
Si kembar sudah berumur 4 tahun. karena sepasang. sifat mereka tentu berbeda. Tama yang pendiam sedangkan Ais yang cerewet.
Lutfi hari ini akan mengajak keluarga nya pulang kampung ke Indonesia, Sudah 5 tahun lebih ia tidak pulang. tentu suatu kerinduan walau kadang orang tuanya datang ketempat nya, tentu semuanya bisa mengunjungi. makanya ia yang lebih baik pulang karena sudah kangen.
" Kak. semuanya sudah siap..? " Tanya Putri kada suaminya.
" Sudah.. kita tunggu sopir jemput." Jawab Lutfi. ia pun menelpon. supir keluarga yang di rumah mamanya. agar jemput ke bandara, tanpa di beritahu keluarga nya. karena ini kejutan.
"Hore.. kita ketemu nenek sama kakek juga." Ucap Ais yang heboh.
" kalian akan bertemu juga dengan sepupu kalian anaknya bunda Sonya. Hani.." jawab Putri mengingatkan.
" Oh ya. apa Kak Hani juga ada di rumah nenek ma..? " Tanyanya antusias. Putri mengangguk. Membuat Ais tambah bahagia.
Walau mereka belum pernah bertemu. namun dengan melalui IT semuanya pasti bisa. jarak jauh bukan penghalang bagi seseorang untuk saling mengenal.
Putri memberitahu pada kakaknya, agar berkumpul di rumah bundanya. Sonya tentu bahagia karena ia ingin sekali melihat kedua kembar yang sering ia lihat di layar.
*****
Setelah perjalanan panjang. mereka sampai di bandara sudah hampir malam. untung sopir mereka sudah standby.
Si kembar penasaran. ia ingin langsung ke rumah nenek. bukan ke rumah oma nya. Lutfi terpaksa pasrah. karena mama dan papanya sering ke tempatnya. sedangkan mertuanya, hanya sekali saja. saat mereka lahiran.
__ADS_1
" Sayang.. kita bagi waktu. kita ada 8 hari liburnya. 4 hari rumah nenek. 4 hari rumah oma ya.. " Ucap Lutfi mengingat kan.
" Iya pa.. " Jawab keduanya lesu. sebab sudah capek. keduanya lelah. karena kali ini mereka berjalan jauh.
" Kak. kita lihat saja situasinya. yang penting kita bagi waktu. jangan di patokan begitu." Lirih Putri pada suaminya. Lutfi hanya mengangguk pasrah.
Mereka sampai tempat bundanya Putri hari sudah jam 19 malam. tentu rumah sudah sepi. kedua bocah tersebut pun terkulai di bangku belakang.
Putri menelpon kakaknya, Sonya. karena Sonya bialang ia sudah duluan sampai di rumah bunda. mereka berusaha saja, sebab Arjuna belum bisa ngumpul. setelah mengantarkan kali lagi ke Yogya.
Saat pintu terbuka. Sonya memeluk adiknya. sudah lama mereka tidak bertemu. semenjak pernikahannya mereka tidak pernah bertemu lagi. Makanya saat kelahiran Hani mereka mulai akrab lagi setelah rasa bersalah dan canggung menghantui Sonya.
" Adek.. kalian sudah sampai. mana si kembar. aku kangen.. " Ucap Sonya mencari kebelakang Putri adiknya.
" Nggak tahu. tapi mereka sudah di kamar.." Jawab Sonya. ia menghampiri mobil di mana ada kedua ponakannya yang sedang tertidur pulas.
Sedang Lutfi sibuk membantu sopir menurunkan barang. Yang banyak sih oleh-oleh. pakaian hanya seadanya. karena sudah pasti omanya pasti sudah menyediakan semuanya.
Saat Sonya mau mengangkat tubuh Ais. ia terbangun. " aunty Onya..? " Tanyanya menatap Sonya. karena waktu awal memanggil Sonya seperti itu.
Sonya mengangguk. ia berhamburan memeluk Sonya. Sonya membawa je dalam rumah. sedangkan Putri berpelukan dengan bundanya yang keluar saat ia mau mengambil minuman dan melihat pintu depan terbuka.
" Kok. nggak bilang kalau hari ini pulang. kemaren bunda tanya besok..? " Tanya Bunda kesal. ia merasa di bohongi.
__ADS_1
" Sengaja bun. suprise... " Jawab Putri cengengesan.
Ia pun mendapat pukulan kecil di keningnya. Putri menggosok keningnya yang sudah di pukul bundanya.
Tama turun sendiri, dengan sempoyongan. dengan cekatan kakeknya menggendong cucunya tersebut.
" Waduh sudah besar cucu kakek.. hm agak berat ya.. atau kakek yang sudah terlalu tua." Candanya.
Lutfi segera mengambil Tama. karena kasihan namun Tama menolak. ia pun berjalan yang bimbing kakeknya ke dalam rumah.
Rumah yang awalnya sunyi. jadi heboh. karena Hani oun keluar saat mendengar suara bising di luar. ia belum sepenuhnya tertidur.
" Halo adik cantik..sudah sampai.! " Hani mendekati adik sepupunya agak canggung.
" Halo kak Hani cantik. kita sama tinggi ya kak.. "Ucap Ais yang berdiri di depan Hani.
" Iya." Jawab Hani lirih.
Tapi Ais langsung memeluknya.
" Nggak apa. tapi Kak Hani tetap kakak ku.." Jawabnya meyakinkan. Semua nya tersenyum mendengar percakapan keduanya.
Setelah agak larut. mereka akhirnya istirahat.
__ADS_1