Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Keusilan Rafiq


__ADS_3

Hari-hari Putri makin sibuk dengan anaknya. apalagi si kecil Rafiq. ia sangat aktif. padahal lahirnya dulu prematur. tapi setelah bisa merangkak. ia tidak pernah duduk. maunya manjat terus.


Putri akan mengambilkan susunya di dapur. karena ia minta buatkan susu. saat ini, Rafik sudah berumur enam bulan. ia sudah bisa berceloteh nggak jelas.


Putri mau buat susu buat Rafiq. ia sudah pesan pada abangnya. agar libatkan adiknya.


" Bang. jaga adik sebentar ya nak. mama mau buatkan susu, jangan sampai lengah ya." Ucap Putri mengingatkan.


" Ya ma." Jawab Abiyan yang sedang membuat PR.


Awalnya, Rafiq hanya duduk saja sedang main mobil-mobilan di depannya. Karena terlihat senang, jadi Abiyan melanjutkan PR nya yang tinggal sedikit lagi.


Baru saja Abiyan berdiri mengambil buku ya yang di atas meja. Rafiq jatuh dari kursi. tangisan terdengar Putri dari belakang. Putri cepat ke depan menemui anaknya.


" Aduh. . Abang. tadi udah mama ingatkan, jaga adiknya." Bentak Putri yang kalut. karena kening Rafiq benjol sebesar bola pingpong.


" Maaf ma. aku udah jaga. tapi baru aku berdiri. adik udah jatuh." Jawab Abiyan gugup.


" Benar ma. tadi Abang jaga kok. aku lihat juga, tapi adiknya aja yang nakal." Jawab Ais yang tak suka kembarannya di marahi.


Abiyan lari ke kamarnya. ia sedih, mama memarahinya. padahal ia sudah jaga dengan baik adiknya.Ais pun mengikuti abangnya yang masuk kamar.


Putri membujuk anaknya yang nangis. Dian membantu menenangkan. Dian mengambil air hangat untuk mengompres.


" Ada apa ma, kenapa Rafiq nangis.?" Tanya Lutfi yang baru pulang kerja.


" Rafiq jatuh dari kursi kak." Jawab Putri yang masih membujuk anaknya. Lutfi pun mengambil Rafiq dari gendongan istrinya.


" Sini sama papa ya nak. apa yang sakit..?" Tanya Lutfi pada anaknya.


Lutfi melihat ada benjolan di kening anaknya. " Oh. sakit ya sayang.. ntar lagi sembuh. yuk mimik dulu sama mama di kamar ya." Bujuk Lutfi. ia pun mengajak istrinya ke kamar.


Setelah Rafiq tenang dan tertidur. Dengan hati-hati Lutfi menanyakan pada istrinya apa yang terjadi


" Sebenarnya apa yang terjadi.?" Tanya Lutfi hati-hati.


" Tadi aku mau buat susu. dan aku titipkan pada Abiyan agar lihatin adiknya sebentar. baru aja di tinggal, tapi Rafiq sudah jatuh. Tolong lihat Abiyan ya kak. tadi sempat aku bentak." Ucap Putri sedih.


" Oh. istirahat lah. masalah Abiyan biar kakak yang urus." Ucap Lutfi. ia tahu, Putri tidak sengaja melakukannya. mungkin karena cemas hingga tak sengaja membentak Abiyan.


Lutfi menemui si kembar di kamar. Ia melihat Abiyan yang termenung di temani adiknya Ais.

__ADS_1


" Hallo. assalamualaikum kembar papa. ada apa nih. kok sedih?" Tanya Lutfi yang pura-pura tidak tahu.


" Waalaikumsalam pa." Jawab si kembar serentak


" Tadi adik Rafiq jatuh sendiri. tapi mama marahin Abang." Adi Ais pada papanya


Lutfi pun mendekati si kembar dan memeluknya.' Mama nggak sengaja marah. Mungkin karena cemas jadi nada mama agak tinggi. maafin mama ya nak." Bujuk Lutfi pada anaknya.


" Sekarang minta maaf sama mama. nggak baik ngambek, tuh nama ya marah sama mama. mau jadi anak durhaka.?" Tanya Lutfi lembut.


' Nggak mau pa.' Abiyan pun melepaskan pelukannya. ia turun dari kasur, dan keluar kamar yang di juga diikutin Ais dan papanya.


Saat sampai di kamar orang tuanya. Abiyan mengambil tangan mamanya yang sedang tidur.


" Maafin Abiyan ya ma." Ucapnya lirih takut adiknya bangun.


Putri yang belum benar-benar tidur. ia menoleh pada anaknya." Sebenarnya mama yang harusnya minta maaf. Maafin mama ya nak. Tak sengaja mama tadi marahin Abang." Lirih Putri.


Abiyan tersenyum. ia mencium tangan mamanya.He..he. iya ma." Putri memeluk anaknya.


Lutfi merasa bahagia, karena anaknya tumbuh baik dengan perilaku yang baik dan santun.


Ia berjanji akan mendidik anak-anaknya dengan baik. agar menjadi anak yang berakhlak.


*****


Hari ini. hari libur, Lutfi mengajak keluarganya ke taman. Karena semenjak Rafiq lahir. ia tidak pernah mengajak si kembar lagi main keluar.


" Hore...Abang. udah lama ya kita nggak ke sini. dulu waktu sama kak Hani dan bunda k sini ya." Ucap Ais antusias.


" Iya. kita PC yuk sama mbak Hani." Ucap Abiyan yang meminta handphone mamanya.


' Ma. boleh kami telpon mbak Hani.?" Tanya Ais setelah dekat dengan mamanya.


Dian membawa makanan. mereka duduk di tikar yang mereka bawa. ia telah menelpon Vanessa agar ikut ke taman.


" Boleh sayang. " Ucap Putri dan membuka handphone nya menelpon saudaranya Sonya.


" Halo Assalamualaikum mbak. Apa kabar. Ini anak anak-anak mau bicara dengan mbak Hani nya." Ucap Putri.


Belum lagi Sonya menjawab. Rafiq menangis minta handphone yang di pegang Putri. tentu saja Ais kesal.

__ADS_1


" Adik. kami mau bicara sama mbak Hani." Kesal Ais. karena handphone sudah di rebut Rafiq. dan di peluknya kuat.


Lutfi nggak tahan melihat tingkah anaknya. sambil tertawa ia menelpon Sonya." Mbak matikan aja ya. biar papanya telpon ke mbak." Ucap Putri tanpa melihat. karena handphone masih di peluk Rafiq.


Panggilan pun terhubung. Terlihat di sana wajah Hani yang baru bangun tidur siang.


" Hai mbak Hani.." Ucap Ais. karena Lutfi telah memberikan handphonenya pada Ais.


' Hai juga adik. kalian dimana.?" Tanya Hani yang melihat banyak orang di belakang Ais.


" Oh. kamu di taman mbak. Kapan mbak ke sini. biar kita bisa main bersama di taman." Ajak Ais pada mbaknya.


" Oh. mbak tanya bunda dulu ya." Ucap Hani senang.


Mereka asyik ngobrol. sedangkan Abiyan bermain seluncuran,di sana ada seusianya. Lutfi tidak ingin terjadi apa-apa pada anaknya. ia pun berdiri mendekati Abiyan.


Tapi baru saja Lutfi berjalan. Rafiq menangis minta ikut." Pa.....u....u..u.." Tangis Rafiq manja.


" Eh. anak papa ngapain nangis.?" Tanya Lutfi yang akhirnya menggendongnya.


Lutfi pun mendekati Abiyan yang asik bermain. Namun kembali Rafiq nangis. ia melihat Abiyan main bersama dan tertawa dengan anak sebayanya.


" Ada apa nak.?" Tanya Lutfi heran.


Rafiq menunjuk Abiyan yang tidak memperdulikannya.


Lutfi mengerutkan keningnya. ia tidak paham awalnya. karena Rafiq terus mwmenangis menunjuk abangnya.


Kemudian Lutfi membawa Rafiq mendekati Abiyan. Rafiq langsung memeluk abangnya . Baru Lutfi sadar, kalau ia melarang abangnya main dengan orang lain.


' Abang main seluncuran dengan temannya. adik masih kecil, jadi belum bisa." Ucap Lutfi membujuk.


Datang seorang laki-laki yang mendekatinya." Ada apa Pak.?" Tanya laki-laki tersebut ramah.


" Oh. ini anak saya mau main sama abangnya." Ucap Lutfi tidak enak.


" Oh. jadi Abiyan anak Bapak. Oh saya Angga papanya Rama. mereka teman sama SD Pak. makanya akrab, kebetulan saya ketua komite di sekolah mereka jadi sering datang ke sekolah." Ucap Angga.


Lutfi terkejut, ia malu. Karena sibuk ia tidak tahu tentang anaknya." Oh maaf, saya memang belum pernah ke sekolah secara langsung. Jadi belum kenal temannya." Ucapnya sungkan.


" Ah. nggak apa pak. Kapan-kapan kami akan undang orang tua semua. kebetulan ada acara di sekolah." Ucap Angga sopan.

__ADS_1


" Oh. begitu. saya tunggu undangannya." Ucap Lutfi ramah.


Mereka pun akhirnya ngobrol panjang lebar. sedangkan Abiyan memeluk Rafiq dan Rama duduk di ayunan.


__ADS_2