Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Penyelesaian


__ADS_3

Putri akhirnya membawa Rafiq ke kafenya. Rafiq yang sebenarnya ogah-ogahan mengikuti mamanya. namun takut mamanya kecewa lagi, jadi ia tetap mengekor.


Sampai di kafe, belum ada pelanggan yang datang. karena masih pagi. Putri langsung ke ruangannya. ia ingat semalam bon nya masih tercecer di atas meja.


Namun saat masuk, mejanya sudah bersih. tentu saja Putri merasa panik. Rafiq yang mengekor mamanya merasa heran melihat wajah mamanya yang panik.


"Kenapa ma?" Tanya Rafik penasaran.


Putri nampak berpikir, ia mengingat kalau ia tidak salah. Ia tidak mendengar pertanyaan anaknya, karena fokus.


Rafiq mendekati mamanya."Ma. ada apa? kenapa wajah mama panik begitu?" Tanya Rafiq heran.


Putri memandang wajah anaknya."Karena capek dan tergesa-gesa. saat papa jemput mama, mama masih mengetik bon yang masuk. tapi kita langsung pulang dengan bon yang masih di atas meja. masih banyak yang belum mama masukan ke laporan hari kemarin." Jawab Putri sendu.


Rafiq memegang bahu mamanya."Ma. siapa yang biasa masuk ke ruangan mama.?" Tanya Rafik. Putri ibarat mendapatkan lotre langsung berdiri.


"Kamu benar nak. makasih ya." Jawab Putri dan langsung keluar.


Rafiq hanya diam melihat sikap mamanya yang aneh. Namun ia kembali duduk di kursi di depan meja mamanya.


Dan tiba-tiba muncul mamanya dengan wajah yang kembali kusut. Rafiq memandang mamanya yang kembali duduk dengan wajah kusutnya.


"Ma. ada apa.? kok jadi bingung lihat wah


jah mama yang kusut gitu. apa perlu aku telpon papa.?" Tanya Rafiq.


"Tunggu dulu." Kemudian Putri memeriksa laci meja. mungkin ada yang menyimpannya di laci mejanya.Benar saja. ia mendapati bon yang kemaren berserakan di atas meja.


"Gimana ma.?" Tanya Rafiq mendapati wajah mamanya yang kembali cerah.


"Oh ini sudah ketemu. kamu telpon papa ya. mungkin kayaknya papa deh yang masukin ke sini, kelihatan berantakan." jawab Putri pada anaknya.


Rafiq pun menelpon papa. yang mungkin baru sampai kantor. karena mereka tadi diantar papanya ke kafe bersama mamanya.


Panggilan pun tersambung. Lutfi mengangkat telpon anaknya. saat ia baru saja sampai kantor.


"Halo nak. ada apa.?" Tanya Lutfi setelah mengucapkan salam.


"Ini mama mau nanya sama papa." Ucap Rafiq memberikan handphonenya pada mamanya.


Putri melongo saat anaknya memberikan handphone." Ma. ini papa. katanya mama mau tanya sama papa.?" Ucap Rafiq menyerahkan Handphonenya.


"Oh. ini pa. karena kemarin terburu-buru. apakah papa yang menyimpan bon ini ke laci mejaku.?" Tanya Putri penasaran.


Lutfi tertawa mendengar pertanyaan istrinya. hanya karena itu, ia kira ada apa sampai Putri tidak sempat menelpon meminta anaknya.


"Ya sayang. Maaf ya papa lupa menyampai kan kemarin." Jawab Lutfi.


"Oh. makasih pa. aku tadi sempat panik. karena belum semua di catat." Ucap Putri senang.


"HM. oh ya.. nanti papa makan bareng nih kayaknya tanda jasa." Goda Lutfi pada istrinya.


"Ok bos." Jawab Putri senang. Rafiq yang mendengar interaksi mama dan papanya merasa bahagia juga. ternyata papanya sangat mencintai mamanya. Papa selalu mengusahakan menjemput mama. walau ia sangat letih. untung saja kantor papa tidak terlalu jauh dari kafe mamanya.


Putri kembali menyerahkan Handphone anaknya."Sayang. bisa bantu mama nggak.?" Tanya Putri pada anaknya.


"Ngapain ma.?" Tanya Rafiq santai.

__ADS_1


"Bantuin mama ngetik dan cek laporan bon ini ya. mama mau buat masakan spesial buat kalian berdua." ucap Putri.


"HM. boleh deh. tapi ajarin aku dulu ya ma." Sarkas Rafiq dan duduk di kursi yang biasa mamanya duduk


Putri pun mengajari anaknya cara menyalin bon yang ada ke dalam komputer. bagi Rafiq sangat mudah. ia pun mengangguk dan menerima tugas yang di berikan mamanya.


"Hati-hati ya. nggak usah terlalu cepat yang penting kamu nya jangan terpaksa ya nak." Belai Putri di kepala anaknya.


"Ya ma. pergilah ma. katanya mau buat masakan spesial buat kami berdua." ucap Rafiq. Putri terkekeh dan berlalu keluar.


Rafiq memulainya dengan teliti. memeriksa bon yang sudah di catat mamanya dan yang belum masuk. ia pun memasukannya.


Lutfi telah memberikan anaknya sebuah laptop pada masing-masing anaknya di kamar masing-masing. agar anaknya bisa belajar sendiri, dan itu saat anaknya masuk SMP. agar anaknya mengenal dunia IT dari sini. itu pun dengan kontrol nya. Karena Lutfi mengecek laptop anaknya setiap ia weekend.


Tanpa sepengetahuan anaknya.


Tak butuh waktu lama. Rafiq selesai menyelesaikan pekerjaan yang di berikan mamanya. Ia pun menonton. karena pekerjaan nya sudah selesai. sedangkan mamanya belum muncul.


Sementara Putri bersenandung sambil membuat makanan spesial buat suami dan anaknya.


"Bu. ibu ceria sekali hari ini.?" Tanya koki yang biasa membantu di kafenya.


"Tentu. anak sama suami saya mau makan ke sini. biasanya mereka datang tanpa aba-aba. hari ini mereka pesan langsung." Jawab Putri dan dibantu kokinya.


"Oh. Oh ya buk Omelet nya kasih daging aja buk. mungkin ayam atau sapi. biar lebih bergizi lagi dan enak." Saran kokinya.


"Ide bagus. eh tapi suami saya suka kalau ikan asin yang garing bersama sayurannya. seperti terong.pare.jengkol ada kan.?" Tanya Putri. Ya karena menu tersebut, termasuk makanan spesial. apalagi langgan yang berasal dari Padang. sangat senang dengan masakan tersebut. bahkan bule pun kadang memesan juga. dan menikmatinya dengan lahap.


"Tentu ada buk. ini masakan spesial kita juga selain capcay siput." Jawab koki yang bernama Noah.


Noah berasal dari kota Padang. dan merantau mencari kerja setelah tamat SMK kejuruan masak atau tata boga.


Flashback on


Entah karena berjodoh mungkin dengan Putri. Noah bertemu saat itu, ia kelelahan mencari kerja. sudah satu Minggu ia lintang Lantung di kota tersebut untuk mencari kerja. uang yang ia bawa pun sudah habis. hanya 10.000 yang ia pegang. ia berhenti tepat di depan kafe Putri. ia duduk menyandar di lantai. yang waktu itu, Putri sudah satu Minggu buka. dan kafenya belumlah rame. hanya ada satu atau dua orang saja yang datang.


Waktu itu hanya tiga orang karyawannya. satu palayan. tukang cuci. kasir. Putri yang langsung turun memasak. karena belum ada koki yang mereka sediakan, karena kafe belum rame.


Putri keluar melihat situasi. ia kaget saat melihat Noah yang tersandar duduk di lantai depan kafenya.


"Hai. kamu kenapa?" Tanya Putri yang heran.


"Oh. maaf buk. saya kelelahan. maaf jika kehadiran saya menganggu kenyaman ibuk." Noah pun bangkit. Namun belum lagi ia berdiri kembali terjatuh.


Dengan sigap Putri meraihnya. "Kamu Ok.?" Tanya Putri melihat kondisi pemuda yang seusia anaknya.


"Oh. aku pusing buk. mungkin karena sudah dua hari nggak makan." Ucap pemuda tersebut.


Putri sangat kaget."Kalau begitu kamu masuk dulu. biar saya siapkan makanan untuk mu." Ucap Putri membawa Noah masuk dan duduk di kursi di pojok.


"Lili. siapkan minuman buat pemuda itu ya. saya siapkan dulu makanan buatnya." perintah Putri lada Lili karyawannya. yang sebagai pelayan.


"Baik buk." Lili pun meletakan minuman pada pemuda yang agak Kumal. namun terlihat ganteng dengan kulit sawo matang.


"Silahkan mas." Ucap Lili dan meletakkan gelas yang berisi air putih.


Dengan cepat Noah meminumnya sampai habis seketika. Lili melotot melihat pemuda yang ada di depannya.

__ADS_1


"Maaf. saya kehausan." Jawab pemuda tersebut menunduk malu.


"Oh nggak apa-apa." Lili pun berlalu mengambil teko yang berisi air puti dan meletakkannya di depan pemuda tersebut.


"Makasih mbak. merepotkan." Ucap Noah sungkan.


Lili hanya mengangguk. ia pun pergi dan meninggalkan pemuda tersebut. Putri datang membawa nasi ayam goreng. karena hanya itu makanan yang paling cepat.


"Silahkan makan. mungkin kamu kelaparan." ucap Putri. Dan duduk di depan pemuda tersebut.


" Makasih buk. saya Noah dari Padang. mau cari kerja. tapi sudah satu Minggu belum dapat. sampai uang yang saya bawa habis semua." Cerita Noah pada Putri.


"Oh. makan lah dulu. siap itu kamu cerita ya. Panggil saya Bu Putri. kalau begitu saya pamit dulu. ada yang mau saya kerjakan." Ucap Putri tersenyum.


"Baik buk. sekali lagi terimakasih." Noah pun makan dengan lahapnya. ayam gorengnya sangat lezat dan garing. Noah meneliti ayam goreng yang ia makan. sikapnya di perhatikan oleh putri dari pantry.


Noah kembali memakannya. ia mencoba cabe yang di sediakan di mangkok kecil. ia menjilatnya. dan mengangguk. ia pun lanjut makan dan menghabiskan semuanya dengan lahap.


Setelah selesai makan. Noah pun berdiri mengemas semua bekas makannya. dan membawanya dimana tempat ia melihat Lili membawa bekas piring makan pelanggan.


"Eh. kamu ngapain ke sini." Tanya pelayan Putri yang bertugas sebagai tukang cuci piring.


"Eh maaf mbak. bukan maksud apa-apa. hanya bantu mencuci piring bekas makan saya." Jawab Noah sopan.


"Nggak usah. pergi sana. nanti Bu Putri marah kalau saya biarkan kamu mencucinya." jawab wanita yang cukup berumur.


"Oh. kalau begitu makasih mbak. saya pamit." Noah pun melangkah keluar. Putri melihat Noah yang keluar dari tempat cuci piring. Putri mendekatinya.


"Duduklah. saya mau kamu cerita. tadi kamu sudah janjikan.?" Tanya Putri yang penasaran melihat sikap Noah makan tadi.


" oh ya buk. sebelumnya. saya ucapkan terimakasih. masakan ibu enak. apalagi cabenya. HM lezat terasa asam pedasnya. tapi kalau di masih gila merah sedikit rasanya pasti spesial deh buk." Jawab Noah. Putri menatap pemuda yang ada di depannya.


"Kamu cari kerja apa. sampai satu Minggu tidak kunjung dapat.?" Tanya Putri yang mengalihkan topik.


"Oh. saya tamatan SMK. kebetulan saya ambil jurusan Tata Boga. saya suka sekali memasak. Ayah marang saya cari kerja di kampung. katanya koki itu banci bukan kerjaan cowok. makanya saya nekat merantau dengan modal tabungan. tapi nihil


Mungkin karena tidak restu orang tua, makanya saya lintang Lantung di sini buk." Cerita Noah membuat Putri tersentuh.


"Jadi kamu mau jadi koki. kalau begitu kamu mandilah dulu. setelah itu. saya mau lihat dulu hasil karya masakan handal mu. baru saya pastikan kamu bisa kerja di sini." Ucap Putri.


Noah turun dari kursi dan berjongkok di kaki Putri. "Makasih buk. semoga saya tidak mengecewakan ibuk. terimakasih telah memberikan saya kesempatan." Ucap Noah bersyukur.


"Jangan senang dulu. kan belum saya terima." Ucap Putri santai


"Nggak apa buk. di beri kesempatan saja saya sudah bahagia. apalagi di terima." Jawabnya semangat.


Putri memberi arahan untuk ia mandi di ruang yang khusus karyawan. jika ingin membersihkan diri. sebelum pulang.


Putri memberikan baju kaos dan Cana oblong lada Noah yang kebetulan ada di ruangannya. untuk di berikan pada anaknya Abiyan.


Tak butuh lama. Noah selesai mandi dengan wajah yang sudah fresh. ia mendekati Putri yang ada di di pantry.


"Sini buk. biar saya coba ya buk. moga saya tidak mengecewakan ibuk." Ucapnya.


Masakan pertama Noah membuat Capcay Siput membuat Putri tertarik dan langsung di terima. hingga ia bekerja di kafe tersebut sampai sekarang.


flashback of

__ADS_1


__ADS_2