Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Mengantarkan Nino ke Surabaya


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai. baru saja sampai. para karyawan Nino telah menyebutnya dengan antusias.


Bunyi terompet dominan membuat telinga cukup terganggu, mereka menyambut ke datangan bos mereka dengan berbagai macam gaya.


satu karyawan menyerahkan kalung bunga pada Nino." Selamat ya bos. moga bis makin sukses." Ucap Roger orang kepercayaan Nino yang sering memberikan Ais tips tidak bayar


Ais melongo melihat lelaki yang selalu ramah saat ia datang. seolah ia merupakan nyonya pemilik kafe tersebut.


Roger pun tersenyum pada Ais dan Hani yang berdiri di belakang Nino. " Selamat datang nona- nona cantik. kami telah menyiapkan menu spesial buat anda dan juga bis kami." Ucap Roger mempersilahkan.


Nino tersenyum melihat kebingungan Ais. ia gemes sekali. Ia pun menarik tangan Ais untuk masuk. Yang juga di ikuti Hani.


"Mbak. jadi ini kafenya Bru Nino. pantas saja kalau aku ke sini selalu gratis." Bisik Ais pada Hani saat mereka sudah duduk. sedangkan Nino menghilang entah kemana.


"Yam mbak sudah tahu dari papa Lutfi. saat mereka bicara di rumah waktu mama putri di sini." Jawab Hani tanpa dosa.


Ais mencubit kakaknya dengan kesal." Oh.. jadi mbak sudah tahu banyak dong dengan Bru Nino.?" Goda Ais yang tidak menyadari.


"Nino itu menyukai adik kecil ku ini. dan kami menyetujuinya semuanya." Jawab Hani yang membuat Ais membeku.


Dari podium kafe. Nino memberikan kata sambutan pada pengunjung ." Selamat siang semuanya. maaf ganggu waktu kalian semuanya.." Nino mengehentikan ucapannya ia melihat ke arah Ais. Ais yang di tatap merasa risih.


"Begini. di hari bahagia ku ini. aku ingin menambah kebahagiaanku. aku jatuh cinta pada seorang gadis. namun belum bisa aku ungkapkan, hari ini aku sudah berjanji akan mengungkapkannya. Ais.. mau kah jadi kekasihku. hidup denganku Selamanya.?" Tanya Nino menatap Ais.


pengunjung yang ada menyoraki agar di terima." Terima..terima..begitu juga para pegawai Nino. mereka mendekati Ais dan menarik gadis tersebut untuk naik ke podium.


Ais menoleh ke kakaknya. dan di kedipkan Hani. ia akhirnya pasrah. setelah di depan Nino. Ais makin bingung.. ia melihat sekeliling menanti jawaban.


"Maaf. aku tidak menerima mu jadi kekasihmu." Jawab Ais yang membuat semuanya terlihat kecewa. Nino pun menunduk karena malu dan juga kecewa


"Aku mau jadi istri mu. tapi tunggu aku selesai kuliah." Jawab Ais yang mendapatkan sorakan dari pengunjung.


Spontan Nino memeluknya. ia sangat bahagia di terima Ais. padahal tadinya ia sangat kecewa. Nino mencium kepala gadis yang sangat ia cintai tersebut dengan mesra.


"Terimakasih. aku akan menunggu kelulusan mu." Jawab Nino tersenyum. ia pun mencium tangan kekasihnya.


"Apa yang kalian lakukan.?" Tanya Abiyan yang tiba-tiba datang.


Ais dan Nino terkejut. sedangkan Hani diam saja. karena dia yang memberitahukan.


"Maaf Abi. aku lancang." Jawab Nino terasa kikuk.


Abiyan menarik adiknya ia kecewa tidak di beritahukan sebelumnya. kalau tidak Hani yang memberitahu. momen indah ini pasti tidak ia ketahui.

__ADS_1


"Kalian jahat ya. terutama kamu No. Kamu tahu.. dia adikku yang selalu aku jaga. dengan enaknya kamu ambil Tampa sepengetahuan ku. aku marah pada mu." Ketus Abiyan.


Nino berlutut di depan Abiyan. suasana tegang tersebut membuat semua orang bingung


"Maaf.! Jika tindakan ku salah. aku tidak minta izin pada mu. sekarang aku terima hukumannya. agar aku bisa dapat izin pada mu untuk meminta Ais jadi kekasihku." Nino memegang tangan Abiyan memohon.


"Aku tidak bisa mengizinkan.. kamu minta langsung pada orang tua kami di Indonesia." Jawab Abiyan yang di sanggupi Nino.


"Baiklah. aku ke Indonesia minta izin pada keluarga kalian." Jawab Nino mantap.


"Nah. itu baru aku suka." Abiyan menarik Nino dan memeluknya erat. Semuanya bertepuk tangan.


"Seperti drama saja." Hani bergumam sendiri melihat aksi yang ada di depan.


Mereka pun menikmati hidangan. yang hari ini di gratiskan Nino bagi pengunjung yang datang saat itu, Nino mengungkapkan rasa bahagianya. Kepada pengunjung yang datang


Mereka berempat asyik makan sambil bercanda."Setelah wisuda. kata papa kamu pindah ke Indonesia. tentu LDR dong.?" Tanya Hani yang penasaran.


"Ya begitulah. yang penting saling percaya, ya nggak sayang." Nino memegang tangan Ais yang hanya malu-malu dianggukan Ais. ia merasa malu dengan saudaranya.


"Oh. Jadi kita berdua jadi bodyguard kekasih mu dong." Jawab Abiyan ketus.


Nino terkekeh." Dari awal kalian kan memang bodyguard nya Ais. cuma sekarang tambah bodyguard nya." Kekeh Nino yang di setujui Abiyan.


"Dasar bucin." Ledek Hani. yang di sambut kekeh an Nino. Sementara Ais hanya diam menikmati makanannya. ia senang mempunyai kekasih. namun karena dia awam tentang itu, dia hanya mengikuti saja arus yang ada.


Setelah urusannya selesai. Nino akhirnya datang ke Indonesia memenuhi janjinya. Dian yang antusias menyambut kedatangan Nino menjemputnya ke bandara bersama Lutfi. Sedangkan Putri tidak bisa ikut, karena kafenya yang sedang di boking.


"Assalamualaikum Oma. Om." Ucap Nino saat pertama bertemu dengan Dian. Dan menyalaminya


"Waalaikumsalam nak.Hai kamu lebih ganteng aslinya ya." Goda Dian membuat Nino salah tingkah.


"Udah ma. kita lanjutkan di rumah ya. aku banyak kerjaan." Lutfi menengahi perbincangan tersebut.


Nino merasa merepotkan merasa tak enak." Maaf Om jika kedatangan saya membuat om terganggu." Nino merasa sungkan.


Lutfi akhirnya terdiam. dia masuk ke mobil dan Nino duduk di sebelahnya. sedangkan Dian duduk di belakang


"Di. kita langsung ke rumah mama ya. Di rumah mama kesepian. papa kan ke luar kota." Ucap Dian dan di anggukan Lutfi.


Nino yang melihat ekspresi Lutfi merasa bersalah. " nggak usah Oma. aku di hotel saja. besok aku kan mau ke Surabaya mengunjungi kampus tempat aku ngajar." Jawab Nino.


"Tidak bisa. kamu di rumah Oma saja. hanya Oma dan bibik saja di rumah. Oh ya. Lutfi. besok mama sama mertua mu janji akan mengantarkan Nino ke Surabaya. sekalian mengunjungi makan Opung mu." Dian memberikan alasan hingga Lutfi tak berkutik.

__ADS_1


"Ya ma.besok kalian naik pesawat saja ke sana. agar tidak terlalu capek." Jawab Lutfi pasrah. karena mertuanya juga ikut. itu tentu sepertinya sudah di rencanakan dengan matang oleh para nenek tersebut.


"Oh. itu sudah pasti. kita sudah pesan tiket tiket tiga. dan mungkin akan berangkat siang. kamu nanti malam jemput mertua mu ya fi." Perintah Dian yang dianggukan Lutfi.


Nino hanya jadi pendengar saja. ia tidak mau ikut campur. ( apakah aku salah waktu datangnya.?) Tanya Nino dalam hati.


"Bagaimana kondisi cucu Oma di sana.?" Tanya Dian setelah mereka sampai di rumah Dian. dan duduk santai.


"Baik Oma. mereka semua anak baik dan pintar." Puji Nino pada ketiga cucu Dian.


Dian memperhatikan Nino yang sopan. tanpa di buat-buat.


"Besok di Surabaya. kamu tinggal di rumah Opung saja ya. di sana hanya tinggal adik Oma. Dia juga punya cucu. tapi Oma kurang suka dengan pergaulannya. Kalau kamu nggak nyaman boleh tinggal di Fila Oma saja." Terang Dian yang ingat dengan cucu adiknya yang centil.


"Makasih Oma. tapi saya tidak tertarik lagi sama gadis lain Oma. hati sudah mentok pada cucu Oma yaitu Ais." Jawab Nino bercanda.


"Nah gitu dong. Oma senang dengan laki-laki yang gentel dan setia." Jawab Dian bangga.


Malamnya. Vanessa pun datang dengan sebuah koper yang di bawanya. dan di sambut antusias oleh Dian.


Mereka bercanda bertiga. sampai tengah malam. Hingga mereka memutuskan untuk istirahat karena besok mereka akan ke Surabaya mengantarkan Nino.


Sesuai dengan jadwal penerbangan. Lutfi mengantar ke tiganya ke bandara. Yang juga di antar Putri. karena kemaren ia tidak sempat menemui Nino.


****


Sorenya mereka sampai di Surabaya.Sooir pribadi Adik Dian menjemputnya ke bandara


Tak butuh lama. mereka sampai di rumah orang tua Dian yang cukup luas.


rumah yang seperti keraton dengan di kelilingi warna warni bunga. Dian menyalami adiknya dan memeluknya.


"Wah. mbak yu makin cantik saja. sudah lam mbak yu tidak pulang kampung." Ucap Dewi sang kakaknya.


"Ia nih dek. Oh ya kenalkan ini besan aku. dan ini cucu mantu ku " Ucap Dian memperkenal kan keduanya.


Nino dan Vanessa bergantian menyalami Dewi. kalau yang dilihat malah Dewi yang agak tua dari pada Dian pikir Vanessa.


Akhirnya mereka makan bersama setelah berbincang sedikit. Dewi telah mempersiapkan makanan favorit mbak yu nya. Sego Sambel dan Rawon Surabaya.


"Sudah lama aku tidak makanan favorit ku ini. rasanya sangat kangen aku bahkan sampai nambah." Celetuk Dian senang.


Mereka makan dengan bahagian. di sela canda tersebut. datanglah cucu dari Dewi yang sering datang ke sana. Itu sangat mengkhawatirkan Dian.

__ADS_1


__ADS_2