
Aryo terdiam setelah pembicaraannya tadi.ia masih berpikir. ( Semuanya sudah setuju. tapi sangat susah ya mendapatkannya). Pikir Aryo dalam hatinya.
"Pak. apakah kita langsung ke hotel. atau langsung ke kantor.?" Tanya Asistennya.
"Langsung ke kantor dulu. aku mau cepat selesai. biar cepat kembali lagi ke Jakarta." Jawab Aryo.
Asistennya yang bernama Juna tersebut tersenyum. bosnya sedang galau. karena belum dapat jawaban dari pujaan hati. Yah. mereka sahabat SMP sampai SMA. Makanya ia dekat dan tahu seluk beluk hidup bosnya.
"Sepertinya bos. telah jatuh cinta lagi." Ucap Juna tersenyum melihat dari kaca spionnya.
"Menurutmu.?" Tanya Aryo pada asistennya.
"Bagus lah Pak Bos. pak Bos masih muda. masih pantas kok untuk jatuh cinta lagi." Jawab Juna yang mengetahui kehidupan Bosnya.
"Oh... " Jawab Aryo singkat.
Mereka pun akhirnya langsung ke kantor. Dan ia pun sampai di kantor cabangnya. ia seorang pengacara sukses.
Yang menyelesaikan perceraian Sonya dia. makanya ia tahu tentang Sonya. karena Lutfi memintanya untuk menyelesaikan kasus perceraian Sonya dengan Arjuna. dan selesai begitu cepat.
Semenjak ia mengambil kasus Sonya tersebut ia tahu kehidupannya. Lutfi dan Putri telah menceritakan semua. Namun dari cerita tersebut ada rasa penasaran dan akhirnya jadi Cinta. yang mana dulu pernah saat ia masih SMP.
Flashback on.
"Ada gadis cantik. siapa dia Jun.? tanya Aryo pada Juna.
"Namanya Sonya. kamu suka.?" Tanya Juna menyelidik.Aryo mengangguk. saat ia perkenalan. masa Orientasi di SMP nya.
"Kalau suka. ya dekatin dong." Goda Juna yang tahu Arti tidak mampu. Karena Aryo sedikit pemalu.
"Nantiklah. ada saatnya." Jawab Aryo.
Namun setelah ia tamat SMP dan lanjut SMA yang terpisah. Aryo tak pernah mengungkap perasaannya. ia ragu jika di tolak. lagian mereka masih belum cocok untuk pacaran.
Flashback of
*****
Putri hari ini tidak Ke kafe. karena Ais demam. Jadi ia tidak mau meninggalkan anaknya. Akhirnya Abiyan pergi sekolah sendiri yang di jemput mobil sekolah.
"Ma. aku mau ke sekolah." Rengek Ais pada mamanya.
Putri membelai kepala anaknya lembut." Sayang.. kamu demam nak. makanya makan ya. biar cepat sembuh dan kembali sekolah lagi." Nasehat Putri pada anaknya.Akhirnya Ais pun mau minum obat. agar cepat sembuh.
__ADS_1
"Ma... kata mbak Hani ia akan mendapat papa baru.?" Ucap Ais dan di anggukkan Putri. Ia pun menceritakan tentang calon papanya Hani yang tak lain adalah Aryo. yang mereka kenal.
Ais tentu saja bahagia. karena ia juga suka dengan Aryo yang suka bercanda. dan yang penting tidak pelit. ia pernah di ajak bersama mbaknya ke mall.
" Aku suka ma. kalau Om Aryo jadi papanya mbak Hani." Jawab Ais senang.
Putri pun tersenyum. ia bahagia ternyata kakaknya sudah punya labuhan hati. bukan lagi lelaki yang pengecut dan bajingan seperti Arjuna.
Ia sangat kesal dan kecewa saat mendengar kakaknya yang di perlukan semaunya. bahkan sering dapat pukulan saat ia mabuk, Sonya menolaknya, saat suaminya ingin menggagahi.
Sekarang. ada hati yang benar tulus mencintai kakaknya. Putri tentu saja mendukung. Ia tidak ingin melihat kakaknya sedih.
Sementara Sonya kelabakan mendapat telpon dari Aryo. yang saat itu ia sedang sibuk menyiapkan baju pengantin pelanggannya yang baru datang.
Ia mengabaikan telponnya. Hingga panggilan ke tiga baru ia angkat." Maaf Yo. satu jam lagi aku hubungi ya. lagi ada pelanggan.' Ucap Sonya dan k mbali memutuskan handphone.
Aryo kesal. karena ia belum bicara sudah di matikan. " Belum aku bicara udah di matikan. se sibuk apa sih dia.?" Kesal Aryo bergumam.
"Apa kita langsung ke sana Pak Bos. untuk membuktikan.?" Tanah Juna menyelidik.
"Ide bagus. yuk tancap." Perintah Aryo dengan nada kesal, Juna geleng-geleng kepala dengan tingkah Bosnya Yang bucin. Karena mereka sudah kembali Ke Jakarta. dan tidak jadi seminggu. Tiga hari sudah selesai urusannya.Makanya ia tancap gas ke Jakarta.
Sampai di depan butik. ia melihat cukup rame orang. ia memberi kode pada Juna untuk turun. mareka pun turun dan masuk ke dalam butik.
pegawai Sonya menghampiri dua lelaki tampan tersebut." Ada yang bisa kami bantu Pak.?" Tanya salah satu pegawai kepercayaan Sonya yang bernama Susi.
"Oh. Carikan sepasang baju pengantin yang paling bagus ya mbak." Ucap Aryo cukup keras.
Juna menutup mulutnya menahan tawa. sedangkan Sonya masih saja sibuk. Tanpa melirik Aryo yang mondar mandir dekatnya.
"Oh. kalau pasangan. mana calonnya pak. biar langsung di coba." Ucap Susi ramah.
Aryo menatap Sonya yang masih sibuk. " Ukurannya. tuh... " Tunjuk Aryo seolah tidak tahu pemilik Butik tersebut.
Susi menatap ke mana arah tunjukan pelanggan barunya tersebut. " Apa tubuh calon bapak seperti Buk Sonya.?" Tanya Susi penasaran.
" Telat sekali mbak." Jawab Juna yang menjawab spontan.
"Kalau begitu bapak tunggu sebentar ya. silahkan duduk dulu ya pak." Ucap Susi yang sudah paham maunya pembelinya.
Aryo dan Juna pun duduk di kursi yang Tah di sediakan. Sementara Sonya sudah siap dengan urusannya.
orang yang telah ia layani tadi pun sudah pergi. Sonya m Narin nafas dalam. ia meregangkan otot-ototnya. ia mengangkat ke dua tangannya ke atas dan ke depan.
__ADS_1
Saat ia menarik kedua tangannya ke depan. ia kaget melihat Aryo yang duduk menghadapnya dengan wajah coolnya.
Dan Susi datang membawa gaun pengantin yang paling mahal di butiknya. itu siapkan saja. dan entah kenapa ia simpan saja di lemari.
Saat Susi membawanya, tentu saja Sonya heran." Mau di bawa kemana gaunnya Sus.!' Tanya Sonya pada Susi yang berjalan di depannya. dan menuju Aryo.
" Oh. maaf buk. bapak ini mau pesan baju pengantin. tapi tubuhnya sebesar ibuk." Jawab Susi agak takut.
Sonya mendekati Mereka. Aryo hanya diam saja. ia terus menatap Sonya yang tampak salah tingkah. Juna terbatuk seolah menyadarkan bosnya. Benar saja Aryo pun berpaling.
"Maaf pak. bapak langsung saja sama buk Sonya ya. karena katanya Gaun ini spesial. Jadi bapak langsung yang minta ya." Ucap Susi menghindar.
Juna yang melihat ekspresi Susi yang ketakutan. membuat Juna tertawa.
"Bah..ha..ha.. " Juna mendapat tatapan tajam dari Aryo. ia pun bangkit dan menjauh.
" Sudah lama datangnya.?" Tanya Sonya basa basi. Ia bingung. katanya Aryo seminggu di luar kota. kalau nggak salah ini baru tiga hari. Pikir Sonya bermonolog.
"Lumayan... ternyata memang sibuk ya. hingga nggak bisa untuk melihat sekejap saja." Sindir Aryo.
Sonya hanya diam.. dia tidak menanggapi ucapan Aryo. karena benar ia tidak tahu.
"Oh. ya gaunnya untuk siapa? Kalau mau pesan.. baiknya di ruanganku. ada banyak model di sana yang bagus-bagus." Sonya malangkah dan berusaha tenang.
Ia kesal. (Kemaren ia menginginkan ku. sekarang sudah kesan baju pengantin. sepertinya ingin sekali kawin secepatnya.) Ucap Sonya dalam hati. hatinya bergejolak namun ia tahan.
Arjuna mengikutinya. Sonya membawa kembali gaun yang di bawa Susi tadi. dan meletakkannya kembali ke tempat semula.
"Kenapa di simpan kembali. apa itu spesial?" Tanya Aryo menyelidik.
" Ya. ini rancangankh semenjak aku kembali ke butik ini. dan baru seminggu yang lalu siapnya. apakah kamu berikan untuk pasanganmu?" Tanya Sonya sedikit menyindir.
" Ya. tentu saja. aku mau pakaian tersebut untuk orang yang spesial. pasti ia sangat suka. sebutkan berapa harganya.?" Tanya Aryo langsung.
Sonya terdiam. Ia kembali mengambil gaun tersebut." Tapi kamu yakin akan muat dengan calon mu.?" Tanya Sonya dengan nada kecewa.
"Oh pasti. Tubuhnya sama. dan sudah pasti pas. atau kau mau mencobanya untuk ku. nanti aku akan membayarnya dengan harga lebih." Tantang Aryo.
Ia ingin melihat seperti apa respon Sonya. yang seolah menahan dirinya untuk mengakuinya.
" Oh. ah. eh.. baiklah." Jawab Sonya gugup.
Sonya pun masuk ke ruang ganti. ia meminta pegawainya membantunya. setelah selesai. ia pun meminta pegawainya kembali keluar. hanya mereka berdua di ruangan tersebut. Sonya berdiri memakai gaun tersebut.
__ADS_1
Aryo terpana. matanya tak berkedip menatap wanita yang ada di depannya. Jantungnya berdegup kencang melihat pwnpilan Sonya ya Ng cantik. apalagi dengan gaun tersebut yang pas di badannya.