Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Lutfi Yang Bingung


__ADS_3

Setelah lama libur. Lutfi pun membawa keluarga nya kembali. sebab, Aktifitas belum selesai di sana. masih ada yang akan ia selesai kan. padahal. papanya sudah bosan memintanya untuk kembali pun dah ke Indonesia. agar mereka bisa menjaga cucu kembarnya.


" Ma.. setahun lagi ma. lagian Putri tahun ini selesai kuliahnya. karena ia lama cuti ma


nggak mungkin kan, kembali tertunda." bujuknya.


" Baiklah. setahun lagi ya. jangan kalian tambah lagi. mama nggak kuat berpisah dengan mereka.." tunjuk Diana kepada kedua cucunya yang asyik bercanda dengan kakeknya.


" Ya ma." jawab Lutfi mengalah.


Putri hanya terharu melihat interaksi mama dan suaminya. " Ia ma. doakan selesai cepat ya ma. " Lirih Putri.


*****


Delapan bulan kemudian, ternyata Putri bisa menyelesaikan skripsinya dengan baik, walaupun di bantu suaminya. mencarikan referensi dan mencek nya. apakah sudah betul. Karena.. jika tidak tidak bantu pasti akan lama selesainya, sebab si kembar hobinya mengganggu mamanya.


" Alhamdulillah. selesai juga ya kak. oh ya doa kan sukses kompre aku ya kak." Ucap Putri berharap.


" Amin. semoga tahun ini kita sudah bisa pulang lagi ke Indonesia." Lutfi pun bahagia membelai rambut istrinya lembut.


Tak terasa, Hampir lima tahun ia mengarungi hidup berumah tangga. Alhamdulillah tidak ada yang bermasalah. karena Lutfi lebih banyak mengalah jika istrinya ngambek. Karena sudah jadi makanan buat Lutfi. jika istrinya sudah diam dan tidak mau melihatnya. Tandanya ia kesal, dan marah. Tapi selalu Lutfi yang jadi sasaran

__ADS_1


Awalnya Lutfi tidak paham dengan sikap istrinya tersebut, namun lama kelamaan ia pun mengerti. bahkan jika istrinya sudah tampang cuek malah jadi hiburan buat Lutfi untuk menggodanya. ujung-ujungnya, mereka bermesraan dan tak jarang berakhir di ranjang. Tentu saja Lutfi merasa Ok.


Tama mewarisi sifatnya, sedangkan Ais mewarisi sifat mamanya. makanya mereka berdua sering berselisih paham. bahkan Lutfi jadi bingung melihat keduanya berargumen. Tidak yang mau mengalah. Kadang ia merasa punya anak kembar tiga, jika melihat kejadian tersebut.


****


" Siapa yang antar kan kami sekolah ma.pa..?" Tanya Ais yang melihat kedua orang tuanya yang sudah rapi.


Putri melihat suaminya yang hanya diam. Sedangkan Lutfi sibuk entah mencari apa. dari pagi sibuk mengotak atik berkas yang membuat Putri pusing.


"Kak. Anak-anak nanya. kakak bisa antar mereka duluan ke sekolah.? " Tanya Putri ingin kepastian.


Ia melihat suaminya yang diam tampa menjawab pertanyaan. membuat Putri kesal. ia memutar kepala suaminya untuk melihat nya.


Putri meloloskan matanya kesal. " Jadi dari tadi kakak nggak dengar..? ' Tanya Putri menyelidik.


Lutfi mengerutkan keningnya. Ais pun jengkel dengan sikap kedua orang tuanya hari ini. ia pun berteriak.. dan melemparkan tasnya.


" Astaghfirullah. nak.. kamu kenapa..? " Tanya Lutfi heran.. Sedangkan Putri diam, ia kembali ke kamar mengambil tasnya.


" Apa aku boleh hari ini.pa.? " Tanya santai. ia duduk di kursi, sedangkan Tama hanya berdiri mematung melihat mereka berdua.

__ADS_1


" Siapa bilang. kalian libur. sekarang kalian sama mama berangkat. mana kunci mobilnya kak..? " Tanya Putri merentangkan tangannya pada suaminya.


Lutfi memukul jidatnya pelan." Wah.. aku sampai lupa. ayok, papa antar kalian semuanya. Hati ini papa tidak ke kampus. ada pekerjaan kakek yang harus papa selesai kan, makanya tadi papa nggak ingat. maaf ya sayang.. " Ucap Lutfi membelai rambut anak gadisnya.


Putri dan Tama oun akhirnya mengekor. 39 menit mereka sampai di PAUD. dimana Ais dan Tama sekolah. kemudian Lutfi mengantar istri tercinta ke kampus. karena hari ini Putri mendaftarkan untuk kompre minggu depan.


" Kak. ada masalah ya di kantor papa, hingga kamu nggak fokus tadi..? " Tanya Putri saat mereka tinggal berdua.


Lutfi menatap istrinya sekilas, dan fokus ke jalanan. " Ya.. ada sedikit. biasa, makanya papa meminta kita pindah lagi. papa nggak kuat lagi untuk bolak balik keluar kota meninjau proyek. Karena jarang di kunjungi hingga ada yang menyalahgunakan kekuasaannya pada bawahannya." Terang Lutfi pada istrinya. bagaimana pun ia harus memberitahu kondisi ini, agar istrinya memahami keadaannya.


" Oh.. maaf jika tadi aku membentak. habis tadi aku kesal sekali." Ucap Putri melemparkan pandangan keluar.


Lutfi meminggirkan mobilnya, membuat Putri heran. Lutfi mendekati istrinya. " Sayang.. kakak nggak pernah berpaling dari mu. hidup bersama mu merupakan anugrah buat kakak di tambah bonus si kembar. Jadi jangan berpikiran kalau kakak akan menduakan mu." Ucapnya lembut.


Putri tersenyum."Makasih.. "Ucapnya bahagia.


****


Sampai di kampus, Putri pun langsung turun, sebab suaminya akan kembali pulang ke rumah. menyelesaikan pekerjaannya.


" Nanti biar aku yang jemput si kembar ya kak. jika kakak nggak bisa.. " Ucapnya sebelum keluar.

__ADS_1


" Hm. Telpon kakak aja dulu ya. bagaimana nya kita lihat nanti. ok.. by istri cantik ku. Assalamualaikum. " Ucap Lutfi meninggalkan istrinya.


"Waalaikumsalam." Jawab Putri lambat. karena suaminya perlahan menjauh.


__ADS_2