Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Pernikahan yang di Inginkan


__ADS_3

Pertunangan pun selesai. rombongan Aryo pun pulang. Sonya masih saja diam. dan hanya senyuman saja yang ia perlihatkan. Aryo yakin kalau Sonya mau berbicara. namun ia diam saja.


Setelah sampai rumah. Aryo menghubungi Sonya. yang ia tahu pasti Sonya belum tidur. karena tipe Sonya begitu, ia tidak bisa tidur kalau ada masalah.


Sonya kaget mendapat VC dari Aryo. dengan ragu ia menekan tombol yang warna hijau tersebut.


"Hai. assalamualaikum calon istri. kok diam aja." Goda Aryo yang melihat Sonya ngambek.


"Waalaikumsalam. ada apa?" Tanya Sonya jutek.


"Nggak ada apa-apa hanya kangen saja. pengen langsung bawa lari anak orang ke KUA." Jawab Aryo cengengesan.


Sonya tetap jaim."Yo. apa kamu serius. apa kamu nggak menyesal. Aku takut nanti fans kamu mem buli ku." Sonya berargumen.


"Ya. aku menyesal." Jawab Aryo serius.


Sonya melotot. ia tak bisa menebak maksud Aryo. " Kalau kamu menyesal, kenapa kamu datang." Sonya berucap sendu. ia terduduk di kasurnya. Ia tak sadar kalau Aryo dari tadi tak berkedip menatapnya. memakai baju tidur yang transparan.


Aryo berusaha menetralkan tubuhnya yang sudah panas dingin. " Yo.. kenapa kamu diam. apa harus aku yang bicara pada bunda.?" Tanya Sonya yang malah tidur menelentang dengan tetap menghadap Aryo di layar.


"Sonya. duduklah. kau membuat aku nggak kuat. aku menyesal karena menunda pernikahan. kenapa tidak langsung saja tadi. kau menguji iman ku Sonya......" Sarkas Aryo menggosok mukanya.


Sonya tersentak. ia sadar menatap tubuhnya yang berbalut baju transparan. mukanya memerah. ia melempar handphonenya di kasur dan berlari mengambil Kardi di lemari.


" Sial. lantas saja Aryo begitu. ah.. aku kok jadi gila ya..." Lirih Sonya.


"Oi. aku juga gila nih. masak aku lihat loteng saja." Kesal Aryo yang belum mematikan telponnya.


Sonya tidak berani mendekat. ia bahkan membiarkan Aryo yang teriak-teriak di seberang sana.


"Sonya. angkat telponnya. Sonya kamu masih di sana. Sonya...a...a..a.." Teriak Aryo.


Dan Sonya mendengar suara dari mamanya Aryo bicara.


" Eh. kamu ngapain teriak manggil Sonya. loh mana orangnya kok cuman loteng.ha. ha.." Tawa Mamanya Aryo masih terdengar oleh Sonya.


"Dia tadinya ke toilet ma. tapi udah Lama kok nggak kembali. apa dia sakit ya ma." Ucap Aryo seolah khawatir.


"Mungkin saja. kan kamu itu kan suka maksa anak orang. apa Sonya tahan dengan anak mama yang bucin ini." Ucap Nadin pada anaknya. tapi masih terdengar oleh Sonya.

__ADS_1


"Oh. mama kok gitu. aku kan anak mama. masak sendiri di buli sih." Rengek Aryo manja.


Nandin terkekeh." Moga aja Sonya dengar kamu yang manja ini ya. kan selama ini Sonya tau nya kamu itu cool, tapi aslinya manja." Nadin pun keluar.


Tidak ada suara lagi. Sonya tidak lagi mendengar suara Aryo dan mamanya. dengan cepat Sonya mengambil handphonenya.


"Kamu masih di sana Sonya. lihat aku kenapa hanya tangan mu yang aku lihat." Perintah Aryo tegas.


layar handphone tertutup tangan Sonya. " Yo. besok lagi ya. sudah malam.. Assalamualaikum." Ucap Sonya menutup telpon.


Sekilas Aryo dapat melihat wajah Sonya saat menutup telponnya. Aryo tersenyum.


"waalaikumsalam sayang. mimpi kan aku ya" Jawabnya yang masih sempat terdengar Sonya.


***


Hari yang di tunggu pun tiba. Sonya tidak boleh lagi ke mana-mana dua hari ini. Ia dipingit. bundanya melarangnya bekerja.


Putri dan Lutfi sibuk mengurus pernikahan kakaknya. karena hanya mereka yang bisa di andalkan bundanya.


Sonya memakai gaun pengantin yang dia buat sendiri. ia bahagia karena rancangannya bisa ia pakai sendiri.


"Cantiknya. pengantinnya..." Goda Putri.


" Kamu mau nikah cepat gitu.?" Tanya Sonya polos.


Hani tertawa mendengar pertanyaan bundanya. "Bukan pengantin bunda. tapi baju ulang tahunku. ban depan kan aku ulang tahun bund." Hani bergaya mengibaskan gaunnya yang hari ini senada dengan bundanya.Hani sebagai pendamping bundanya bersama saudara kembarnya.


"Oh.. " Semuanya pun tertawa. Ais pun muncul mencari saudaranya.


"Wah cantiknya bunda. aku jadi pangling." Ucap Ais seru.


"Terimakasih anak bunda. do'akan semoga sukses ya acaranya." Sonya memeluk kedua gadis tersebut.


"Semoga Hani cepat dapat adik." Jawab Putri yang di amin kan Sonya dalam hati.


Mereka pun menuju Mesjid yang ada di depan rumah bundanya. Ternyata rombongan Aryo pun sama-sama sampai di lokasi.


Aryo terpana melihat penampilan calon istrinya."Jaga tuh mata." Ucap Nadin membuat Aryo menunduk malu.

__ADS_1


Sonya melihatnya. karena ia berjalan melihat ke bawah. takut terjatuh karena selain baju yang dalam. walau di angkat kedua anak gadis mereka. tapi sepatu yang agak tinggi membuatnya agak ribet.makanya ia menatap ke bawah saat berjalan.


"HM! Gantengnya papa Hani." Goda Hani pada bundanya.


Sonya spontan menatap ke depan. ternyata Aryo pun berdiri di depannya sedang membuka sepatunya. karena acaranya dalam Mesjid.


Lama keduanya terpaku. hingga Putri menggodanya." Cie.. cie.. sabar ya. sebentar lagi halal kok." Godaan Putri membuat orang tertawa. Sonya dan Aryo tersipu malu. mereka salah tingkah, dan Aryo duluan masuk ke dalam.


Acarapun berjalan khidmat. Kata Syah dari saksi menghalalkan hubungan tersebut. pak penghulu yang sangat lucu, membuat acara akad tersebut tidak terlalu tegang.


"Karena akad sudah selesai. silahkan pengantin perempuan nya Salim ya. dan pengantin pria nya mencium kening pengantin wanitanya. serta serahkan maharnya. dan juga pasangkan cincinnya. eh jangan lupa di foto ya..Biar jadi kenangan.. Sudah tahukan urutannya." Tanya Pak Penghulu mengundang tawa.


Aryo dan Sonya mengangguk. mereka malu-malu. Sonya mencium tangan Aryo yang sudah Syah jadi suaminya. Dan Aryo pun mencium kening Sonya dengan khidmat. cukup lama ia menciumnya.


"Nanti aja lanjutkan di rumah ya pak Aryo. sekarang lanjutkan pasang cincin." Goda pak Penghulu.Muka Aryo merah menahan malu.


"Ha..ha.. Sabar bro. masih siang nih." Goda Lutfi membuat Aryo makin tak berkutik.


Wajah Sonya tidak di bendung lagi. ia rasanya ingin menghilang menahan malu. kenapa ia sampai terlena saat Aryo mencium keningnya begitu lama.


Nadin menyerahkan sepasang cincin ke kada anaknya. " Ini nak. pasangkan lah. hati-hati." Goda mamanya.


Aryo hanya tersenyum. ia berusaha menetralkan perasaannya yang entah bagaimana. rasanya nano-nano kayak permen.


Aryo memasangkan cincin pada istrinya. begitu sebaliknya Sonya pun memasangkan cincin pada suaminya.


Sonya sangat gugup. Dulu saat ia menikah dengan Arjuna. ia biasa saja. malah ada rasa sesal yang dalam.


Mungkin kali ini ia menginginkan pernikahan ini. Jadi ia merasa bahagia dan dag dig dug ser rasanya.


Acara di akhiri dengan sesi foto. wajah kedua pengantin begitu sumringah. mereka bergantian berfoto. Pak penghulu sudah pergi. karena tugasnya sudah selesai.


Lutfi tak hentinya menggoda kakak temannya yang sekarang jadi kakak iparnya.


"Semoga kalian langgeng sampai tua ya." Doa semua orang. dan di mainkan keduanya.


Hani pun ikut bahagia, Nadin senang dapat cucu cantik seperti Hani. " Cucu Oma sini. berdiri dekat Oma." Ucap Nadin menarik Hani berdiri di dekatnya.


Vanessa menitik air matanya. sekarang kedua anaknya sudah bahagia. tidak ada lagi kesedihan terpancar di wajah anaknya Sonya. besannya pun menyambut Hani begitu bahagia. hingga ia tak perlu khawatir lagi.

__ADS_1


"Ayah.. Anak mu sekarang sudah menemukan jodoh yang tepat." Lirih Vanessa.


Dian yang melihat besannya yang terharu. ia mengusap punggung Vanessa. " Ayahnya pasti bahagia di alam sana, melihat anak- anaknya sudah bahagia." Ucao Dian yang dianggukan Vanessa.


__ADS_2