Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Galuh bikin baper


__ADS_3

akhirnya mereka pun pergi ke sekolah Galuh untuk menghadiri acara yang dibuat pihak sekolah. Galuh senang karena kedua orangtuanya bisa datang ke acaranya.


Galuh ingin menampilkan bakatnya untuk acara ini. jadi pihak sekolah memberikan kesempatan pada siswa yang ingin menampilkan bakatnya.


"Pa. bunda. aku ke sana dulu ya. nanti aku ke sini lagi" Ucap Galuh santai.


Aryo dan Sonya mengangguk. tidak mungkin anaknya hilang di sini.kan sekolah anaknya sendiri. Jadi mereka berdua menikmati penampilan siswa. ada yang lucu, terharu, bahagia. semuanya kocak dan lengkap.


Saat MC salah seorang guru memanggil nama anaknya. Sonya dan Aryo terkejut, saking penasarannya mereka berdua berdiri tak sabar menyaksikan penampilan anaknya.


Galuh pun tampil ke depan


ia memakai jas. tentu saja Aryo dan Sonya bingung, sebab mereka tadi tidak memakai jas. malah di minta memakai kemeja putih.


"Wah anak ku sayang. tampan sekali seperti papanya." Ucap Aryo dengan bangganya.


"Iya ya mas. tapi kita lihat dulu mau dia mas." Ucap Sonya duduk. karena nggak enak orang di bahkan mereka mengeluh.


Galuh berdiri dengan tenang. Tuxedo yang ia pakai sangat membuat orang tua dan siswa lain kagum. walau Galuh baru kelas enam SD. tapi perawakannya sangat wibawa.


"Baiklah. saya akan menampilkan sebuah puisi yang saya ambil dari online. dan saya tambahkan hasil karya sendiri. Ini khusus buat papa dan Bunda." Ucap Galuh melihat kedua orangtuanya setelah mengucapkan salam.


Tentu saja Aryo makin bangga dengan anaknya. tidak sia-sia ia menerjang badai semalam sampai menjelang subuh.


Galuh pun maju ke depan lagi.


"Ibu… Ayah… Terima kasih kalian telah mendidik dan mengajarkanku.


Terimakasih telah menjadi orang tua ku. walau aku belum bisa menjadi anakmu yang baik.


Terimakasih sudah melahirkan ku ke dunia ini. hingga aku berada di sini saat ini.


Terimakasih mau mengajari ku apa itu dunia. hingga aku bisa menikmatinya.


Tidak mungkin bagiku untuk membalas jasa mu yang sangat banyak.


Tapi aku janji akan selalu mejadi yang terbaik Bagimu

__ADS_1


Dari sekarang sampai selamanya."


Galuh pun menyudahi dengan salam. suara tepuk tangan sangat riuh. Aryo dan Sonya sampai menitikkan air matanya karena terharu sekali.


Rasanya ingin sekali mereka memeluk anaknya saat ini. berlari ke panggung jika tidak ingat malu.


Galuh pun turun, ia tidak langsung ke tempat orang tuanya. karena ada ibu guru yang memanggilnya.


"Ada apa buk.?" Tanya Galuh setelah mendekati. Yang ternyata kepala sekolah.


"Oh. kamu di sini dulu. nanti susah cari. Kumpul dengan teman yang ada di dalam." Ucap Kepsek pada Galuh.


"Oh. baik buk." Ucap Galuh sopan.


Sementara Aryo dan Sonya sudah celingak celinguk mencari anaknya,namun belum juga muncul di dekatnya.


"Kenapa anak kita belum ke sini ya mas.?" Tanya Sonya cukup gelisah.


Orang tua siswa lain yang ada di sebelah mereka mendengarkan. " Oh mungkin anak bapak ibuk juga dapat nilai terbaik juga berarti. seperti anak saya. jadi mereka di kumpulkan sebelum tampil." Jawab ibu tersebut.


"He.. he.. saya kan setiap hari jemput anak, dan saya selalu nungguin mereka saat latihan." Jawab ibu yang bernama Susi tersebut.


"Oh gitu ya mbak. Terimakasih sudah memberitahu kami." Jawab Sonya makin malu dan sungkan.


Aryo yang mendengar pun, merasa bersalah tidak tahu perkembangan anaknya. bahkan tidak ada bertanya pada gurunya. semuanya ia serahkan kada istrinya yang juga punya kesibukan di butik. Sungguh mereka bukan orang tua yang baik.


Buk Susi pun tersenyum. ia sudah tahu masalah tersebut, karena ia pernah nanya pada Galuh. kenapa mama atau papanya tidak bisa jemput, bahkan hanya naik mobil sekolah.


"Saya maklum buk. karena Galuh pernah cerita, katanya ia tidak mau orang tuanya datang karena ia yang minta. malu katanya." Jawab buk Susi. namun jawaban buk Susi membuat keduanya tertohok.


"Mas. aku jadi malu." Bisik Sonya pada suaminya yang juga di anggukan Aryo.


"Kita berjanji, setelah ini kita akan perhatian lagi sayang." Bisik balik Aryo pada istrinya.


Dan juga di anggukan Sonya.


Tak lama. MC mengumumkan bagi siswa prestasi. Setelah ada sedikit hiburan dari penyanyi orgen. yang di sewa sebagai penghibur.

__ADS_1


"Oh. ya.. kita panggil nama siswa yang berprestasi. ada tiga orang siswa terbaik dan bisa di banggakan sekolah." Ucap MC semangat.


Kemudian MC memanggil nama siswa yang urutan ke tiga dan kedua. namun belum di panggil nama Galuh,Sonya dan Galuh makin deg-degan.


Sedang anak buk Susi peringkat dua. dia sudah tersenyum dan memeluk suaminya yang duduk di sebelahnya.


"Oh. selamat ya mbak.anaknya peringkat dua." Ucap Sonya memberi salam pada buk Susi orang tua dari Salu teman wanita Galuh yang satu-satunya perempuan dapat prestasi.


"He..he makasih buk. anak ibu pasti peringkat..." Ucapan buk Susi tidak bisa lanjut. karena MC kembali menyebutkan peringkat nomor satu. tentu saja semuanya diam.


"Peringkat prestasi nomor satu adalah. Galuh Sondaryo." Ucap MC dengan suara lantang. Hingga suara tepuk tangan memecah keheningan yang cukup mencekam tadi


"Aryo dan Sonya langsung berpelukan. mendengar nama anaknya dapat peringkat satu.


"Selamat ya buk. pak. anaknya peringkat satu. Anaknya memang hebat dan ramah. saya suka melihatnya." Ucap bum susi tersenyum.


"Makasih mbak pujiannya." Ucap Sonya sopan.


MC pun meminta salah satu orang tua tampil ke depan mengambil bungkusan dan Tabanas dari pihak sponsor. Aryo diminta untuk ke depan kebetulan ketiganya para ayah yang naik panggung. Kepsek pun memberikan piagam dan juga hadiahnya. Aryo dan kedua orang tua lain sangat bangga. bukan karena hadiahnya, namun kebanggan anaknya dapat prestasi.


Karena sekolah tersebut termasuk sekolah elit, jadi tidak ada orang tua yang tidak mampu.


MC. pun meminta para orang tua memberikan sepatah kata. dan di wakilkan Aryo. karena ketiganya sepakat.


"Baiklah. saya salah satu orang tua yang mewakili mereka berdua. jadi saya ucapan terimakasih kepada ibuk kepala sekolah beserta jajarannya. Karena tanpa ibu anak kami bukanlah siapa-siapa. jadi kami sebagai orang tua, kembali lagi mengucapkan terimakasih." Ucap dan disetujui orang tua yang lainnya.


"Sebagai ucapan terimakasih kami. kami mungkin akan mengumpulkan dana digunakan untuk ruang atau apalah itu." Ucap Aryo dan juga di setujui orang tua lainnya.


Akhirnya. penggalangan dana pun di buka, yang diminta salah satu guru untuk mengumpulkannya. Namun ibuk kepswk menolaknya. Tentu saja membuat Aryo dan orang tua lain heran.


"Maaf bapak ibuk semua. kami sangat senang dengan ide bapak ibuk. namun kami takut menerima dana tersebut,nanti ada KPK yang turun memeriksa. jadi kalau memang tujuan bapak ibuk mau buatkan gedung. tolong kabulkan kan keinginan kami buat pentas. tidak seperti sekarang masih di sewa. jika permanen kan tidak lagi di sewa." Ucap buk kepsek dan di pahami semuanya


"Kalau begitu. kita tidak jadi sumbangan uang ya. jadi mateil. misalnya. semen. pasir dan lainnya. boleh kan buk.?" Tanya Aryo hati-hati.


"Oh. itu lebih bagus pak. kalau dapat sekalian pekerjaannya ya pak. Maaf ya pak buk. jika kamu terlalu Maruk." Canda buk kepsek membuat semuanya tertawa.


Acara perpisahan tersebut pun selesai dan di akhiri acara makan bersama. semuanya happy dan pulang menggandeng anak mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2