
Putri sangat bahagia sekali, akhirnya bertemu kembali dengan sahabat karibnya Siska. setelah pernikahan dadakan kakaknya. ia akhirnya pun mendadak menikah. dan di boyong suaminya ke Jerman. hingga ia pun kembali lagi ke Indonesia setelah punya si kembar.
Kemana-mana mereka selalu bersama. sampai kuliah pun ia mengambil jurusan yang sama. namun karena tragedi itulah, menyebabkan mereka berpisah.
Dalam hidup kita akan selalu membutuhkan orang lain. Tidak melulu soal pacar, hubungan dengan sahabat atau teman sejati adalah sesuatu yang yang penting dalam hidup. Sahabat adalah seseorang yang sudah benar-benar menyatu dalam kehidupan kita, selalu ada untuk kita, selalu bisa menghibur di kala kita sedih, dan selalu bisa mengatakan hal yang tak bisa dikatakan orang lain.
Namun, yang namanya sahabat tetaplah seorang manusia, yang kadang salah, kadang khilaf, punya kepentingan sendiri, dan punya kehidupan sendiri. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya kita bisa saling mengerti dan saling memahami satu sama lain, karena itulah sesungguhnya inti dari sebuah persahabatan.
"Siska. aku nggak nyangka, akhirnya kita bertemu di sini. ini toko bunga mu.?" Tanya Putri penasaran.
"Iya. baru dua Minggu ini. Alhamdulillah berjalan lancar." Jawab Siska bahagia. Karena ia juga senang.
"Wah keren. oh ya aku rencana mau buka kafe. bagaimana menurutmu.?" Tanya Putri minta pendapat sahabatnya itu. Karena Siska anak pintar, hanya karena kondisi keuangan makanya ia harus mengalah.
" HM. bagus. oh ya kebetulan toko di sebelah ku ini mau di jual. kata pemiliknya sih cerita mau pindah. Kamu mau.?" Tanya Siska balik
"Beneran.? Wah kebetulan sekali. kita bisa kembali bareng. sekarang bukan bareng main, tapi bareng usaha.ha....ha..." Tawa Putri bahagia.
"Mbak. buat aku kembang untuk meminang ya." Ucap seseorang pemuda yang baru datang.
" Ok. tunggu sebentar ya Put." Ucap Siska. ia merangkai beberapa bunga, hingga menjadi sebuah rangkai bunga yang cantik.
Putri mengangguk ke ahlian sahabatnya tersebut. ia pun menvidio kan Siska yang sedang merangkai. secara langsung. Hingga banyak komen yang bermunculan. hingga ada yang malah berpesan langsung pada Putri.
" Ini mas." Ucap Siska memberikan buket tersebut. Dan di bayar langsung pemuda tersebut dengan senang, karena buketnya sangat indah.
"Makasih ya mbak. doakan moga pinangan saya diterima." Ucap sang pemuda bahagia. Dan di anggukan Siska.
"Maaf ya Putri. oh ya kamu jadi mengambil toko sebelah. karena sudah ada gazebo nya, tinggal nambah bangku saja lagi." Cerita Siska. Namun tidak di tanggapi Putri, karena ia sibuk membalas pesan.
Hingga Siska mengejutkannya " Putri apa kamu ok.?" Tanya Siska yang bengong melihat layar handphonenya.
" Eh. aman kok. malah aku nggak percaya. ini lihat.." Ucap Putri melihatkan Handphonenya pada Siska.
__ADS_1
Siska terkejut sekali. ternyata Putri sedangkan mempromosikan buket bunganya, dan banyak pesanan. Siska memeluk sahabatnya bahagia
" Ooooooo. makasih sahabat ku. Kau memang keren. aku selalu beruntung jika dekat dengan mu." Ucap Siska bahagia.
"Ah. kamu selalu ngomong gitu. nanti aku bisa besar kepala jadinya. nggak terbawa sama badan aku yang kecil." ucap Putri meniru logat Mandarin.
"Ha..ha.. keduanya tertawa. Live streaming putri pun terlihat oleh suaminya.
Lutfi senang, kalau istrinya kembali bahagia, ceria seperti dulu. dan ia melihat di belakang istrinya ada toko yang bermerek (di jual). Itu sangat membuatnya bahagia juga.
Lutfi menelpon istrinya. saat Putri menyelesaikan live nya.
" Ya ada apa kak.?" Tanya Putri. dan melihat wajah suaminya di layar.
" Di belakang mu. ada toko di jual. gimana kamu mau di sana? biar dekat dengan sahabat mu.!" Ucap Lutfi.
"Beneran. apa itu bisa kak. ah aku suka sekali kalau itu terkabul." Jawab Putri heboh. Dan di anggukan suaminya.
****
"Wah Put. aku nggak nyangka, kafe mu laris manis." Ucap Siska yang berkunjung ke kafenya, untuk menikmati makan siangnya.
"Alhamdulillah. duduklah, kita makan siang dulu." Ucap Putri mengajak sahabatnya masuk ke ruangannya.
Di sana sudah tersedia makanan untuk mereka. Namun ia merasa aneh saja. Kenapa Putri selalu mengajaknya makan siang dengan porsi sebanyak itu.
Namun rasa penasaran Siska terobati. karena suaminya Putri datang untuk makan bersama mereka beserta asistennya.
"Gimana sayang kafenya.?" tanya Lutfi yang duduk di samping istrinya.
"Alhamdulillah kak ramee." Jawab Putri senang.
Lutfi pun tersenyum melihat kebahagiaan istrinya. karena tercapai cita-citanya. padahal kalau duduk cantik pun ia tidak akan kekurangan uang. namun karena itu kesukaannya Lutfi pun tidak bisa melarangnya.
__ADS_1
Karena Putri tidak selalu turun langsung. ada shaf yang menemaninya.Sebab Lutfi pun tidak mau mengambil resiko, ia tidak mau istrinya sakit karena kelelahan.
Siska juga banyak pelanggannya, semenjak toko mereka berdekatan ternyata saling menguntungkan. karena banyak anak muda yang tidak lagi pusing cari bunga jika ada momen romantis.
Bahkan. sering kerja sama antara toko bunga Siska dengan kafe Putri untuk suatu lamaran. Nah membuat keduanya senang. bisa kolaborasi dalam menyalurkan bakat mereka dari dulu.
Ada acara lamaran seorang pengusaha kaya dengan pujaannya. itu pun rekomendasi Lutfi tentunya.
Itulah sebabnya. Lutfi ada di sini, melihat hasil kerja keras istri dan sahabatnya.
"Gimana kak. hasil karya kami.?" Tanya Putri semangat.
Lutfi mencium pipi istrinya yang menghadapny." Perfec sayang. teman ku bilang sangat ia sangat puas dengan pelayanan kalian." Ucap Lutfi lembut
Bukan hanya Putri yang senang. Siska dan suaminya pun bahagia karena hasil kerja keras mereka membuahkan hasil.
Semenjak acara tersebut, banyak pelanggan yang memboking tempat Putri untuk acara penting.
"Buk. ada telpon, katanya mau boking tempat untuk hari Minggu ini. apa masih bisa buk.?" Tanya Rina salah satu pegawai Putri.
"Oh. sini biar saya yang bicara." Jawab Putri mengambil gagang telpon.
"Halo ini dengan siapa ya pak.?" Tanya Putri sopan.
"Oh saya Gilang. saya mau pesan tempat untuk acara tunangan Minggu ini. apa masih bisa.?" Tanya seorang di seberang sana.
" Oh. masih bisa. tapi kami yang nentu kan jamnya bisa nggak mas. masalahnya sudah ada juga yang boking untuk jam 4. apa mas bisa untuk malamnya.?" Tanya Putri agak ragu.
" Oh. ada ya mbak. saya tanya dulu calon saya mbak. mudah-mudahan ia mau malamnya jam berapa ya mbak.?" Tanya balik laki-laki yang benama Gilang tersebut.
" Setelah Isya ya mas. karena kita bisa bunyikan musik setelah jam tersebut. maklumlah, ada mesjid dekat sini.he..he.." Jawab Putri diselingi canda.
"Oh. gitu ya mbak. sebentar ya mbak. nanti saya telpon lagi." Ucapnya.
__ADS_1
Putri pun tersenyum. ia pergi ke toko temannya. merancang acara pertunanganan untuk hari ini. sebab ada satu pelanggan yang boking tempat untuk malam.