Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Tujuan


__ADS_3

kepergian sikembar cukup merubah sikap Putri yang biasanya ceria sekarang agak pendiam. dan bahkan sering melamun.


Kenan sang koki tidak berani menegurnya. Sekarang Kenan sudah tinggal di paviliun rumah lama bosnya.


Kemudian Kenan punya ide, ia membuat menu baru yang biasa di buat oleh ibunya di kampung.


Ia menyiapkan semuanya hingga masakan itu matang. gulai gurame, yang rasanya pedas asam yang dominan. sangat bagus seseorang yang galau.


Kenan menyiapkan untuk bosnya. dan mengantarkannya ke ruangan bosnya langsung.


"Bu. saya buat menu baru, dan mungkin tertarik mencobanya. jika ibu setuju, kita masukkan ke dalam menu.?" Tanya Kenan mengalihkan atensi Putri yang banyak melamun.


Mendengarkan menu baru, Putri antusias. dia menoleh pada hidangan yang baru di buat Kenan ada di depannya.


Ia mencoba sedikit rasa kuah gulai pangkek tersebut. mata Putri terpejam, ada rasa segar.asam, pedas dan asinnya. Rasanya menyatu sekali dengan santan yang kental.


Kenan yang melihat tersenyum, ternyata idenya selalu berhasil menghibur buk bosnya yang sudah di anggap kakak baginya. jiga di anggap ibu tidak cocok dengan umur sang ibuk bos.


"Gimana. buk bos.?" Tanya Kenan penasaran.


Putri tidak menjawab. ia mencoba mengambil ikan dan kuahnya ke piring yang sudah ada nasinya. lalu di makan dengan sedikit pelan


 meresap makanan yang masuk ke dalam ke kerongkongannya.


"HM. luar biasa, saya suka." Jawab Putri membuat Kenan bertepuk tangan.


Putri yang melihat ekspresi Kenan merasa heran, kenapa kamu bertepuk tangan.?" Tanya Kirana penasaran.


"Gimana tidak beri aplus buk. saya berhasil dua hal. satu berhasil buat menu baru. nah ke dua berhasil mengembalikan mut ibuk yang galau beberapa hari ini." Jawab Kenan antusias.


Putri mengangguk. ia pun menikmati makanan yang sudah ia coba, rasanya ia tidak peduli lagi dengan yang lain.Kenan yang melihatnya langsung keluar.


"Silahkan dinikmati ya buk bos." Ucap Kenan dan menutup pintu.

__ADS_1


Putri tidak menghiraukan kepergian Kenan, dia hanya fokus dengan makanan yang ada di depannya.


****


Sementara Aryo hari ini akan kembali ke Indonesia. ia akan meninggalkan anak-anak untuk menuntut ilmu. Sebelum berangkat ia mengingatkan ke tiga agar saling mendukung mengingatkan, kompak selalu.


"Ingat nasehat papa, Kalian tidak inginkan orang tua kalian jatuh sakit memikirkan ulah kalian?" Tanya Aryo menyelidik.


Ketiganya menggelengkan kepalanya serentak."Nasehat papa akan kami ingat, dan papa hati-hati juga di jalan.!" Ucap Hani memeluk papa tirinya serasa papa kandung.


Mereka pun bergantian memeluk Aryo, dan Aryo pun masuk untuk ke bandara. Dan Aryo di antar teman Lutfi yang tinggal di apartemennya dari dulu. Yang berna Mis Ana. teman sesama Dosennya.


Mis Ana hanya punya satu anak. dan masih kecil, saat mereka pindah ke rumah tersebut, mereka baru menikah dan baru punya anak lima tahun yang lalu.


Selama Hani tinggal di sana, Beliau yang membantu Hani. Namun sekarang karena mereka sudah bertiga. Mis Ana akan rencana pindah ke apartemen yang sudah ia beli beberapa bulan ini. Namun pindah karena Hani tinggal sendiri. Sekarang sudah ada sikembar yang menemani.


"Maaf Mis Ana, selama Hani di sini. apa ia ada buat masalah?" Tanya Aryo basa basi.


"Tidak. ia anak baik. ya kan Hans.?" Tanya Mis Ana pada suaminya yang membawa mobil.


Aryo tersenyum."Baguslah kalau begitu, terimakasih telah membantu kami mengawasinya." Ucap Aryo sungkan.


Hans dan Ana pun tertawa mendengar ucapan Aryo yang terlalu berlebihan."Jangan berkata begitu Tuan. Selama 6 Tahun kami tinggal di sini dengan gratis. Karena itu makanya kami bisa beli apartemen baru. uang yang harus kamu gunakan untuk sewa, kami tabung buat beli apartemen baru. Sampaikan terima kasih kami pada Tuan Lutfi dan istri, telah memberi kami tempat gratis." Jelas Ana pada Aryo.


"Ha..ha.... jangan begitu, kalian berdua malah kami repot kan, dengan kami tinggalkan anak kami tiga orang. Dan kami minta imbalannya sebagai gantinya." Canda Aryo terkekeh.


Ana pun tertawa. tidak dengan Hans yang tidak mengerti maksud Aryo."Maksudnya.?" Tanya Hans bingung.


Ani pun menjelaskan pada suaminya, kalau itu candaan."Kita punya PR Hans. anggaplah bodyguard." Ledek Ana balik dan terkekeh. Aryo pun tertawa, Hans pun paham maksud keduanya.


Aryo pun berpisah setelah sampai bandara." Terimakasih sudah antar saya ke sini. Titip anak-anak ya Mis Ana dan Tuan Hans." Ucap Aryo tersenyum dan melambaikan tangan perpisahan.


****

__ADS_1


Ais dan Hani tidur sekamar, sedangkan Abiyan di kamar sendiri. Mereka tetap mengosongkan kamar orang tua mereka yang selama ini tidak di tempati hanya di bersihkan mis Ana dan kembali di tutup, selama mereka tinggal di sina.


"Mbak. aku kok dah Dig duh ya.." Ucap Ais saat paginya akan masuk hari pertama kuliah.


Hani terkekeh melihat adik kembarnya yang grogi. " Itu biasa dek. mbak awalnya juga gitu." Jawab Hani memberi semangat.


"Santai aja dek. kan ada Abang. nanti kalau ada yang ganggu bilang aja sama Abang." Ucap Abiyan menjadi tameng adiknya.


"Ha.ha.. ya sudah kita berangkat lagi, nanti telat." Ajak Hani pada adik kembarnya.


Mereka pun berangkat bertiga. sampai di Lift bertemu Mis Ana yang akan berangkat ke kampus juga. Biasanya Hani ikut Mis Ana kalau kuliah. namun sekarang mereka sudah bertiga. Namun siapa sangka, hari pertama kuliah tetapi ketemu juga.


"Salam pagi mis." Ucap Ketiganya serentak.


Mis Ana pun tersenyum melihat ketiganya lalu mengajak berangkat bersama ke kampus.


Selama dalam berjalan ke kampus, ketiganya jadi pusat perhatian. Karena berjalan bersama.


"Good morning Mis Ana.!" Sapa mahasiswa yang di lewati mereka.


"Morning." Senyum Mis Ana pada mahasiswa nya. Dan berjalan menuju ruangan dosen. Hani pun masuk ke kelasnya. sedangkan di kembar sebagai mahasiswa baru berdiri di lapangan. Karena belum ada kelas bagi mereka untuk awal kuliah.


Abiyan masuk kebarisan cowok begitu juga Ais. Ais masih malu-malu jalan agak menunduk hingga ia menabrak panitia Ospek.


Ais terkejut dan menatap orang yang di tabrak nya. dan minta maaf.


"Sorry I didn't mean to.?" Ucapnya gugup.


Ternyata yang ditabrak Ais adalah ketua Senat.Matanya merah karena kesal.


"If you go that way, don't look down.( Kalau jalan itu jangan menunduk) Ucap Ketua Ospek yang bernama Nino.


"Sorry Older brother ( Maaf Tuan.) Ucap Ais masih gugup.

__ADS_1


Namun Nino hanya mengerut keningnya. Ia masih berdiri tak bergeming menatap Ais yang salah tingkah.


"What's your name. and now come with mei.(Siapa nama kamu. dan sekarang ikut dengan ku)." Perintah Nino lada gadis tersebut.


__ADS_2