Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Mengalah


__ADS_3

Dalam meriahnya pesta. Aryo dan Sonya sudah akrab bercerita. mereka asyik cerita ke sana kemari, ternyata mereka pernah sama SMP dulunya. hanya saja mereka belum kenal satu sama lain. karena banyaknya siswa. Tentu saja mereka asyik bernostalgia. menceritakan masa lalunya.


Putri memperhatikan kakaknya yang sedang berbahagia." Kak. lihat tuh mbak Sonya sepertinya mereka cocok ya." Bisik Putri pada suaminya.


"Sepertinya begitu.!" Jawab Lutfi tersenyum.


Sikembar dan Hani duduk bersama nenek,Omanya. mereka asyik aja makan tanpa jeda.


Lutfi hanya memperhatikannya dari jauh, ia juga harus menyambut ke datangan tamu yang datang dan di temani istri dan papanya.


"Sayang. kalau kamu capek. duduk sana sama mereka, aku tak ingin kamu kelelahan." Perintah Lutfi pada istrinya.


"Ah. nggak apa-apa. aku di sini sajalah. nanti kalau ada yang ganggu kakak gimana. aku di sini aja ya duduknya." Bujuk Putri. Lutfi tertawa mendengar kemanjaan istrinya.


Hari sudah menunjukkan jam 11. Lutfi meminta anak-anaknya tidur. mereka di sediakan kamar. agar tidak terlalu kelelahan. sebab besok masih sekolah. semuanya sudah di persiapkan.


Anak-anak tidur sekamar bersama satu orang pembantu mereka. agar bisa membangunkan dan membantu mereka menyiapkan pakaian sekolah mereka


Sementara Dian dan Vanness pun sudah masuk kamar. maklum sudah tua,tentu tidak sanggup lagi begadang. kamar mereka bersebelahan dengan anak-anak.


Vanessa tidur bersama Sonya. Dian bersama suaminya. begitu juga Putri dan Lutfi. jadi cukup empat kamar saja. bukan karena pelit. hanya saja mereka tidak ingin berjauhan satu sama lainnya.


Jam Dua belas malam. acara pun selesai. tamu pun sudah pada pulang. Putri duduk di kursi dengan lemas.


"Sudah di bilangin tadi. istirahat lah lagi, tapi masih aja ngeyel." Ucap Lutfi melihat istrinya yang kelelahan.


"Ya. aku istirahat lagi." Jawabnya berjalan menuju ke lift untuk ke kamar mereka. Lutfi mengiringinya. karena tamu sudah habis.

__ADS_1


Sementara Sonya dan Aryo masih saja berbicara. mereka tidak ingat waktu. saat ia melihat keadaan loby sudah kosong. baru mereka selesai.


"HM! nggak terasa ya. sudah malam, aku pulang ya Son. Kapan-kapan kita ngobrol lagi. jika kamu tidak keberatan." Ucap Aryo sedikit ragu.


"Ok. nanti aku kabari kapan waktunya kosong. tapi nggak ada yang marah kan. jika kita jalan.?" Tanya Sonya yang trauma mengambil milik orang.


"Tenang aja. nggak ada yang marah. besok lah aku cerita.Ok aku pamit ya." Aryo pun pamit dan di anggukan Sonya.


Sonya masuk ke kamar yang mana ada bundanya. ia membunyikan bel. karena ia yakin bunda sudah ada di dalam.


Tak lama pintu pun terbuka. keluar bundanya dengan wajah cengo. saat bangun tidur.


"Oh kamu sudah selesai. yok istirahat." Ucap Vanessa dan kembali tidur.


Sonya pun masuk kamar mandi. ia merasa bahagia hari ini. bercerita masa lalu bersama orang yang sama almamaternya. walau pun dulu mereka tidak terlalu dekat.


Putri dan Lutfi pun sudah tidur di kamar mereka. Lutfi memeluk istrinya yang sudah tertidur duluan.


"HM! Cantik. ternyata kamu sudah tidur. gagal deh rencanaku menikmati malam bersama di sini." Lutfi mengusap hidung istrinya yang mancung.


Karena gangguan Lutfi. Putri pun terbangun. " Kak. kenapa ganggu sih. aku ngantuk." Ucap Putri yang setengah ngantuk.


"Tapi kakak pengen sayang. gimana nih,apa kakak minta ke yang lain aja ya." Goda Lutfi membuat Putri terbangun dan duduk spontan.


"Apa. kakak nggak bercanda kan.?" Tanya Putri kesal.


"HM! mau gimana. kakak lagi kepengen. kamu nya tidur. kakak harus apa.?" Tanya Lutfi memelas.

__ADS_1


Putri mencubit lengan suaminya kesal. pergi sana. nih banyak wanita ****** yang nunggu. pergi sana.." Kesal Putri menunjuk pintu.


Tentu saja Lutfi kaget. ia tadi hanya bercanda, kenapa istrinya marah-marah.


"Hai. kenapa marah gitu. kan tadi kakak hanya..." Ucap Lutfi lembut.


"Hanya apa..?" Tanya Putri meninggi. Rasa kantuknya hilang. karena ulah suaminya.


"Bercanda.!" Jawab Lutfi singkat.


Putri berdiri dengan berkacak pinggang. ia benar-benar kesal di buat suaminya. belum pernah suaminya bercanda seperti itu.


"Pernah suami ku. carilah kepuasan mu di luar sana." Ucapnya menarik tangan suaminya menuju pintu. yang tak bergerak sedikitpun. karena Lutfi lebih kuat dan berat darinya.


"Mau kemana sayang..?" Tanya Lutfi seolah tidak paham dengan kemarahan istrinya.


"Mau Carikan ***** buat kakak." Kesal Putri jutek


Lutfi tertawa melihat kekesalan istrinya." Kenapa cari ***** sayang, kan harus bayar. yang gratis dan halal ada di sini.di depan mata." Lutfi mengedipkan matanya. membuat Putri memalingkan wajahnya karena malu.


Lutfi menarik tangan istrinya dan memeluknya." Jangan marah sayang. kakak tidak akan pernah mencari wanita lain. hanya kamu wanita satu-satunya buat aku. tidak ada yang bisa membuat aku jatuh cinta selain kamu." Lutfi berbisik di telinga istrinya.


Deru nafasnya menghembuskan ke telinga istrinya. membuat Putri bergidik ngeri.akhinya ia pasrah. Berkat bujukan suaminya. mereka menghabiskan malam yang indah tersebut walau di awali dengan percekcokan kecil.


Hidup tidak harus lurus saja. harus ada belokan sedikit, biar ada romantisnya gitu. karena itu bumbu dari sebuah rumah tangga.


Asal ada yang mau mengalah. dan tidak harus selalu merasa betul. hingga keegoisan tersebut membuat perpecahan dan perselisihan.

__ADS_1


Sebab mengalah bukan berarti kalah. hanya merasa harus mengerti satu sama lain. mungkin salah seorang sedang tidak stabil emosinya. hingga ia melampiaskan kekesalannya ke pada pasangannya.


__ADS_2