
Sejauh-jauhnya burung terbang. pulangnya akan ke kandang juga. sejauh-jauhnya merantau pulangnya kembali ke kampung halaman juga.
Itulah yang di rasakan Putri. Tujuh tahu ia merantau. Hari ini akhirnya ia kembali pulang. Dulu mereka merantau berdua, namun pulangnya berempat. bahkan sudah ada calon yang ke lima.
Sesuai keinginan Abiyan. Lutfi akhirnya mengontrak kan apartemennya. Kebetulan ada teman yang akan mencari Apartemen untuk ia tinggal bersama keluarganya. Jadi pas di hari ini. mereka datang untuk melihatnya.
Lutfi dan Putri membiarkan perabotannya di pakai. Putri pun tidak keberatan, dari pada repot bawa ke Indonesia.
Untung orang yang mengontrak mengerti. ia meminta Lutfi mengunci satu kamar. mungkin ada benda yang harus ia simpan di kamar tersebut. Dan Lutfi pun setuju.
" Oh ya Mis Ana. saya harap anda betah dan nyaman tinggal di sini." Ucap Lutfi pada teman penggantinya di kampus.
" Ya. terimakasih kasih juga. saya tidak nyangka, kalau saya malah di beri tempat yang sebagus ini.saya akan rawat rumah ini. seperti rumah sendiri." Ucap Mis Ana.
Lutfi dan Putri memberikan rumah itu dengan harga murah. yang penting bisa menjaganya. Karena ini merupakan aset dan kenangan baginya sekeluarga.
" Kalau begitu kami pamit." Ucap Lutfi. mereka akhirnya pulang semuanya. Abiyan menatap rumahnya dengan wajah sendu. Ia sangat berat melangkah.
" Ayolah nak. setelah kamu besar. kamu akan bisa tinggal lagi di sini." Bujuk Lutfi. Putri pun bisa merasakan. Karena juga sudah nyaman tinggal di sini. Namun kondisinya membuat ia harus mengalah.
" HM. cucu Oma kok sedih. kita kan bisa ke sini lagi. kalau Abiyan kangen." Bujuk Dian lembut.
Dengan rasa berat. Abiyan pun mengikuti langkah orang tuanya. " Ya Oma." Lirihnya.
****
Satu Minggu Putri tinggal bersama mertuanya. Ais dan Abiyan masuk di sebuah SD yang lumayan elit. Ada mobil antar jemput langsung. Hanya sewaktu-waktu saja orang tua akan datang kunjungan sekolah.
" Kak. Aku kok bosan di rumah saja. aku pengen punya kegiatan juga.Di rumah juga nggak ngapain.cuman duduk nonton. bosan." Raut wajah kesal Putri mengadu pada suaminya malam ini.
__ADS_1
Lutfi menatap istrinya lembut." Sayang. karena kamu lagi hamil. makanya kamu lebih banyak istirahat. jika kamu bosan kan bisa pergi sama mama ke butik mungkin sama mama. atau kalau kamu mau, boleh kok ikut aku ke kantor." Bujuk Lutfi. karena ia sadar, semenjak pindah. Putri di perlakukan sebagai ratu oleh mamanya.
" Tapi. mama selalu larang. aku lakukan aktivitas kak. pengennya ada kegiatan deh. walau ringan. Jadi aku nggak bosan gitu." Rengek Putri.
Lutfi mencium bibir istrinya lembut " Kalau gitu kita buat kegiatan panas gimana?" Goda Lutfi.
" Itumah sudah pasti. aku pengen kegiatan yang menghasilkan gitu. masa tamat kuliah cuma duduk saja kayak ratu." Kesalnya
Lutfi terkekeh. " Banyak orang yang ingin posisi kamu ini sayang. tapi kamu malah bosan. lucunya istri ku ini.." Sarkas Lutfi memegang kedua pipi istrinya gemes.
" Bukan begitu kak.... ih kesal." Putri merajuk dan beranjak pergi. Namun di tahan Lutfi hingga putri duduk di pangkuan suaminya.
Lutfi mengelus perut istrinya yang masih rata. " Sayang. kandungan mu masih terlalu muda. Kalau sudah semester dua. akan kakak Carikan kegiatan yang kamu inginkan. Atau kamu mau nggak les melukis. menjahit dan lainnya, biar kakak datangkan guru lesnya?" Usul Lutfi.
Ia memang tidak ingin istrinya capek. karena kata dokter. kandungannya sekarang tidak sekuat si kembar. Kandungan sekarang Putri agak lemas. dan sering muntah. makanya di perlakukan ratu oleh Lutfi dan mamanya.
" Kalau kegiatan ringan sih. mungkin boleh sayang. atau nanti kita tanya sama mama ya." Bujuk Lutfi.
" Ayok. kita ke bawah makan dulu. mereka sudah menunggu kita. kamu kuat nggak turun.?" Tanya Lutfi mengedipkan mata.
" Kakak aja perlakuannya gitu. ada apa sih sebenarnya.?" Tanya Putri agak emosi.
Karena ia tidak tahu pasti tentang kandungannya. hanya Putri merasa heran saja. kenapa semuanya memperlakukannya sangat manja. Ia kan sudah biasa mandiri selama tinggal di Jerman.
' Nggak ada apa-apa sayang. kan kakak cuman nawarin. mana tau kamu pengen di gendong kakak." Goda Lutfi mengalihkan kemarahan istrinya agar tidak stress.
Putri akhirnya jalan ke bawah. Lutfi berjaga-jaga. karena istrinya sedang marah. takut kalau terjadi sesuatu.
" Eh. kalian sudah datang. Mama kira kalian mau makan di kamar." Ucap Dian tersenyum.
__ADS_1
Putri menatap suami dan mamanya bergantian." Ma. kenapa sikap kalian aneh ya. semenjak kita pulang.ada apa ma. apa ada masalah dengan kandungan ku ?" Tanya Putri dengan nafas yang tidak terkontrol lagi. Ia seperti menahan emosi
Ais dan Abiyan merasa heran dengan sikap mamanya. nggak biasanya mamanya bicara begitu pada papa bahkan pada Omanya.
Dian terdiam. tidak bisa bicara lagi." Lutfi ajak istri mu ke taman. mungkin ia butuh udara segar. dan bicarakan baik-baik masalah sebenarnya. Putri berhak tahu." Ucap Johan papa Lutfi.
Putri menatap papa mertuanya." Maksud papa apa ya kak?" Tanya Putri makin penasaran.
Pak Johan memberi isyarat pada anaknya. Dan Lutfi pun mengajak istrinya ke taman.
" Oh. cucu Oma makan lagi ya. biar mama sama papa. mungkin mereka ada masalah orang dewasa." Sarkas Dian pada kedua cucunya.
" Ya Oma." Keduanya pun makan. walau wajah keduanya agak sedih. karena mereka tidak pernah melihat orang tuanya seperti itu
" Makin yang banyak ya sayang." Bujuk Johan pada kedua cucunya.
Sementara Lutfi mengajak istrinya duduk di taman. di sana ada gazebo yang biasa di gunakan untuk santai. belum mereka duduk sudah datang ART membawakan makanan yang sudah lengkap lauknya serta minuman. dan tak lupa susu hamil.
" Makasih ya mbak." Ucap Lutfi. pad ART nya
" Sama-sama mas. oh ya jangan lupa di minum ya non susunya. biar makin sehat calon bayinya." Ucap ART.
" HM. makasih mbak." Jawab Putri. dan ArT nya masuk ke rumah m wnjbgvalkan keduanya.
" Sayang makan dulu Yo. sini kakak siapin.Sudah lama kakak nggak suapin istri cantik ku ini." Goda Lutfi. namun tidak menggoyahkan sikap Putri yang ngambek.
" Aku mau makan. asal cerita kan yang sebenarnya." Ucap Putri tegas
Lutfi mengambil nafas dalam. rasanya sangat berat ia menceritakannya. Karena menurut dokter kondisi Putri tidak boleh stress. jika terlalu stres kemungkinan akan ke guguran. Nah keadaan demikian lah membuat Lutfi dan Dian protektif padanya.
__ADS_1