Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Kelahiran yang Prematur


__ADS_3

Lutfi mondar mandi di luar menunggu kelahiran anaknya. " Nak. duduklah. serahkan kada Allah agar mereka selamat. " Ucap Dian yang sebenarnya sangat cemas.


Karena hamil Putri baru masuk tujuh bulan. tandanya anaknya sangat lah kecil. tentu perlu di rawat d inkubator atau i penghangat tubuh ) bayi yang baru lahir.


" Ya ma. doakan anak dan istri ku selamat ya ma.?" Ucap Lutfi sendu. tubuhnya terasa lemas. otot-ototnya terasa tak bertulang. Ia berusaha tenang, namun tidak bisa di pungkiri kemesraan terlihat dari wajahnya yang panik dan cemas.


Tiba-tiba Vanessa datang, ia tergopoh-gopoh datang menemui keduanya. " Bagaimana keadaan Putri nak.?" Tanya Vanessa pada mantunya.


" Belum tahu bund. masih di ruang operasi. doa kan ya bund." Ucap Lutfi menuntun mertuanya duduk.


Tiga jam berlalu. keluar lah dokter Hari yang menangani istrinya. Lutfi dengan cepat menghampiri nya.


" Bagaimana keadaan istri saya dok.?" Tanya Lutfi penasaran.


Alhamdulillah. keduanya sehat, walau bayinya harus di rawat. untung pasien cepat di antar ke sini." Jawab dokter Hari


" Terimakasih dok. apakah saya boleh melihatnya.?" Tanya Lutfi menggebu. ia sangat bahagia, walau ada rasa sedikit resah kondisi bayinya.

__ADS_1


" Oh sabar. nanti akan di pindah kan ke ruang rawat. dan bayinya sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat bayi khusus. dan boleh lihat bergantian." Terang dokter menjelaskan.


" Oh. sekali lagi terimakasih dok." Ucap Lutfi. dokter pun berlalu meninggalkan keluarga pasiennya.


Lutfi memegang tangan mamanya bahagia. " Syukurlah nak. keduanya selamat dan sehat." Ucap Dian dan Vanessa bersamaan.


Semenjak kehamilan Putri yang sekarang memang beda. selama hamil Putri sering kali dilarikan ke rumah sakit.


Tak lama. perawatan membawa bayinya keluar dari ruang operasi. memindahkan nya ke ruang rawat khusus bayi.


" Bapak orang tuanya. kalau begitu ikut saya. bapak harus azankan bayinya." Ucap Perawat yang di anggukan Lutfi. ia pun mengikuti arah perawatan membawa bayinya. Hingga tiba di sebuah ruangan, dimana di sana sudah ada beberapa orang bayi.


Di ruang tersebut. Lutfi diminta berpakaian steril dan mencuci tangannya. Ia maju melangkah ke box bayinya di letakkan.


" Bayinya laki-laki pak." Ucap Perawat yang tahu maksud pandangan Lutfi padanya


" Oh. terimakasih bu.kalau begitu boleh saya mengambilnya kan." Tanya Lutfi ragu. Karena bayinya sangat kecil sekali.

__ADS_1


" Ya silahkan. tapi kalau bapak merasa takut boleh bapak azan dekatnya saja." Ucap perawat memberi kode.


Lutfi tidak berani mengangkat tubuh bayinya, ada tahu lalat di atas bibir anaknya. karena ia ingin dekat dengan anaknya ia hanya menyentuhnya. mungkin karena sentuhannya. anaknya dapat merasakan kehadirannya.


Lutfi pun azdan dan Iqamah sesuai ajaran Islam . Dikutip dari buku Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 4 oleh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dijelaskan bahwa sesuai syariat Islam, hendaknya seorang anak yang baru lahir diperdengarkan adzan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kirinya.


Setelah itu. Lutfi tersenyum dan mencium buah hatinya itu untuk yang pertama kali.Bayinya respek menggeliat seolah tahu kalau itu orang tuanya.


Lutfi sempat terlena. Perawatan mengagetkannya." Setelah selesai. biarkan bayinya istirahat dulu pak. kasihan bayinya butuh istirahat." Ucap Perawat. Lutfi pun mengangguk. ia keluar dengan rasa bahagia.


Ia melangkah menuju ruang operasi. karena istrinya belum keluar dari ruangan tersebut. Saat Lutfi baru sampai. Putri pun keluar dengan kondisi yang masih lemah.


" Sayang.." Lutfi langsung mendekat dan mencium istrinya yang terbaring lemah.


" Kita pindahkan istrinya dulu ya pak. kasian terlalu lama di luar." Ucap perawat yang mendorong tempat tidur pasiennya ke ruang rawat pasien yang siap lahiran.


Lutfi pun membantu mendorong. di ikuti oleh mama dan mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2