Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Ketegangan


__ADS_3

Putri pun akhirnya sampai ke rumah sakit melihat anaknya yang sudah dalam ruangan inap.


Dengan sedikit rasa sesak, Putri memeluk anaknya saat ia melihat anaknya terbaring lemah.


"Maafin mama ya nak. andai mama tidak menelpon papa, mungkin ini tidak akan terjadi." Sesal Putri pilu, ia terisak melihat kondisi anaknya.


Vanessa menggosok punggung anaknya. "Semuanya tidak bisa kita hindari nak. dan kita juga tidak memprediksi apa yang akan terjadi pada kita untuk waktu kedepannya. Semua rahasia Allah nak." Ucap Vanessa menasehati.


Putri pun diam. ia mencium pipi anaknya bertubi-tubi. Lutfi menariknya dalam pelukannya.


"Kakak juga salah. Kakak tidak menjaganya dengan baik. maafin kakak ya." Lirih Lutfi memeluk istrinya.


"Pa.ma. Ais nggak apa-apa kok. Ais kuat.! Ais kan anak hebat." Ucap Ais pelan. Karena ia tidak mau melihat orang tuanya sedih.


Keduanya pun menoleh dan memeluknya. " Ais anak kuat anak hebat.!" Lutfi memberi semangat pada anaknya.


"Abang. pulang sama nenek ya nak. kasihan kamu dari di sini, pasti lelah." Ucap Lutfi pada Abiyan yang serasa ia abaikan dari tadi.


"Tapi aku temani dik Ais pa." Rengek Abiyan menolak.


Lutfi membelai kepala anaknya dengan lembut."Nak. Abang sayang kan sama Ais. kalau sayang. Abang harus pulang untuk istirahat. Agar Abang tidak sakit pula karena lelah." Nasehat Lutfi lembut.


Abiyan pun pulang bersama Vanessa ke rumahnya. Putri sangat tersiksa. ketiga anaknya terpisah-pisah. Satu di rumah mertuanya. satu lagi di rumah bundanya.dan satu lagi di rumah sakit.


Ia benar lemah saat ini. pikirannya kosong, yang ia rasakan, hanya rasa sesak di dadanya.


Tiga hari Ais di rawat. Hani datang menengok saudara kembarnya yang di rawat di rumah sakit.


"Ais... Oh apa masih sakit dek." Ucap Hani sedih melihat sepupunya terbaring di rumah sakit


Namun perbal di kepalanya sudah di buka. makanya Hani tidak melihat kondisi saat sedia kala baru di rawat.


"Oh. udah nggak sakit lagi kak seperti kemarin." Jawab Ais bahagia melihat kedatangan kakak sepupunya.


"Oh aku senang mendengarnya." Ucap Hani bahagia.


****


Seminggu kemudian Ais sudah boleh pulang. karena lukanya tidak terlalu parah. hanya karena bagian kepala makanya, banyak darah yang keluar saat kecelakaan.


Ais kembali kerumahnya. Libur yang di rencanakan ke rumah nenek hanya Abiyan yang tinggal di sana selama Ais di rawat.

__ADS_1


Abiyan pun kembali ke rumahnya. yang di antar neneknya. karena hari ini adiknya pulang.


*****


Kadang kebahagiaan dan kesedihan tak bisa kita yang tentukan,semuanya sejalan Yang sering di sebut orang dengan takdir.


Qodho dan Qodar adalah salah satu rukun iman yang wajib diimani oleh seluruh umat Islam. Percaya pada takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT.


Qadar mencakup apa pun yang terjadi pada seluruh makhluk di seluruh alam semesta ini. Mulai dari kebaikan, keburukan, kejahatan, keimanan, kekufuran, ketaatan, kemaksiatan, dan lain-lain. Qodar lah yang sering kita sebut juga sebagai takdir.


Dalam Islam, ada dua macam takdir yang kita percayai. Pertama, takdir mubram yang berarti takdir Allah SWT yang telah ditetapkan oleh-Nya dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Kedua, takdir muallaq, yaitu takdir yang masih dapat diubah dengan cara berikhtiar atau berusaha serta berdoa.


Itulah yang kini di rasakan Sonya. selama ini. Ia ditakdirkan berjodoh dengan kekasih adiknya. Yang sebelumnya tidak ia ketahui.


Namun setelah berumah tangga, suaminya masih saja menyimpan rasa pada adiknya. walau tidak terlihat nyata lagi


Sonya merasa delema. Andai dulu ia tidak mengajak Arjuna ikut alumninya. Tentu tak akan terjadi seperti ini.


"Bund.. Aku pengen ke rumah Oma Ais." Rengek Hani saat ayah sudah sampai di rumah neneknya.


"Nantilah nak. kasihan ayah baru saja datang." Tolak Sonya lembut


Ada rasa sesak di dada Sonya melihat ekspresi Arjuna yang semangat ingin mengantar ke tempat Putri adiknya. mantan dari suaminya.


"Apa ayah nggak capek. baiknya ayah mandi dulu biar segar." Ucap Sonya melerai.


"HM! Baiklah.. Tunggu ya Ayah mandi dulu. biar lebih Harum dan wangi." Arjuna mencolek hidung anaknya gemes.


Hani pun merajuk karena cubitan ayahnya. Ia mengejar ayahnya sampai kamar. Hingga mereka kejar-kejaran berdua.


Melihat interaksi Hani dan suaminya. ia bahagia, namun saat berinteraksi dengannya. Arjuna sangat dingin, bahkan jawabannya terlalu pendek. dan sangat kecil sekali kemungkinan untuk bercanda jika tidak ada Hani


"Oh. kuatkanlah aku ya Allah." Lirih Sonya mengikuti mereka berdua ke kamarnya.


Sorenya mereka pun sampai di rumah Putri Hani langsung berlari keperluan Ais yang sedang duduk santai di ruang keluarga.


"Ais. wah kamu makin sehat saja." Ucap Hani memeluk sepupunya.


"He..he.. Alhamdulillah udah mbak " Jawab Ais bahagia melihat kedatangan sepupu nya.


"Eh. anak mama sudah datang. sama siapa.?" Tanya Putri yang baru keluar dari kamar siap mandikan Rafiq.

__ADS_1


" Sama ayah. bunda ma!" jawab Hani mencium pipi Rafiq lembut.


"Oh.." Jawab Putri tersenyum.


Ia pun ke depan membawa Rafiq dalam gendingannya.


"Assalamualaikum Bunda. ayah." Ucap Putri menirukan suara anak kecil.


" Hai jagoan. udah mandi ya. segar sekali." Ucap Arjuna yang ingin menggendong Rafiq.


Arjuna menatap Putri intens. namun Putri berusaha menghindari mata Arjuna, Sonya pura-pura batuk. Tiba-tiba Lutfi datang. ia baru pulang kerja. Karena semenjak Ais di rawat ia jarang pergi kerja.


"Anak papa sudah harum.wangi sekali nak." Ucap Lutfi mengambil anaknya yang sudah di pegang Arjuna.


Rafiq pun merengek minta di gendong papanya. Ia menjulurkan tangannya untuk di gendong. Lutfi pun mengangkat anaknya.


Kejadian itu tak luput dari tatapan Sonya dan Putri. Ada sebuah tatapan aneh antara Arjuna dan Lutfi walau mereka saling tersenyum.


Sonya menyadari sekali itu. makanya ia hanya menonton. Putri pun tidak berkutik, ia tahu kalau suaminya tidak suka dengan inter aksi tersebut.


"Pa....pa...ku..da.." Ucap Rafiq meminta papanya main kuda-kudaan.


" Halo mbak Hani kapan datang.?" Tanya Lutfi mengalihkan keadaan.


Ia mendekati Hani yang duduk di sebelah Ais.


" Kita main sama-sama yuk mbak.!" Ajak Lutfi pada anak-anak semuanya


Tentu saja Rafiq bahagia. kalau di ajak main. sebab biasanya Ais selalu main dengan Abiyan berdua. mereka tidak mau mengajak Rafiq yang manja dan suka jahil.


"Eh. gimana kalau kita main kejar-kejaran." Ajak Lutfi semangat.


Semua anak-anak bahagia bermain bersama. Sementara Sonya duduk santai bertiga dengan suami dan adiknya


Dian datang bersama ART membawa minuman dan snek." Nggak usah sibuk Tante." Ucap Sonya sungkan.


" Ahm nggak sibuk kok. eh silahkan di cicipi." Ajak Dian dan duduk di sebelah Putri.


Mereka pun minum sambil melihat keseruan anak-anak.


"

__ADS_1


__ADS_2