Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Delema


__ADS_3

Tiga hari Putri di rawat inap di rumah sakit, Awalnya ia mengeluh namun semuanya memberi pengertian dan dukungan. akhirnya ia bisa terima semuanya demi anak yang ada dalam kandungannya dan keluarganya.


" Sayang makan ya. kakak suapin." Bujuk Lutfi pada istrinya.


" Pahit rasanya kak." Rengek Putri manja.


" Sedikit saja ya sayang. kasihan nih yang di dalam. ia butuh nutrisi dari mu." Bujuk Lutfi lagi.


Akhirnya Putri pun menelan makanan yang di suapin suaminya sedikit demi sedikit.


" Kak. berapa lama aku di sini. apa nggak bisa aku di rawat di rumah saja. rasanya sudah bosan di sini.bao obat saja yang tercium di sini." Mohon Putri berharap.


" Baiklah. nanti kakak coba tanya sama dokternya ya. apa bisa rawat rumah. atau mungkin kakak sediakan perawat khusus buat kamu nanti di rumah." Jawab Lutfi lembut.


' Makasih kak." Putri bahagia. suaminya selalu tau apa yang ia butuhkan.


Lutfi pun menemui dokter yang menangi istrinya. ia berbincang tentang keuangan istrinya. Untung dokter memahaminya.


Sesuai persetujuan. ada seorang perawat yang datang saat pagi sampai sore. menemani Putri.


Semenjak istrinya di rawat. Lutfi selalu usahakan pulang sore. jika masih banyak kerjaan ia bawa pulang. seperti hari ini. ia tetap tetap m nunggu istrinya namun ia masih menyempatkan menyelesaikan pekerjaannya. walau bunda Putri sudah rutin menunggunya pada saat siang.


Karena itulah. Putri tidak tega lihat suaminya begitu. tidur di sofa. sedangkan ia masih sibuk bekerja.


Sorenya. Putri bisa pulang. tentu saja Ais dan Abiyan senang. karena mereka berdua sangat sedikit waktu bertemu mamanya


" Selamat datang mama Kun cantik." Ucap Ais menyambut kedatangan Putri dengan kursi roda.Ia. benar-benar tidak di perbolehkan banyak gerak.


" Terimakasih sayang." Ucap Putri merentangkan tangannya siap memeluk gadis cantiknya.


Mereka pun berpelukan kayak Teletubbie. Putri mencium lembut pipi bocah yang sudah di rindukannya. karena hari ini. anaknya dilarang datang. sebab ia akan pulang.


Abiyan pun bergantian ,dengan kembaranbya. memeluk mamanya. walau ia pendiam namun dengan mamanya ia tetap seperti anak pada umumnya cerewet.


" Sehat selalu ya ma. Abi sayang mama dan calon adik." Ucap Abiyan lirih. saat ia berpelukan dengan mamanya

__ADS_1


" Amin. Makasih Abang ganteng." Ucap Putri mencubit kedua pipi anaknya yang ganteng.


" Sakit aku ma." Rengek Abiyan menggosok pipinya yang terasa sakit ulah mamanya


" Habis mama gemes lihat Abang yang ganteng, kalah papa mah kalah gantengnya dengan papa.


" Oh jadi papa tidak ganteng lagi nih ma." Tanya Lutfi yang mendengar ucapan istrinya yang saat dia lewat.


" He..he.." Tawa Putri renyah.


Lutfi pun bahagia. tepat sekali kalau istrinya di ajak pulang. nampak lebih bahagia ia di rumah dari pada di rumah sakit.


Benar kata orang. semewah apa pun yang namanya rumah sakit. pasti kalah dengan di rumah. walau rumah tidak semewah rumah sakit.Karena kebahagiaan tidak selalu dinilai dengan materi.


" Sayang.. mama perlu istirahat dulu ya." Ucap Lutfi melerai anak-anak nya.


" Ya pa." Ucap Abiyan.


Lutfi pun membawa istrinya ke kamar dengan menggendongnya.


****


waktu main lebih banyak dari hari sekolah.


Hani datang menjenguk Putri. ia juga sudah rindu dengan saudara kembarnya. Hani datang dengan kedua orangtuanya.


" Assalamualaikum ma. HM. makin cantik ya sekarang." Puji Hani saat bertemu dengan mama saudaranya tersebut.


" Waalaikumsalam sayang. Hani juga manis deh. mengalahkan gila di rumah mama." Puji Putri balik. Ia tidak menghiraukan kedatangan Arjuna ayah Hani.


' Silahkan duduk Ar." Ucap Lutfi. mempersilahkan adik iparnya. Yang ia tahu Arjuna masih menyukai istrinya. Karena masih terlihat dari matanya saat menatap Putri. walau Putri menghindarinya. Makanya ia tidak bisa marah.


" Makasih mas." Jawab Arjuna.


Sonya mendekati adiknya yang duduk di kursi. walaupun sekarang kandungannya sudah masuk tujuh bulan. Namun ia masih saja betah duduk. mungkin sudah terlalu lama duduk santai, jadi ia betah saja.

__ADS_1


" Gimana kandunganmu dek.?" Tanya Sonya berjongkok.


" Alhamdulillah baik kak. Cuman aku lebih suka duduk santai dari pada jalan-jalan. mungkin karena sudah terbiasa begini selama. beberapa bulan ini." Cerita Putri pada kakaknya.


" Oh. tapi coba juga untuk jalan. takutnya nanti tubuhmu kamu. dan sulit untuk jalan." Nasehat kakaknya.


' He..he. ya kak. saat pagi dan sore. aku jalan-jalan di temani kak Lutfi kok. Sesibuk apapun dia selalu memperhatikan kami berdua." Jawabnya.


" Oh. kamu beruntung dek." Sindir Sonya seolah untuk suaminya yang tidak peduli dengan kehamilannya dulu, makanya sampai sekarang ia tidak mau nambah. Karena ia tahu suaminya masih punya hati buat adiknya.


" HM. Oh ya kak. kakak mau nggak ajak aku ke taman. mungkin lebih baik kita berbincang di sana aku kangen dengan kakak." Ajak Putri. Sonya pun setuju.


Keduanya pun pergi ke Taman. saat jalan jauh begini. Putri menggunakan kursi roda. Entah kenapa, ia betah saja begitu. kalau dulu ia sering uring-uringan jika di suruh pakai kursi roda


" Mas. Apa baik kalau Putri terlalu lama duduk di kursi roda. takut nantinya ia susah untuk jalan." Tanya Arjuna mengkhawatirkan Putri.


" Tidak. kami sudah konsultasi dengan dokter. nggak masalah, bahkan ada bumil. dari awal sampai lahiran istirahat saja di rumah sakit. setelah lahir. normal saja jalannya." Jawab Lutfi lembut. walau dalam hatinya terasa terbakar, karena Arjuna masih saja mengkhawatirkan istrinya.


" Oh syukurlah." Jawab singkat Arjuna.


Perbincangan mereka beralih pada bisnis. apalagi usaha mereka saling berhubungan terutama perusahaan milik mertua yang mereka kelola


Sedangkan anak-anak pun masuk ke ruangan main. di sana sudah lengkap. ada mainan edukasi dan lainya. Hingga kalau anak-anak masuk sana. seolah masuk dunia anak-anak.


Sonya pun berti pada adiknya. saat hanya mereka berdua saja. " Dek. apa kakak perlu minta cerai dengan Arjuna.?" Tanya Sonya yang mengagetkan Putri.


" Maksud kakak.?" Putri sangat syok dengan pertanyaan kakaknya.


" Kadang kakak tidak tahan. melihat sikap Arjuna. ia selalu saja memikirkan wanita masa lalunya. aku ada di sisinya. tapi seolah jadi orang lain." Cerita Sonya yang tak tahan, ia mengeluarkan air matanya.


" Kasihan Hani kak. ia tidak tahu permasalahan kalian. itu sebabnya Allah melarang perceraian, karena ada hati yang terluka. terutama anak-anak." Cerita Sonya.


" Habis. kadang iri denganmu. Lutfi sangat menyayangimu. sedangkan aku. hidup dengan orang yang tidak mencintaiku" Curhat Sonya yang kelihatan sudah lelah


" Coba kakak cerita dengan bunda. aku tidak ada punya solusi yang baik. yang jelas. ingat kebahagiaan Hani jangan di abaikan." Nasehat Putri. Ia tahu kakaknya sangat menderita. Apa boleh buat, semuanya sudah terjadi. Sonya sudah berusaha membuka hati, namun Arjuna masih saja memikirkan adiknya Putri.

__ADS_1


Karena saat Hani bercerita ia kangen saudara kembarnya. langsung di sanggupi Arjuna untuk mengantarnya.


.


__ADS_2