Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Alergi Kacang


__ADS_3

Dunia ini ibarat roda berputar terus.. Tanpa henti.Kadangkala, hidupmu akan di atas yang artinya serba berkecukupan, namun ada kalanya hidupmu berada di bawah yang artinya serba kekurangan.


Sering kali seseorang merasa putus asa. Terutama ketika ia merasa tak kunjung mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Sebagai manusia, perasaan sedih saat menghadapi kondisi susah tentu sangat wajar.


Saat kita berada di posisi atas, kita memang bisa melakukan apa saja sesuka hati. Tapi kita harus ingat, di lain waktu bisa jadi kita berada di bawah. Posisi bawah itu pasti tidak enak, apalagi untuk orang-orang sombong. Itulah sebabnya, kita harus selalu berbuat baik agar posisi kita selalu baik di dunia


Kehidupan Sonya dan Putri makin hari makin baik. hidup dengan keluarga yang selalu menyayangi dan mencintainya.


Sekecil Galug sudah Lima tahun, ia masuk TK di sebuah TK yang lumayan mahal. Karena Aryo mau anaknya mendapatkan pendidikan yang menyenangkan dan terjamin ke amanannya.


Galuh tidak mau di antar, ia selalu pergi dan pulang dengan mobil Sekolah yang di sediakan.


Entah kenapa. hari itu.. mobil yang di tompangi Galuh bannya kempes. Tentu semua penumpang di minta turun dulu oleh sang sopir.


Siswa yang biasanya di bantu seorang guru piket selain sopir dan kneknya. Terpaksa. membawanya di sebuah warung yang kebetulan dekat mobil sekolah mogok.


Galuh melihat kue yang ada di warung tersebut. ia hendak jajan, namun tidak punya uang. Karena Aryo dan Sonya tidak memberikan uang jajan. Karena telah tersedia dalam tasnya.


"Bu Guru. aku mau kue itu, sepertinya enak.!" Kata Galuh pada sang guru yang juga duduk bersamanya.


"Oh. Galuh mau jajan apa. biar buk guru yang bayar.' Ucap Bu Guru merasa kasihan pada anak didiknya.Galuh hanya tiga orang lagi yang tinggal di antar Bu guru ke rumahnya.


"Apa boleh Bu..." Ucap Galuh malu.


"Boleh. ambil tiga ya, kasih temannya satu-satu." Ucap Bu Guru tersenyum.


Penjaga warung pun membantu mengambilkan kue yang di minta anak yang ada di depannya, dan di bagi satu-satu.


Galuh asyik makan. namun belum habis kue yang di makannya, Galuh berteriak kegatalan. Badanya merah semuanya. Bu guru dan ibu yang punya warung sangat kaget


"A,..., a.. sa...kit ..Bu..." Ucap Galuh terbata-bata menahan sakit.


Bu guru sangat panik. " Aduh bagaimana ini. Handphone ku ketinggalan lagi di sekolah." Ucap Bu guru panik.


Karena mendengar teriakan seseorang. pak sopir dan kneknya yang sedang mengganti ban pun akhirnya mendekat.


Ada apa Bu.?" Tanya sopir melihat kondisi Galuh terus teriak. mukanya badannya makin merah bahkan sudah bengkak.

__ADS_1


"Wah ini namanya alergi u. apa nak Galuh makan sesuatu?" Tanya sopir yang telah tahu dengan kondisi anak yang biasa di jemput dan di antarnya. Karena Sonya pernah memberitahu, kalau galih alergi kacang.


Bu guru. melihat bungkusan kue yang di makan Galuh. benar. ada kacangnya. Ia mengangguk.


"Aduh. ibu bisa berbahaya buk. kita harus telepon keluarganya. dan sekarang kita bawa beliau kerumah sakit." Ucap Pak sopir memberitahukan.


"Handphone ku ketinggalan pak. bisa bantu saya telpon buk Kepsek." Ucap guru tersebut. dan naik ke Taxi yang di berhentikan oleh kenek mereka.


Karena ban mobil sekolah belum selesai di ganti Jadi dua anak lain di tinggal dengan knek dan sopir.


"Jangan lupa antar kedua anak ini ya. dan bilang pada mereka kejadiannya, agar tidak salah paham." Pesan Bu guru saat berangkat.


Sonya yang baru dapat panggilan dari pihak sekolah. karena dia dapat kabar dari ART nya. kalau Galuh belum sampai rumah.


"Sekarang anak saya dimana buk.?" Tanya Sonya panik. ia pun menghubungi suaminya setelah mendapatkan info dari buk guru.


"Assalamualaikum mas. Galuh mas" Ucap Sonya sambil menangis.


"Waalaikumsalam. kenapa Galuh sayang. apa yang terjadi dengan anak kita.?" Tanya Aryo yang sangat khawatir.


"Tunggu aku. aku takut kamu kenapa-napa karena kalut.5 menit lagi sampai." Aryo memotong pertanyaan istrinya. Ia tahu istrinya pasti sangat tidak tenang. Dan kebetulan ia selesai meeting dengan klien dekat Butik istrinya.


Sonya tidak lagi bicara. ia pun mengambil tasnya dan berpesan pada pegawainya. Dan keluar menunggu suaminya di depan, tak lama Aryo datang. Mereka ke rumah sakit tempat di mana anaknya di larikan.


"Moga Galuh nggak apa-apa ya mas. aku takut sekali.." Ucap Sonya saat sudah dalam mobil.


"Amin..moga sayang, Galuh anak yang kuat. pasti ia bisa melewati masa kritisnya." Ucap Aryo menguatkan istrinya. Padahal di asenjdiri sangat panik, namun ia tidak mau menampakkan pada istrinya.


Sampai di rumah sakit. keduanya buru-buru ke ruang UGD. Di depan sana. ada seorang Bu guru yang gelisah jalan mondar-mandir.


"Oh. Bapak dan Ibu sudah datang. Maaf ketelodaran kami." Ucap Bu Guru. namun Aryo meletakkan jarinya ke bibirnya. ia belum mau mendengar hal lain. yang ia inginkan saat ini anaknya


Tak lama. keluar dokter dari ruangan tersebut. "Aryo. kamu ada perlu apa ke sini.?" Tanya dokter tersebut.


"Hadi. Aku cari anak ku. yang berpakai seragam TK. ia kena alergi kacang." Jawab Aryo yang melihat ternyata dokter yang di depannya adalah temannya


"Oh. jadi anak yang di antar Bu guru ini anak mu.? Kondisinya sudah baik. sekarang kamu boleh melihatnya." Ucap Hadi tersenyum.

__ADS_1


"Oh. makasih." Jawab Aryo. Ia pun masuk, Sonya menunggu di luar, karena harus gantian dulu.


Wajah Sonya tidak selain tadi lagi. Bu guru mendekati Sonya yang duduk di bangku pengunjung.


"Maaf buk. tadi mobil sekolah bocor ban. dan kebetulan dekat kedai. karena cuaca panas, saya memutuskan untuk mampir di kedai tersebut. Karena hanya itu tempat yang teduh." Ucap Bu Guru menjelaskan.


"Lalu. kenapa nggak di hubungi pihak keluarga masing-masing..?" Tanya Sonya penasaran.


"Kebetulan handphone saya ketinggalan. dan saya tidak memikirkan kemungkinan buruknya. saat di kedai tersebut, Galuh meminta sebuah kue. Tapi ia bilang nggak punya uang. makanya saya tawarkan. Dan saya tidak baca kalau kuenya ada unsur kacang. baru di makan sedikit. ia berteriak, bilang panas. mukanya langsung berubah merah. untuk itu saya minta pak sopir menghubungi kepala sekolah. dan saya bawa Galuh dengan Taxi. Karena Ban mobil belum selesai di ganti." Bu Guru menjelaskan kronologinya.


Sonya menarik nafas dalam. mau gimana.. baginya,anaknya selamat dan tidak terjadi hal buruk lagi


Aryo keluar dan bergantian dengan Sonya melihat anak mereka. "Sekarang tengoklah anak kita. ia sedang tertidur." Ucap Aryo menggosok punggung istrinya. Dan Sonya pun melihat anaknya.


Di saat itu. semua keluarga datang bersamaan. "Ar. Gimana cucu mama.?" Tanya Nadin pada anaknya dengan wajah cemas.


"Alhamdulillah. sudah membaik ma. sekarang ia tertidur. Sonya di dalam menemani ma." Jawab Aryo memeluk mamanya.


"Jadi Galuh nggak apa-apa Kan mas. nggak parah kan.?" Tanya Putri yang cukup panik mendengar kabar tersebut dari mertua kakaknya.


"Sudah baikan. untung Bu gurunya cepat bawa ke sini." Ucap Aryo. yang dapat kabar dapat kabar dari temannya.


"Oh. makasih Bu guru. maaf. kalau anak kami merepotkan." Ucap Nadin pada Bu guru.


"Nggak usah bilang makasih buk. bahkan saya merasa bersalah. tidak tahu kondisi anak didik saya." Jawab Bu guru merasa bersalah.


"Namanya aja musibah buk. ya udah. Bu guru silahkan pulang saja, biar kami yang gantian menjaga Galuh. sekali terimakasih." Ucap Aryo dan menyerahkan beberapa lembar uang merah pada Bu guru.


"Maaf ini apa ya pak.?" Tanya Bu guru menolaknya.


"Ongkos Bu guru ke sekolah. atau pulang." Jawab Aryo yang tidak melihat Bu guru bawa tas.


"Nggak usah pak. saya ada. kalau saya permisi." Ucap Bu guru yang tidak mau menerimanya. Namun Aryo memesankan Bu guru grab.


"Kalau buk guru tidak mau terima. Bu guru naik dengan vreb yang sudah saya pesankan. Dan telah saya bayarkan.silahkan Bu guru." Ucap Aryo .


Bu guru tidak menolaknya. ia pun kembali ke sekolah dengan grab yang di pesan Aryo.

__ADS_1


__ADS_2