Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Perselisihan


__ADS_3

Lutfi dan Putri kembali pulang setelah negosiasi dengan pemilik rumah, dan rumah resmi di ambilnya.


Putri diam saja, tidak ada kegembiraan di wajahnya. Lutfi berusaha mengambil tangan istrinya yang berada disebelahnya. Namun Putri menghindarinya. pura-pura garuk kepalanya.


"Sayang masih marah ya. itu cuman masa lalu. dan mas tidak pernah menerimanya. buat apa di ungkit-ungkit." Ucap Lutfi menjelaskan.


Putri melototkan matanya. matanya memberikan kode ada sopir, ada orang lain yang mendengar pertengkaran mereka. Lutfi akan berbicara lagi. namun dengan cepat Putri meletakkan telunjuknya di bibir suaminya.


Lutfi mengambil kesempatan. ia masukan jari istrinya ke mulutnya. membuat Putri kesal ulah suaminya.


"Dasar... mesum." Lirih Putri takut di dengar sopir mereka.


Lutfi terkekeh melihat kekesalan istrinya akibat ulahnya sendiri. Ia duduk tersenyum -senyum melihat istrinya yang mesuh- mesuh-.


mereka pun sampai di rumah mereka, karena mereka kembali ke rumah mereka. sebab anak-anak sudah di rumah.


Saat terdengar suara mobil. mereka berhamburan keluar menyambut kedatangan orang tua mereka. Ketiganya berwajah ceria, Putri merasa heran. sikap anak-anak seolah seperti dayang- dayang menyambut kedatangan tuan putri dan raja.


"Ini ada apa ? kenapa sikap kalian bagai dayang-dayang begini.?" Tanya Putri pada Rafiq yang duduk manis di kursi.


"Nggak tau ma. tanya aja sama mbak dan mas!" Jawab Rafiq santai. ia menonton siaran kesukaannya.


Putri pun pindah duduk di samping si kembar yang duduk sambil main hp setelah nyambut mereka berdua. seolah tidak terjadi apapun.


"Hai mbak. mama mau nanya?" Putri mendekati anak gadisnya.


"Nanya apa ma.?" Ucap Ais duduk menghadap mamanya.


Putri pun memperhatikan anak gadisnya. tak terasa waktu berlalu


Kamu juga harus selalu mengingat bahwa waktu yang telah berjalan tidak dapat diulang lagi. Waktu akan terus beranjak dan bergerak, tidak menunggu siapa pun, apakah kamu siap memanfaatkannya dengan baik atau tidak.


Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari karena ketika kamu menengok ke belakang, kamu melihat banyak waktu yang terbuang secara percuma.

__ADS_1


Ada banyak kata bijak dari ahli. mengatakan, waktu yang berlalu, yang bisa kamu baca dan menjadi bahan perenungan. 


Waktu itu gratis, tapi tak ternilai harganya. Kamu tidak dapat memilikinya, tetapi kamu dapat menggunakannya. Kamu tidak dapat menyimpannya, tetapi kamu dapat menghabiskannya. Sekali kamu kehilangannya, kamu tidak akan pernah bisa mendapatkannya kembali.


Jadi Putri tersenyum memandang anaknya yang sebentar lagi akan menempuh Yanga namanya Kuliah.


"Ada yang kalian sembunyikan dari mama atau papa.?" Tanya Putri langsung.


Ais pun memandang mamanya lekat. ma. aku tahun ini tamat. dan aku mau kuliah di tempat aku lahir dulu. Dan papa mengizinkan, bagaimana dengan mama.?" Tanya Ais memelas.


Putri memandang kedua anaknya bergantian. "Apakah mas juga Kuliah di Jerman?" Tanya Putri pada anak laki-lakinya.


"HM. kami menunggu persetujuan mama saja lagi. jika mama mengizinkan. lagian rumah kita di sana masih ada, dan masih bisa kita pakai." Jawab Abiyan tenang.


Lutfi datang dengan bantuan tingkat dan di bantu Abiyan duduk di samping mamanya.


"Sayang. mereka sudah besar, biarkan mereka yang menentukan cita-citanya. kita hanya perlu memberikan dukungan." Nasehat Lutfi yang menyadari kalau istrinya masih saja kesal padanya.


"Mas. entahlah mas. sepertinya banyak yang tidak aku tahu. aku mandi dulu." Putri pun meninggalkan anak dan suaminya


Sekarang baru terasa, saat anaknya meminta untuk kuliah jauh darinya. terasa sangat berat, kemaren masih terasa baginya. anaknya masih di gendong, tapi tak lama lagi anaknya akan pergi meninggalkannya untuk menuntut ilmu. cepatnya waktu berlalu.


Lutfi yang melihat kesedihan istrinya. memberikan nasehat pada anaknya." Kalian tenang dulu ya. kan masih ada beberapa bulan lagi. Mama butuh waktu untuk menyesuaikan diri. itu wajar bagi seorang ibu." Keduanya pun mengangguk mengerti.


Rafiq yang tadinya hanya diam ikut berbicara." Pa. jadi rencananya ambil rumah di dekat Galuh.?" Tanya Rafiq pada papanya. yang mengingat saat mereka pulang dari rumah sakit.


"Iya. tadi papa sama mama sudah bertemu dengan orangnya. tinggal urus surat-suratnya. dan sedikit renovasi. jadi kita pindah." Jawab Lutfi.


"Apa.? Jadi papa sama mama mau ngambil ruamh dekat bunda. terus rumah ini gimana pa.?" Tanya Ais penasaran yang tidak tahu tentang pembelian rumah tersebut.


"Iya nak. kalau rumah ini, kan dekat kafe. Mama rencana minta Kenan tinggal di sini. biar tidak kosong. sebab, sekali-kali mungkin kita tidur di sini kalau kangen. atau keadaan terdeaak." Jawab Lutfi.


"Oh. bagus juga pa. tapi kamar kita jangan sampai ada yang ngisi pa. banyak barang ku." Jawab Abiyan yang tidak mau miliknya di pakai orang lain.

__ADS_1


"Nggak. kamar tamu kan ada untuk kenan. Kalau dia tidur di paviliun sama bibi. tentu saja nggak di huni juga rumah ini.masalah kamar kalian di kunci saja. mungkin sekali pas bersihkan saja di buka oleh bibi, saat kami di rumah ini.." Ucap Lutfi menjelaskan.


"Oh. baguslah pa.Aku mungkin sering tinggal di sini pa. kalau Galuh jadi ambil SMP di tempat ku pa." Jawab Rafiq mengingatkan.


"Terserah kalian lah. yang penting jaga diri. ingat! seringlah berkunjung ke kafe dan kalian berdua sering lah hubungi mama. kalau benar mbak dan mas jadi kuliah di Jerman. tentu mama sangat kesepian." Nasehat Lutfi pada anaknya.


"Ya pa." Jawab ketiganya serentak. mereka bertiga sayang sama mamanya. namun bagaimana mereka punya kehidupan masing-masing yang harus mereka capai.


" Pa. kenapa papa mama mau ngambil rumah dekat bunda.?" Tanya Ais penasaran.


"Oh. rumahnya bagus. selain untuk investasi buat kalian nanti. juga kan biar mama nggak kesepian. karena ada bunda.dekat pula dari rumah nenek dan Oma." Terang Lutfi dan di anggukan ketiga anaknya


"Benar saja. rumah tempat mereka tinggal sekarang. cukup jauh dari bunda.nenek dan Oma, tapi dekat dengan kafe dan kantor papanya. mereka pun masuk kamar masing-masing setelah percakapan panjang tersebut. Karena hari sudah sore dan butuh mandi.


****


Saat makan malam, Putri masih saja cuek pada suami dan anaknya. Namun Putri masih menyediakan makan mereka dan makan bersama.


"Ma. aku mau sambalnya. " Ucap Ais yang suka pedas.


"Mbak. biasakan jangan makan terlalu pedas. di negeri orang tidak makan pedas seperti ini, apa mbak bisa." Celetuk Putri jengkel.


Lutfi yang duduk dekat Ais, menggosok punggung anaknya. agar sabar. Ais pun nggak jadi mengambil sambal kesukaannya.


Suasana ruang makan saat ini agak serem. walau Lutfi berusaha mencairkan suasana, namun anak-anak pun tidak berani lagi menjawab godaan papanya. mereka akhir makan dalam keadaan diam hanya suara dentingan sendok yang terdengar.


Rafiq. kembali duduk di dekan televisi menonton acara kesukaannya. kebetulan ada swoak bola. Abiyan dan Lutfi pun duduk bersama. mereka menyaksikan boa yang kebetulan Indonesia dengan Inggris.


******


Jadwal Siaran Langsung Sepakbola TV Indonesia Hari Ini - Nonton Bola Live Malam Ini (Liga Inggris, Liga Champions, Liga Italia, Liga 1, Liga Saudi, MLS & Lainnya)


#selamat menonton. jangan lupa like dan komentarnya ya tentang novel ini.. Agar athor semangat lagi.#

__ADS_1


"


__ADS_2