Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Karena Sayang.


__ADS_3

Semenjak itulah Noah bekerja di kafenya Putri. Ia banyak menciptakan karya masakan baru bersama Putri.


Putri pun senang dengan Noah yang selalu berusaha maju. makanya pelanggannya tidak bisa untuk makan di kafenya. Karena selalu ada makanan baru yang menggugah selera.


"Gimana ya buk. apa sudah selesai. Aku bangga deh sama ibuk, dan makin sayang sama ibuk." Jawab Noah membuat Rafiq yang mencari mamanya.


"Hai apa maksudmu?" Tanya Rafik yang mengejutkan ke duanya.


Putri dan Noah kaget mendengar pertanyaan Rafiq yang tiba-tiba muncul. Putri mendekati anaknya tersenyum.


"Ada apa nak.?" Tanya Putri mendekati anaknya.


"Itu ma. Abang tu berkata sayang pada mama. apa mama selingkuh dengan dia.?" Tunjuk Rafiq pada Noah.


Putri mengerutkan keningnya." Kamu kenapa nuduh mama selingkuh. memang kamu tadi dengar apa nak.?" Tanya Putri heran yang tidak paham. karena ia fokus dengan masakannya. dan kurang mendengar pertanyaan Noah tadi.


"Tadi kamu ngomong apa Noah.?" Tanya Putri menghadap Noah.


"Oh itu mungkin buk. saya bilang sayang sama ibuk. maaf ya dek Rafiq. berkat pertolongan mama mu. saya yang harusnya lontang Lantung dan jadi gembel di kota ini, demi mencari kerja. aku sampai dua hari tidak makan. Nah mama mu ini lah yang menolong hidupku. gimana saya nggak sayang dan bersyukur pada mamamu. bukan sayang sebagai seorang laki-laki pada perempuan, tapi sayang seorang adik pada seorang kakak yang sangat berjasa pada hidup saya. hingga saya sukses seperti ini. maaf jika kamu salah paham ya dek." Ucap Noah menjelaskan.


Putri membelai punggung anaknya." Iya nak. Uda Noah ini merantau. dia orang Minang yang merantau untuk cari pekerjaan. karena ia tidak di setujui orang tua untuk jadi koki. makanya ia di usir, kebetulan Noah hampir pingsan di depan kafe. saat kafe ini baru dua hari buka' Sambung Putri menjelaskan.


Rafiq diam. dia memperhatikan mama dan Noah bergantian, memang kalau ia lihat tidak ada di mata mereka kalau ada rasa kikuk. Seolah orang ketahuan selingkuh.


"Papa sudah tahu semuanya nak. bahkan papa yang meminta Noah untuk tinggal di sini. yang awalnya mama buat untuk gudang. namun papa bilang agar di sulap jadi kamar atau tempat tinggal karyawan yang jauh." Jelas Putri lagi.


Lutfi sampai di kafe dia langsung ke dapur mendengar percakapan anak dan istrinya.


"Benar itu sayang. papa yang minta karyawan yang jauh untuk tinggal di sini saja. biar tidak telat. kan uang kosnya bisa di tabung mereka." Ucap Lutfi pada anaknya.

__ADS_1


Setelah mendapat jawaban dari Lutfi, Rafiq baru percaya. ia takut papa mamanya bertengkar karena masalah adanya pelakor di sekitarnya. ia tidak terima jika orang tuanya berpisah karena orang lain.


"Maaf jika salah paham. Bang." Ucap Rafik yang mendekati Noah dan ingin mengalaminya.


"Ha..ha.. santai saja dek. Abang malah senang kamu perhatian. Berarti kamu sayang yah dengan buk putri. kamu beruntung punya orang tua sebaik mereka berdua. tidak seperti saya, yang telah mengusir saya demi ego mereka." Jawab Noah menunduk.


"Anggap saja kami orang tua mu. Noah." Jawab Lutfi tersenyum.


"He..he.. makasih pak. kalian orang baik dan sangat berjasa pada saya, saya akan berjanji. akan selalu berusaha yang terbaik untu kafe ini." Jawab Noah semangat.Semuanya tertawa. Mendengar jawaban Noah.


"Ini. apakah tidak di makan. nggak enak Lo kalau sudah dingin" Ucap Noah menyadari makanan yang sudah di sediakan telah siap.


"Apa kamu ikut makan sekalian Noah." Tanya Putri menggodanya.


"Ah. ibuk . lihat di sana banyak pesanan yang harus saya siapkan. silahkan di nikmati pak, dek." Ucap Noah semangat.


Akhirnya Putri membawa makanan yang telah ia buat bersama Noah. dan mereka pun makan bersama. suasana yang rame, tidak membuat mereka terganggu.


"Kenapa nak.?" Tanya Lutfi yang melihat anaknya diam saja.


"Eh pa. aku salut dengan Abang Noah. aku tidak nyangka saja. maaf ya m, tadi aku mencurigai mama." Ucap Rafiq pada mamanya.


"HM. santai saja nak. oh ya,apakah pekerjaan yang mama berikan tadi apa sudah siap.?" Tanya Putri yang teringat.


"Sudah ma. bahkan dari tadi,makanya aku ke dapur karena sudah lapar. eh tahunya aku dengar drama tadi. makanya aku emosi." Jawab Rafiq mengingatnya.


"He..he.. sudah. makan lagi. tuh lihat banyak pelanggan, mama mungkin bantu Noah. karena ada pesanan katering. oh ya kamu nanti bantu mama masukan ke kotak ya.? Ical Putri sedikit memerintah.


"Oh. Ok siap buk bos." Jawab Rafiq memberi hormat.Lutfi dan Putri tersenyum melihat anaknya yang tidak merasa sedih karena ia diskor.

__ADS_1


****


Sonya di buat pusing dengan anaknya. Galuh tidak mau sekolah besok, karena di sekolahnya ada acara. dan harus bawa kedua orang tuanya ke sekolah. sedangkan papanya sedang di luar kota


Sonya menelpon suaminya yang di luar kota. "Mas. kamu masih sibuk mas. apakah besok bisa datang ke sekolah Galuh. ia bilang tidak mau ke sekolah kalau papa mama nggak ikut." ucap Sonya yang merasa kasihan pada suaminya.


"Nanti mas usahakan pulang ya. kalau mas telat mungkin ya. karena cuaca di sini kurang bagus.sepertinya perjalanan pulang agak lambat." Jawab Aryo.


"Ya baiklah mas. aku bilangin sama Galuh." Sonya sedikit lega. karena suaminya bisa hadir walau terlambat.


Sonya pun mencari anaknya yang ngambek. anaknya tadi keluar dari kamarnya saat bilang kalau papa jauh dan belum pulang.


"Sayang. mama sudah telpon papa. katanya bisa datang, tapi kalau papa datangnya telat nggak apa kan.?" Tanya Sonya pada anaknya yang ternyata duduk di kursi belakang sendiri.


"Ya ma. nggak apa, tapi beneran papa datang kan.?" Tanya Galuh meyakinkan.


Sonya mengangguk dan tersenyum. Ia memeluk anaknya yang sekarang makin ganteng dan cerewet.


Berbeda dengan kakaknya Hani. Hani dulu selalu diam dan tidak banyak menuntut, mungkin karena ayahnya dulu tidak terlalu memperhatikannya. ia hanya sibuk dengan kantor dan dirinya sendiri.


Berbeda dengan Aryo, ia selalu meluangkan waktu untuk anaknya. secapek apa pun ia. jika anaknya menginginkannya. selalu ia usahakan.


Seperti hari ini,Aryo yang mendatangi klien nya di luar kota. tetap berusaha hadir ke sekolah anaknya. Padahal cuaca tidak baik-baik saja. Ia harus berjuang untuk pulang.


Sampai di rumah. hari menjelang subuh. Aryo menelan beli untuk membuka kan pintu. Karena ia lupa membawa kuncinya.


Sonya keluar mengintip, mendengar suara bel di depan rumahnya,. ternyata suaminya. dengan cepat Sonya membuka pintu dan memeluknya


"Maaf sangat merepotkan Mu mas. maaf jika kami memaksa mu pulang lebih cepat."Ucap Sonya terbata-bata.

__ADS_1


"He..he.. sayang kenapa nangis. ini semua kan demi anak kita. toh mas pulang selamat. ayok kita masuk, ini masih pagi. dan masih ada waktu kita untuk istirahat sebentar."Jawab Aryo menggandeng istrinya masuk. dan menutup pintu rumahnya.


__ADS_2