pada Galuh." Ucap Aryo saat mereka di mobil jalan pulang.


"Makasih pa. aku juga bahagia, papa bisa hadir untuk acara ku itu." Jawab semangat.


Sonya menatap anaknya yang duduk di bangku belakang, tersenyum dan juga merasa bersalah. Karena telah mengabaikan anaknya. Untung anaknya pengertian dan pintar.


Rasanya, ingin mengulangi kembali masa-masa itu, dan ia berjanji akan memperhatikan anaknya yang sebentar lagi masuk SMP. Dimana masa tersebut sangat rentan dengan ego. dan rasa ingin tahu, mencari jati diri.


"Gimana kalau kita jemput mbak sepupumu. kita jalan-jalan yuk." Usul Aryo merasa senang.


"Coba aku telpon Putri dulu ya mas." Usul Sonya pada suaminya. dan di anggukkan Aryo.


"Halo mbak. assalamualaikum." Ucap Putri menerima telpon dari kakaknya.


Dan di jawab salam oleh sonya.


"Ada apa ya mbak.?" Tanya Putri penasaran di kafenya.


"Oh. sibuk ya dek,ini mbak mau ajak Rafiq. apa bisa. Kalau bisa mbak jemput di ke sana." Usul Sonya pada adiknya.


"HM. apa nggak merepotkan mbak.?" Putri merasa sungkan. pasti ada Aryo suami kakaknya.


"Nggak kok dek. biar Galuh ada temannya. kita rencana pergi main ke mall. mumpung mas Aryo nggak kerja hari ini" Cerita Sonya.


"Oh. Boleh mbak jemput di kafe ku ya mbak. kebetulan ada Rafiq di sini." Ucap Putri menyerahkan.


"Ok. sampai ke Rafiq ya." Ucap Sonya dan di setujui Putri. mereka pun langsung ke kafe.


Namun dasar Putri mana mau saudara nya pergi tanpa makan dulu. alhasil mereka akhirnya makan dulu di kafe baru kemudian mereka berempat berangkat.


"Kamu hati-hati ya nak. jangan terlalu merepotkan Bunda dan papa."Ucap Putri mengingatkan anaknya.


"Ya ma. da ma, nanti ku bawain oleh-oleh deh." Ucap Rafiq dan memeluk mamanya pamit.

__ADS_1


"Dasar kamu.!" Kesal Putri menjitak kepala anaknya.


"Aduh sakit Lo ma. jangan salahkan aku nanti, kalau bodoh.karena mama swing pukul kepala ku" Manja Rafiq.


"Eh. ingat umur. malu tuh sama adek sendiri." Ledek Putri menunjuk Galuh. sedangkan Galuh hanya santai saja,tanpa ekspresi. Rafiq merangkul adek nya dan masuk mobil. dimana Aryo dan Sonya sudah duduk.


"Mbak pergi dulu ya dek." Ucap Sonya saat mobil mulai berangkat.


"Ya mbak. hati-hati." Mereka pun berpisah.


****


Setelah menempuh jalan beberapa menit. mereka pun sampai di sebuah mall yang terkenal di daerah tersebut. di sana sangat banyak macam permainan, jadi pasti seru.


"Bang. main tamezone yuk." Ajak Galuh pada sepupunya.


"Ayok." Jawab Rafiq tak kalah semangat. Mereka berdua asyik main tamezone. sedangkan Aryo dan Sonya duduk di kafe dekat tamezone tersebut.


"Mas. apa mas punya rencana masukan Galuh ke SMP mana.?" Tanya Sonya saat mereka duduk santai memperhatikan kedua anak mereka dari jauh.


"Kalau kita masukan ke SMP tempat Rafiq sekolah gimana mas. kan ada yang jaga tuh, walaupun Rafiq sekolah tidak berapa bulan lagi." Usul Sonya pada suaminya.


"Bagus juga. tapi kita tanya dulu nanti. mana tahu dia punya rekomendasi." Jawab Aryo dan di anggukan Sonya.


Rafiq dan Galuh asyik bermain dengan serunya, tanpa mereka sadari. ada seorang gadis remaja seusia Rafiq memperhatikan keduanya.


"Bang. kayaknya dari tadi cewek itu perhatikan Abang deh. apa dia teman Abang.?" Tanya Galuh penasaran. Rafiq pun melihat ke arah yang di tunjuk adiknya


"Nggak kenal, biarkan saja. dia punya mata." Jawab Rafiq cuek. Ia tidak mau lagi buat masalah, dan takut mamanya makin marah padanya.


Galuh pun akhirnya bermain lagi. gadis tersebut mendekati mereka berdua." Hai. asyik ya mainnya, boleh nggak ikut. kenalkan nama Saya Fani. dan teman saya Yola." Ucap Gadis bernama Fani tersebut menjulurkan tangannya pada Rafiq.


"Oh silahkan. ini tempat umum. maaf, kami permisi."Ucap Rafiq menarik tangan adiknya berpindah ke tempat lain.


Gadis tersebut mengikuti mereka, dengan PD nya. walau pun Rafiq dan Galuh cuek. Rafiq hanya diam saja tanpa memperhatikan kedua gadis yang membututi nya.

__ADS_1


"Dek. masih mau main, Abang mau mimum dulu dekat bunda." Tunjuk Rafiq agar kedua gadis tersebut menghindar.


"Eh. aku juga haus bang." Jawab Galuh dan berjalan mengikuti abangnya.


Saat mereka berdua duduk di depan Sonya dan Aryo. Sonya penasaran.


"Bang. siapa gadis tadi, teman Abang ya ?" Tanya Sonya penasaran. Rafiq hanya menggeleng sambil minum jus yang ada di depannya


"Nggak bund. tadi gadis tersebut memperkenalkan dirinya, tapi Abang cuek saja.he..he..cantik loh bang. ya kan bund." Goda Galuh pada Rafiq


"Hus. masih kecil udah tahu aja yang cantik." Tegur Sonya pada anaknya.


" Bund. siapa saja tahu apa itu cantik. anak bayi aja tahu Lo bund, coba bunda lihat anak bayi dengan wajahnya di jelaskan pasti adeknya nangis." Bela Galuh pada Sonya.


"Mas. anak mu tuh,sama kaya papanya." Ucap Sonya mengadu.


Aryo hanya terkekeh menanggapi keduanya, emang benar sih pendapat anaknya. namun dimana letak salah anaknya. Aryo bingung bela yang mana, makanya ia tanggapi dengan ketawa saja.


Ia biasa menghadapi kliennya nggak se pusing ini. tapi harus membela antara anak dan istrinya dia bingung sendiri


"Jadi benar,Abang nggak kenal dia tuh cewek. Bunda takut nanti bunda yang di salahkan mama mu?' Tanya Sonya lagi.


'Nggak bund. aku aja baru lihat dia baru kali ini." Jawab Rafiq apa adanya.


"Oh. syukur deh. berarti masih ada teman Galuh untuk berteman. Ih ya. kalau kalian sudah selesai kita pulang lagi ya, tadi mama mu pesan antar ke kafe saja. karena sudah larut.


Mereka pun akhirnya pulang, setelah permainan selesai. Aryo mengantarkan Rafiq dulu ke kafe. karena itu di pesan langsung sama Putri padanya sebab Lutfi sudah menjemputnya.


"Da. Abang, lain kali kita pergi berdua aja. atau kita ajak Bang Abi ya." Usul Galuh dan di anggukan sepupunya.


"Udah pulang nak. gimana mainnya seru.?" Tanya Putri pada anak bungsunya.


"Seru ma." Jawab Rafiq dan memeluk mamanya.


"Ya udah masuk ke ruang maam. mama minta tolong dulu ini, setelahnya kita pulang. papa sudah di jalan." Ucap Putri pada anaknya.

__ADS_1


__ADS_2