
Esoknya. Lutfi pulang bersama dengan Sonya dan Hani. Karena sudah di tunggu Arjuna. Awalnya Ais merasa kesal, karena ia tidak di ajak papanya.
" Kenapa kak Hani saja yang papa ajak. aku kok tidak.?" Tanyanya kesal.
Lutfi mendekati anaknya. dan berjongkok." Sayang. papa mengantar kak Hani ke tempat ayah Arjuna. bukan mengajak ya." Nasehat Lutfi agar anaknya tidak salah paham.
" Oh. kirain..!" Jawabnya lirih. Lutfi membelai rambut anaknya dan tersenyum.
" Sabar ya nak. Setelah urusan papa selesai. kita pulang bersama ya." Bujuk Lutfi.
" Maksud papa..?" Tanya Abiyan bingung Ia mendekati papanya yang jongkok di depan saudara kembarnya.
" Mama sudah selesai kuliahnya. Dan papa banyak kerjaan di kantor eyang. tidak mungkin kalian papa tinggal di sini bertiga saja. Jadi Minggu depan kita ke Indonesia semuanya.". Ucap Lutfi menyemangati anaknya.
Di luar ekspektasi Lutfi. bukannya bahagia mendengar cerita papanya. malah wajahnya berubah sedih.
" Kenapa sayang.?" Tanya Putri yang menyadari sikap anaknya yang sedih.
" Aku mau sekolah di sini ma. teman aku kan ada di sini." Lirihnya.
Lutfi tersenyum mendengar ucapan anaknya. " Sayang. setelah kamu besar dan kuliah. kamu bisa di sini ya. Papa akan kontrakan saja apartemen ini. kelak jika kita balik lagi ke sini. kan nggak perlu cari rumah lagi." Bujuk Lutfi yang menyadari kesedihan anak laki-lakinya.
Abiyan memeluk papanya." Janji ya pa." Ucapnya. Lutfi menggosok punggung anaknya lembut.
" Sudah ya. papa mau berangkat. Jaga mama ya. ada calon adik kalian dalam perut mama." Ucap Lutfi menasehati anaknya.
Semenjak kepergian suaminya. Putri sering melamun. entah kenapa kehamilan sekarang. ia selalu ingin berdekatan dengan suaminya. padahal hamil sikembar. ia acuh saja. bahkan Lutfi yang selalu manja.
****
Lutfi sangat sibuk dengan perusahaan. Untung papinya masih mau membantu. hingga masalah penyimpangan dana di perusahaan cabang bisa terselesaikan dengan cepat. berkat tim yang ditunjuk Lutfi.
Lutfi sengaja membuat tim khusus. Untuk berjaga-jaga tentang lajunya keuangan perusahaan. baik di perusahaan pusat di Jakarta. maupun Yang ada di Surabaya.
Sekarang Lutfi pun mendapat tanggung jawab satu lagi. yaitu perusahaan mertuanya. sedangkan yang di cabang. di urus Arjuna semenjak ia menikah dengan Sonya.
Lutfi menolak dari awal. sebab kerjaannya banyak. namun karena amanat mertuanya. yang ditinggalkan pada bunda mertuanya. Akhirnya ia terima.
__ADS_1
Flashback.on
"Nak. Sebenarnya Ayah punya surat wasiat. untuk kalian berdua. Jadi bunda harap kamu mengikuti kemauan ayah. " Ucap Bunda Vanessa pada anaknya Putri dan menantunya.
Putri terdiam, ketika mendapatkan surat wasiat dari ayahnya. " Tapi. bagaimana kalau kak Sonya saja Bund.?" Ucap Putri setelah membaca surat wasiat tersebut.
" Tidak bisa nak. ayah juga berikan surat wasiat untuk kakak mu. Jadi tidak ada penolakan." Jawab Bundanya singkat.
Flashback Of.
Semenjak itulah. Lutfi mengelola usaha ayah mertuanya. Usaha Mebel yang sekarang makin maju.
Saat ia di Jerman. usaha mereka di urus oleh orang kepercayaan Lutfi. Putri kadangkala di libatkan. Agar Putri tahu perkembangan usaha ayahnya.
Karena usahanya sama. makanya Arjuna sering ke Jakarta jika ada rapat penting. seperti saat Sonya pergi ke Jerman.
****
Hari ini, Lutfi sudah sampai di Bandar Udara Hamburg, sudah malam. Ia langsung pulang dengan Taxi.
Sampai rumah. hari sudah jam 12 malam. Dengan ragu ia masuk ke dalam apartemennya.
Namun. siapa sangka, kalau kepalanya di pukuli dengan sebuah centong nasi. Karena cuaca yang remang-remang.
" Aduh...! Ini aku Lutfi.!" Ucap Lutfi cepat, saat ia kena pukulan pertama.
Orang yang memukulinya tadi.terkejut. Dan masih tidak percaya. Karena suami masih di Indonesia. Dan tidak ada memberi kabar kalau suaminya akan balik hari ini.
" Eh. kau bohong. ma.....Li..!" Ucap Putri terputus... Karena mulutnya di bekap. Sambil membekap mulut istrinya dengan mulutnya yang ia tahu dari aroma Dan bayangan postur tubuh istrinya.
Putri berusaha meronta. Namun apa daya tubuhnya tidak kuat. Lutfi berusaha membuka pintu kamarnya. sambil terus ******* mulut istrinya.
Saat keduanya telah masuk. Lutfi malah mengangkat tubuh istrinya ke kasur dan mendekapnya eratnya.
" Sayang. aku tidak tahan dengan menahan rindu. Makanya aku usahakan untuk pulang cepat. Tapi kok malah di sambut dengan centong.?" ucap Lutfi lembut ke telinga istrinya.
Putri yang baru menyadari kalau laki-laki yang di sangkanya maling tersebut, ternyata suaminya. Ia pun memeluknya erat.
__ADS_1
" Maafkan aku kak. aku tidak tahu. habis kakak pulang nggak kasih kabar." Kesal Putri yang masih di pelukan suaminya.
" Maaf. aku rencana yang memberikan kejutan malah terkejut dengan centong." Ledeknya penuh penyesalan.
" Ya maaf." Lirih Putri.
" HM... nggak bisa maaf begitu saja. itu kualat namanya sama suami." Lutfi merencanakan sesuatu pada istrinya.
Sebenarnya ia tidak tega. namun karena gemes dan rindu pada istrinya tersebut, ia ingin mempermainkannya sebentar.
" Terus aku harus apa kak. aku nggak mau jadi istri yang kualat." Lirihnya menatap suaminya yang masih mendekapnya. Dengan posisi yang sangat dekat.
" Kangen. belaian istri ku ini. layani suami mu ini sayang." Ucap Lutfi yang dari tadi menahan sesuatu yang mengganjal. saat seperti ini.
Putri mengangguk setuju. karena ia pun sudah kangen. Namun Lutfi tidak mau terlalu gegabah. ia menghidupkan lampu dan masuk kamar mandi. Dengan cepat ia mandi. Dan kembali dengan tanpa ada kain melekat di tubuhnya.
Putri terpaku melihat sikap suaminya yang konyol. dan menunduk malu. " Suamiku yang gila." Ucap Putri.
Lutfi makin gemes dengan sikap malu-malu istrinya.. padahal pernikahannya yang tidak lagi sebentar.
Rasa rindu yang membuncah membuat keduanya mabuk menyalurkan hasratnya. Dan menikmati syurga duniawi.
Paginya. Karena sudah kebiasaan. Lutfi bangkit dari tidurnya yang lumayan capek. ditambah dengan kegiatan plus-plusnya. Ia langsung ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi. ia pun membangunkan istrinya lembut." Sayang. bangun.. sudah pagi nih." ucap Putri meninggalkan pesan.
Karena belum ada pergerakan. Dengan usil Lutfi mengangkat tubuh istrinya yang masih polos. hanya berselimut. Tentu saja dengan spontan putri mengalungkan tangannya ke leher suaminya agar tidak jatuh.
" Oh. suka banget usilin istri." Ucap Putri manyun Bukannya marah. malah Lutfi mencium bibir istrinya yang manyun.
" Apa kamu menggodaku. belum puas ya.. Aku mau saja. nggak masalah mandi lagi." Sarkas Lutfi.
Tentu saja. Putri sedikit takut. karena semalam saja masih terasa capek. Karena suaminya yang menggila.
" Aku capek kak. nanti aja lagi. aku mau mandi.." Mohon putri terkekeh.
" HM. baiklah. sini aku mandikan. duduklah." Lutfi mengarahkan istrinya duduk di kloset. Ia pun dengan telaten memandikan istrinya. Walau malu-malu, namun Putri merasa bahagia.
__ADS_1
Ingin hati menggoda istrinya. malah kembali Lutfi tergoda. mungkin karena sudah lama puasa saat iya jauh dengan istrinya. Namun mengingat kalau istrinya sedang hamil muda. ia tahan. Setelah istrinya selesai. ia mengangkat kembali keluar kamar dan mendudukkannya di atas sofa.
dengan telaten ia mengambilkan Pakuan istrinya. ia pun kembali ke kamar dan mandi. Karena harus menuntaskan sesuatu yang sedang On.