
Akhirnya Nino membawa istrinya masuk mobil dan membawanya pulang. sebab Ais diam membisu. Ada rasa kecewa dan juga takut di wajahnya. Nino dengan cepat membawa mobilnya agar cepat sampai di apartemen mereka.
Nino memegang stir mobil dengan kuat. Untung dia cepat datang, jika tidak entah apa yang akan terjadi ada istrinya. Ada rasa sesal lada dirinya.
Sampai di apartemen. Nino memeluk istrinya dan menciumnya." Sayang. maafkan kakak ya." Nino menghujani istrinya dengan ciuman karena wanitanya menangis tanpa suara. hanya air mata yang terus menetes.
"Sayang...! bicaralah. jangan buat aku takut." Lirih Nino pelan dan menatapnya.
Ais duduk. Dan Nino tersadar ia pun mengambil minuman dan di serahkan pada istrinya. " Minumlah dulu." Ucap Nino duduk di samping istrinya.
Ais pun meminum air tersebut sampai habis setengah. Ia menarik nafas dalam menggenggam tangannya sendiri. melihat reaksi tersebut. Nino berjongkok di depan istrinya dan memeluk tangan istrinya tercinta.
Akhirnya Ais pun bercerita.
flashback. On
Setelah lepas tangannya dari suaminya, Ais langsung keluar dari kampus dengan berlari kecil. hingga ia nggak sadar keluar dari kampus tanpa tujuan.
Ia terus berlari. hingga ia bertemu dengan segerombolan preman yang sedang nongkrong di tepi jalan dekat sebuah gerobak minuman.
"Halo cewek..,." Goda salah seorang preman tersebut.
Ais hanya diam saja dan terus berjalan agak cepat. tapi ternyata mereka malah mengikutinya. Ais mulai takut dan lari tapi di kejar mereka.
__ADS_1
"Kenapa lari cantik. sini dong sama kita. kita bersenang-senang dulu di sini. Ayolah.. kamu pasti suka." Ucap salah seorang mereka sambil berusaha meraih tangan Ais.
Dengan gemetar Ais menggerakkan kepalanya tanda ia tidak mau. namun ada satu preman yang akan menangkap tubuhnya tapi entah kenapa malah membuat Ais terdorong dan terduduk.
Mereka mengerumuni Ais yang jongkok. ia menutupi telinganya saat para preman tersebut bercerita fulgar pada Ais.
"Cantik. kamu pasti ketagihan deh kalau kita beri kenikmatan yang tidak bisa kamu lupakan seumur hidupmu." Salah seorang preman lagi jongkok depan Ais.
Ais menggeleng kepala tanpa mau melihat mereka. tubuhnya makin gemetar. Nah saat itulah tangannya di tarik seseorang dan ia berteriak.
Flashback Of.
Nino pun memeluk istrinya yang menangis dengan tubuh gemetar setelah bercerita. ia sangat kesal pada dirinya sendiri karena tidak menjaga istrinya.
"Maaf kan kakak yang tidak bisa menjagamu. sekarang kamu tidur ya. biar kakak temani. biar hatimu tenang." Nino mengangkat tubuh istrinya yang sudah lemas.
"Oma. maaf. hari ini aku lalali menjaga cucu kesayangan Oma. mulai hari ini aku akan hati-hati." Nino berbicara lirih seolah ia berbisik pada seseorang.
Hingga ia pun tertidur sampai siang. Ais merasakan sesak karena tidak dapat bergerak. Ais membuka matanya ternyata suaminya tertidur dan memeluk tubuhnya.
Ais berusaha melepaskan tangan suaminya yang melingkar di tubuhnya. Tapi bukannya kelas. malah makin erat. hingga ia sulit untuk bernafas.
"Kak. aku gerah nih. .. panas.." Ais berbicara agak keras supaya suaminya bangun dan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Jangan gerak-gerak sayang. nanti yang di bawah bangun. kakak jadi tersiksa." Lirih Nino yang merasakan pergerakan kaki Ais mengenai senjata perangnya yang sudah On karena ulah istrinya.
"Ih. ngapain sih kak... aku kebelet pipis nih kak. lepasin..." kesal Ais berusaha melepaskan diri.
Nino pun akhirnya melepaskan tubuh istrinya dengan cepat Ais lari dan masuk kamar mandi. Nino menarik nafas dalam setelah kepergian istrinya.
"Sampai kapan aku harus menahan derita ini. Aku sudah nggak kuat kalau begini. Apakah aku harus memintanya sekarang. karena ini benar-benar menyiksa sekali." Nino berbicara pada dirinya sendiri.
walaupun hari berkata tidak. namun tubuhnya berkata lain. sangat mendambakan tubuh istrinya yang sudah sangat membuatnya mabuk.
Ais keluar dengan muka yang sudah basah dengan sedikit rambutnya juga basah, seolah menggodanya. Melihat pemandangan tersebut. Nino mendekati istrinya.
"Sayang.. kenapa kamu makin cantik saja." Nino berbicara dengan suara yang sudah berat.
Ais kaget sikap suaminya yang tiba-tiba aneh. Nino memeluknya tapi tangannya melakukan gerakan membuat Ais merinding. ia berusaha menolaknya namun tubuhnya menerimanya dengan senang hati.
Nino pun mencium seluruh muka istrinya hingga bibir manis istrinya yang selama ini diam-diam ia cium.
Ais yang baru merasakannya secara sadar. ia pun melenguh. Nino menggila ia terus menautkan bibirnya hingga nafas keduanya tersengal.
"Bolehkan aku memintanya.?" Tanya Nino hati-hati. Karena ia tidak ingin melakukannya dengan terpaksa. Ais mengangguk pelan. karena mamanya setiap hari mengingatkan nya tentang kewajiban seorang istri termasuk di atas ranjang.
Akhirnya. malam pertama yang tertunda beberapa bulan. terlaksana dengan suka rela. Nino bahagia setelah hasratnya yang terpendam beberapa bulan ini tercapai.
__ADS_1
*****
Jangan lupa like dan komentarnya. karena komentar nya membuat athor semangat untuk menulis.